Kamis, 05 November 2026
19:23 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia

Bagikan:
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini berisi tentang organisasi kemahasiswaan antikomunisme di Indonesia yang bernama Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia. Untuk organisasi kemahasiswaan antikomunisme lainnya yang berdiri pada tahun 1965, lihat Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia. Untuk organisasi kemahasiswaan Islam yang berdiri pada tahun 1998, lihat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia.
Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia
SingkatanKAPPI
Tanggal pendirian9 Februari 1966;60 tahun lalu (1966-02-09)
JenisOrganisasi kemahasiswaan eksternal
Bahasa resmi
Bahasa Indonesia

Kesatuan Aksi Pemuda dan Pelajar Indonesia atau diakronimkan menjadi KAPPI dan para anggotanya biasa disebut sebagai Angkatan 66 adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal yang diasaskan pada tanggal 9 Februari 1966. Organisasi ini terdiri dari para pemuda dan pelajar Indonesia yang aktif dalam kegiatan politik dan sosial. Salah satu aksinya adalah menggaungkan Tri Tuntutan Rakyat yang menuntut untuk mengadili Soekarno atas dugaan keterlibatannya pada Gerakan 30 September.[1] Tindakan tersebut merupakan peran yang signifikan terkait kontribusinya dalam peristiwa politik yang terjadi di Indonesia pada tahun 1966. Peran kotroversial dari KAPPI adalah aksi penculikan Prijono yang dibawa ke Markas Kostrad hingga akhir hayatnya.[2]

Pada 1993, di bawah kepemimpinan Abdullah Puteh, Forum Keluarga Besar KAPPI sempat mengusulkan perubahan nama. Adapun nama yang diusulkan adalah Kesatuan Aksi Pemuda Pelopor Indonesia. Wakil Presiden ke-6 Indonesia, Try Sutrisno pun menyambut baik ide transformasi nama KAPPI.[3]

Alumni

Referensi

  1. ↑ Abdullah 2012.
  2. ↑ Crouch 2007.
  3. ↑ "Wapres Dukung Perubahan Nama KAPPI '66". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1993-09-01. hlm. 2. Diakses tanggal 2025-02-23.

Daftar pustaka

  • Abdullah, Taufik (2012). Indonesia dalam Arus Sejarah: Masa Pergerakan Kebangsaan. Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve. {{cite book}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Crouch, Harold A. (2007). The Army and Politics in Indonesia. Equinox Publishing. {{cite book}}: Parameter tidak dikenal |link= diabaikanPemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan