Sabtu, 26 September 2026
16:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Iterbium(II) iodida

Iterbium(II) iodida

senyawa kimia

Iterbium(II) iodida
250px-Kristallstruktur_Cadmiumiodid.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • InChI=1S/2HI.Yb/h2*1H;/q;;+2/p-2
    Key: SJLISRWUWZVXNZ-UHFFFAOYSA-L
  • [I-].[I-].[Yb+2]
Sifat
I2Yb
Massa molar 426,85 g·mol−1
Penampilan Padatan kuning[1]
Titik lebur 780 °C (1.440 °F; 1.050 K)[1](terurai)
Struktur
Trigonal
P3m1 (No. 164)
a = 448 pm, c = 696 pm[2]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Iterbium(II) iodida adalah salah satu senyawa iodida dari iterbium, dengan Rumus YbI2. Senyawa ini memiliki bentuk padatan dengan warna kuning.

Pembuatan

Iterbium(II) iodida dapat dibuat dengan memanaskan iterbium(III) iodida:[1]

2   Y b I 3   → Δ   T   2   Y b I 2   +   I 2 {\displaystyle \mathrm {2\ YbI_{3}\ {\xrightarrow[{}]{\Delta \ T}}\ 2\ YbI_{2}\ +\ I_{2}} } {\displaystyle \mathrm {2\ YbI_{3}\ {\xrightarrow[{}]{\Delta \ T}}\ 2\ YbI_{2}\ +\ I_{2}} }

Senyawa ini juga dapat dibuat dengan mereaksikan logam iterbium dengan 1,2-diiodoetana dalam tetrahidrofuran:[3]

Y b   +   I C H 2 C H 2 I   → T H F   Y b I 2   +   H 2 C = C H 2 {\displaystyle \mathrm {Yb\ +\ ICH_{2}CH_{2}I\ {\xrightarrow[{}]{THF}}\ YbI_{2}\ +\ H_{2}C=CH_{2}} } {\displaystyle \mathrm {Yb\ +\ ICH_{2}CH_{2}I\ {\xrightarrow[{}]{THF}}\ YbI_{2}\ +\ H_{2}C=CH_{2}} }

Meskipun reaksi tersebut berlangsung pada suhu kamar, karena sensitivitas dari reagen, disarankan untuk menanganinya dalam bentuk anhidrat dan di bawah gas lengai. Jika tidak, bila terdapat oksigen, maka oksidasi menjadi iterbium(III) akan terjadi secara cepat. Hal ini dapat dikenali secara visual dari perubahan warna dari larutan hijau menjadi kuning.

Sifat dan kegunaan

Iterbium(II) iodida merupakan padatan berwarna kuning yang sangat sensitif terhadap udara dan kelembapan serta akan teroksidasi menjadi iterbium(III) dengan cepat. Senyawa ini akan bereaksi dengan air menghasilkan gas hidrogen dan iodida basa, dan bereaksi keras dengan asam.[1] Iterbium(II) iodida bersinter pada tekanan 0,01 Torr dari suhu sekitar 780 °C dan akan menghasilkan leburan kental pada suhu sekitar 920 °C. Ia mulai terdisproporsionasi menjadi iterbium dan iterbium(III) iodida. Pada suhu sekitar 800 °C, sublimat iterbium(II) iodida berwarna kuning akan teramati pada dinding kaca; sublimat ini akan mengaburkan disproporsionasi secara sebagian. Oleh karena itu, titik leburnya tidak dapat ditentukan secara tepat.[1][4]

Seperti samarium(II) iodida (SmI2), iterbium(II) iodida adalah salah satu pereaksi yang digunakan dalam reaksi kimia organik.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 G. Jantsch; N. Skalla; H. Jawurek (10 November 1931). "Zur Kenntnis der Halogenide der seltenen Erden. V. Über die Halogenide des Ytterbiums". Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie (dalam bahasa Inggris). 201 (1): 207–220. doi:10.1002/zaac.19312010119.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Walter Döll; Wilhelm Klemm (5 Mei 1939). "Messungen an zwei- und vierwertigen Verbindungen der seltenen Erden. VII. Über die Struktur einiger Dihalogenide". Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie (dalam bahasa Inggris). 241 (2–3): 239–258. doi:10.1002/zaac.19392410211.
  3. 1 2 Pierre-Marie Girard; Jean Louis Namy; Henri B. Kagan (April 1980). "Divalent lanthanide derivatives in organic synthesis. 1. Mild preparation of samarium iodide and ytterbium iodide and their use as reducing or coupling agents". Journal of the American Chemical Society (dalam bahasa Inggris). 102 (8): 2693–2698. doi:10.1021/ja00528a029. ISSN 0002-7863.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Gmelins Handbuch der anorganischen Chemie, System Nr. 39, Band C 6, S. 199–200.

Bacaan lebih lanjut

Garam dan turunan kovalen dari ion iodida
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan