Senin, 12 Oktober 2026
08:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Art Nouveau

Art Nouveau

gaya dan filosofi internasional pada seni, arsitektur, dan seni rupa terapan

Bagikan:
330px-Tischlampe_Schleiert%C3%A4nzerin_BNM.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lampu meja karya François-Raoul Larche dari perunggu berlapis emas, dengan penari Loie Fuller sebagai modelnya.
330px-Louis_Majorelle_-_Wall_Cabinet_-_Walters_6587.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lemari dinding karya Louis Majorelle.

Art Nouveau (pengucapan bahasa Prancis: [aʁnuvo], diinggriskan menjadi /ˈɑːrtnuːˈvoʊ/; at. Sezession atau Secessionsstil, Ceska secese, Ing. Modern Style, Jer. Jugendstil atau Reformstil, Ital. Stile Floreale atau Liberty, Slowakia. secesia, Rus. модерн [modern]) atau Jugendstil adalah suatu gaya dan filosofi[1] internasional pada seni, arsitektur, dan seni rupa terapan – khususnya seni dekoratif – yang paling populer sepanjang tahun 1890–1910.[2] Bahasa Inggris menggunakan nama Prancis Art nouveau ("seni baru"), tetapi gaya ini memiliki banyak nama yang berbeda di negara-negara lain. Sebagai suatu reaksi terhadap seni akademis abad ke-19, Art Nouveau terinspirasi oleh berbagai struktur dan bentuk alami, bukan hanya bunga dan tanaman, tetapi juga garis lengkung. Para arsitek berupaya untuk melakukan harmonisasi dengan lingkungan alam.[3]

Art Nouveau dipandang sebagai suatu gaya seni "total" yang merangkul arsitektur, seni grafis, desain interior, dan sebagian besar seni dekoratif seperti perhiasan, mebel, tekstil, kerajinan perak rumah tangga serta pencahayaan dan perkakas lainnya, juga seni murni. Menurut filosofi gaya ini, seni seharusnya merupakan suatu cara hidup. Bagi banyak orang Eropa yang berada, adalah mungkin untuk hidup dalam sebuah rumah bercorak art noveau yang menggunakan kerajinan keramik (misalnya peralatan makan, perhiasan, kotak rokok, dll.), kain, perlengkapan makan dari perak, dan mebel Art Nouveau. Para seniman berkehendak untuk mengkombinasikan seni murni dan seni terapan, bahkan pada objek-objek utilitarian.[3]

Art Nouveau digantikan oleh gaya-gaya Modernis abad ke-20,[4] tetapi saat ini dipandang sebagai suatu peralihan yang penting antara gaya-gaya kebangkitan historis yang beragam dari abad ke-19 dan Modernisme.[5]

Karya-karya

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Duncan (1994), 7.
  2. ↑ Sterner (1982), 6.
  3. 1 2 "Art Nouveau – Art Nouveau Art". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2013-02-22. Diakses tanggal 2013-02-22.
  4. ↑ Henry R. Hope, review of H. Lenning, The Art Nouveau", The Art Bulletin, vol. 34 (June 1952), 168–171 (esp. 168–169): Discussing the state of Art Nouveau during 1952, the author notes that Art Nouveau, which had become disfavored, was not yet an acceptable study for serious art history or a subject suitable for major museum exhibitions and their respective catalogs. He predicts an impending change, however.
  5. ↑ Michèle Lavallée, "Art Nouveau", Grove Dictionary of Art, Oxford University Press [accessed 11 April 2008].
  6. ↑ Sterner (1982), 169.

Bibliografi

  • Duncan, Alastair. Art Nouveau. World of Art. New York: Thames and Hudson, 1994. ISBN 0-500-20273-7
  • Heller, Steven, and Seymour Chwast. Graphic Style from Victorian to Digital. New ed. New York: Harry N. Abrams, Inc., 2001. p. 53–57.
  • Lahor, Jean. L'Art Nouveau. Baseline Co. Ltd. Originally published 1901, adapted version 2007. (in French). ISBN 978-1-85995-667-0
  • Sterner, Gabriele. Art Nouveau, an Art of Transition: From Individualism to Mass Society. 1st English ed. (original title: Jugendstil: Kunstformen zwischen Individualismus und Massengesellschaft) Trans. Frederick G. Peters and Diana S. Peters. Woodbury, N.Y.: Barron's Educational Series, 1982. ISBN 0-8120-2105-3

Bacaan lanjutan

  • Art Nouveau Grange Books, Rochester, England 2007 ISBN 978-1-84013-790-3
  • William Craft Brumfield. The Origins of Modernism in Russian Architecture (Berkeley: University of California Press, 1991) ISBN 0-520-06929-3

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Art Nouveau.
Periodisasi
Gerakan pra abad ke-20
Gerakan abad ke-20
Negara
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan