Kamis, 08 Oktober 2026
13:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Hidrogen iodida

Hidrogen iodida

senyawa kimia

Bagikan:
Hydrogen iodide
Hydrogen iodide
Hydrogen iodide
Nama
Nama IUPAC
Iodana
Nama lain
Asam iodida (larutan berair)
Iodin hidrida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
ECHA InfoCard Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
Nomor EC
Nomor E Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'.
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
Nomor UN 1787 2197
  • InChI=1S/HI/h1H checkY
    Key: XMBWDFGMSWQBCA-UHFFFAOYSA-N checkY
  • I
Sifat
HI
Massa molar 127.904 g/mol
Penampilan Gas tak berwarna
Densitas 2.85 g/mL (-47 °C)
Titik lebur −5.080 °C (−9.110 °F; −4.810 K)
Titik didih −3.536 °C (−6.333 °F; −3.263 K)
kira-kira 245 g/100 ml
Keasaman (pKa) -10 (dalam air, estimasi);[1] -9.5 (±1.0) [2]

2.8 (in acetonitrile)[3]

Asam konjugat Iodonium
Basa konjugat Iodida
Struktur
Terminus
0.38 D
Bahaya
Bahaya utama Toxic, corrosive, Harmful and Irritant
Lembar data keselamatan hydrogen iodide
hydroiodic acid
Piktogram GHS GHS05: Korosif
Keterangan bahaya GHS {{{value}}}
H314
P260, P264, P280, P301+P330+P331, P303+P361+P353, P304+P340, P305+P351+P338, P310, P321, P363, P405, P501
Titik nyala Non-flammable
Senyawa terkait
Anion lain
Hidrogen fluorida
Hidrogen klorida
Hidrogen bromida
Hidrogen astatida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Hidrogen iodida (HI) adalah suatu molekul diatomik dan hidrogen halida. Larutan berair dari HI dikenal sebagai asam iodida, suatu asam kuat. Hidrogen iodida dan asam iodida adalah, tetapi, berbeda lantaran hidrogen iodida berbentuk gas dalam keadaan standar, sementara asam iodida adalah larutan berair dari gas tersebut. Keduanya saling dapat dikonversi. HI digunakan dalam sintesis organik dan anorganik sebagai salah satu sumber utama iodin serta sebagai agen pereduksi.

Sifat hidrogen iodida

HI adalah gas tidak berwarna yang bereaksi dengan oksigen menghasilkan air dan iodin. Dengan udara lembab, HI menghasilkan kabut (atau asap) asam iodida. Senyawa ini sangat larut dalam air, menghasilkan asam iodida. Satu liter air akan melarutkan 425 liter gas HI, larutan paling pekat yang hanya memiliki empat molekul air per molekul HI.[4]

Asam iodida

Asam iodida bukanlah hidrogen iodida murni, tetapi campuran yang mengandung hidrogen iodida. Asam iodida "konsentrat" komersial biasanya mengandung 48–57% HI menurut massanya. Larutannya membentuk azeotrop yang mendidih pada 127 °C dengan 57% HI, 43% air. Keasaman yang tinggi disebabkan oleh penyebaran muatan ionik pada anionnya. Jari-jari ion iodida jauh lebih besar daripada halida umum lainnya, yang mengakibatkan muatan negatif tersebar di ruang yang luas. Sebaliknya, ion klorida jauh lebih kecil, yang berarti muatan negatifnya lebih terkonsentrasi, menyebabkan interaksi yang lebih kuat antara proton dan ion klorida. Interaksi H+···I− yang lemah dalam HI memfasilitasi disosiasi proton dari anion dan karenanya HI merupakan asam yang sangat kuat dalam kelompok hidrohalida.

HI(g) + H2O(l) → H3O+(aq) + I−(aq) Ka ≈ 1010
HBr(g) + H2O(l) → H3O+(aq) + Br−(aq) Ka ≈ 109
HCl(g) + H2O(l) → H3O+(aq) + Cl−(aq) Ka ≈ 106

Sintesis

Preparasi HI di industri melibatkan reaksi I2 dengan hidrazina, yang juga menghasilkan gas nitrogen:[5]

2 I2 + N2H4 → 4 HI + N2

Ketika dilakukan dalam air, HI harus didistilasi.

HI juga dapat didistilasi dari larutan NaI atau alkali iodida lainnya dalam asam fosfat pekat (perlu dicatat bahwa asam sulfat pekat tidak mampu mengasamkan iodida, karena akan mengoksidasi iodida menjadi unsur bebas iodinnya).

Cara lain HI dapat dibuat adalah dengan menggelegak uap hidrogen sulfida melalui larutan iodium berair, membentuk asam iodida (yang didistilasi) dan unsur belerang (zat ini disaring):[6]

H2S + I2 → 2 HI + S

Selain itu, HI dapat disiapkan hanya dengan menggabungkan H2 dan I2:

H2 + I2 → 2 HI

Metode ini biasanya digunakan untuk menghasilkan sampel dengan kemurnian tinggi.

Selama bertahun-tahun, reaksi ini dianggap melibatkan reaksi bimolekuler sederhana antara molekul-molekul H2 dan I2. Namun, ketika campuran gas disinari dengan panjang gelombang cahaya yang sama dengan energi disosiasi ikatan I2, sekitar 578 nm, laju reaksinya meningkat secara signifikan. Fakta ini mendukung mekanisme ketika I2 mula-mula terdisosiasi menjadi 2 atom iodin, masing-masing menempel pada sisi molekul H2 dan memecah ikatan H−H:[7]

H 2 + I 2 → radiasi 578 nm H 2 + 2 I ⟶ I ⋯ H ⋯ H ⋯ I ⟶ 2 HI {\displaystyle {\ce {{H2}+{I2}->[{\text{radiasi 578 nm}}]{H2}+2I->I{\cdots }H{\cdots }H{\cdots }I->2HI}}} {\displaystyle {{\text{H2}}{}+{}{\text{I2}}{}\mathrel {\xrightarrow {\text{radiasi 578 nm}} } {}{\text{H2}}{}+{}2\,\mathrm {I} {}\mathrel {\longrightarrow } {}\mathrm {I} {\cdots }\mathrm {H} {\cdots }\mathrm {H} {\cdots }\mathrm {I} {}\mathrel {\longrightarrow } {}2\,\mathrm {HI} }}

Di laboratorium, metode lain melibatkan hidrolisis dari PI3, ekivalen iodin dari PBr3. Dalam metode ini, I2 bereaksi dengan fosfor menghasilkan fosfor triiodida, yang kemudian bereaksi dengan air menghasilkan HI dan asam fosfat:

3 I2 + 2 P + 6 H2O → 2 PI3 + 6 H2O → 6 HI + 2 H3PO3

Reaksi dan aplikasi penting

Larutan hidrogen iodida sangat mudah teroksidasi oleh udara:

4 HI + O2 → 2 H2O + 2 I2
HI + I2 → HI3

HI3 berwarna coklat tua, yang membuat larutan HI lama sering tampak coklat tua.

Seperti HBr dan HCl, HI mengadisi alkena:[8]

HI + H2C=CH2 → H3CCH2I

HI juga digunakan dalam reaksi organik untuk mengubah alkohol primer menjadi alkil halida.[9] Reaksi ini merupakan substitusi SN2, yang melibatkan penggantian ion iodida dengan gugus hidroksil (air) "teraktivasi".

HIsubstitution.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

HI lebih disukai daripada hidrogen halida lainnya karena ion iodida adalah nukleofil yang jauh lebih baik daripada bromida atau klorida, sehingga reaksi dapat berlangsung pada laju yang wajar tanpa banyak pemanasan. Reaksi ini juga terjadi untuk alkohol sekunder dan tersier, tetapi substitusi terjadi melalui jalur SN1.

HI (atau HBr) juga dapat digunakan untuk memecah eter menjadi alkil iodida dan alkohol, dalam reaksi yang mirip dengan substitusi alkohol. Jenis pembelahan ini penting karena dapat digunakan untuk mengubah senyawa kimia yang stabil[9] dan eter inert menjadi spesies yang lebih reaktif. Dalam contoh ini dietil eter dipecah menjadi etanol dan iodoetana:

DEEcleavage.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled

Reaksi ini bersifat regioselektif, karena iodida cenderung menyerang karbon eter yang lebih sedikit terhambat secara sterik.

HI tunduk pada aturan Markovnikov dan anti-Markovnikov yang sama seperti HCl dan HBr.

Meskipun keras menurut standar modern, HI umumnya digunakan sebagai zat pereduksi di awal sejarah kimia organik. Ahli kimia pada abad ke-19 berusaha untuk menyiapkan sikloheksana dengan reduksi HI dari benzena pada suhu tinggi, tetapi malah mengisolasi produk yang disusun ulang, methylcyclopentane (lihat artikel tentang sikloheksana). Seperti yang pertama kali dilaporkan oleh Kiliani,[10] reduksi asam iodida dari gula dan poliol lainnya menghasilkan pembelahan reduktif dari beberapa atau bahkan semua gugus hidroksi, meskipun seringkali dengan hasil dan/atau reproduktifitas yang buruk.[11] Dalam kasus benzil alkohol dan alkohol dengan gugus -karbonil, reduksi oleh HI dapat memberikan hasil sintetis yang berguna dari produk hidrokarbon yang sesuai (ROH + 2HI → RH + H2O + I2).[8] Proses ini dapat dibuat katalitik di HI menggunakan fosfor merah untuk mereduksi I2 yang terbentuk.[12]

Referensi

Catatan kaki
  1. ↑ Bell, R.P. The Proton in Chemistry. 2nd ed., Cornell University Press, Ithaca, NY, 1973.
  2. ↑ Trummal, A.; Lipping, L.; Kaljurand, I.; Koppel, I. A.; Leito, I. "Acidity of Strong Acids in Water and Dimethyl Sulfoxide" J. Phys. Chem. A. 2016, 120, 3663-3669. DOI:10.1021/acs.jpca.6b02253
  3. ↑ Raamat, E.; Kaupmees, K.; Ovsjannikov, G.; Trummal, A.; Kütt, A.; Saame, J.; Koppel, I.; Kaljurand, I.; Lipping, L.; Rodima, T.; Pihl, V.; Koppel, I. A.; Leito, I. "Acidities of strong neutral Brønsted acids in different media." J. Phys. Org. Chem. 2013, 26, 162-170. DOI:10.1002/poc.2946
  4. ↑ Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. ISBN0-12-352651-5.
  5. ↑ Greenwood, N. N. and A. Earnshaw. The Chemistry of the Elements. Edisi ke-2. Oxford: Butterworth-Heineman. hlm. 809–815. 1997.
  6. ↑ Joseph Louis Gay-Lussac (1815), "A Memoir on Iodine", Annals of Philosophy, 5: 101
  7. ↑ Holleman, A. F. Wiberg, E. Inorganic Chemistry. San Diego: Academic Press. hlm. 371, 432–433. 2001.
  8. 1 2 Breton, G. W., P. J. Kropp, P. J.; Harvey, R. G. "Hydrogen Iodide" in Encyclopedia of Reagents for Organic Synthesis (Ed: L. Paquette) 2004, J. Wiley & Sons, New York. DOI:10.1002/047084289X.
  9. 1 2 Bruice, Paula Yurkanis. Organic Chemistry Edisi ke-4. Prentice Hall: Upper Saddle River, N. J, 2003 hlm. 438–439, 452.
  10. ↑ Kiliani, Heinrich (1886-01-01). "Ueber die Constitution der Dextrosecarbonsäure". Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft (dalam bahasa Inggris). 19 (1): 1128–1130. doi:10.1002/cber.188601901251. ISSN 1099-0682.
  11. ↑ Perlin, A. S.; Purves, C. B. (1953-03-01). "Kiliani's Reduction of Glucose and Fructose Cyanohydrins to the Corresponding Heptanoic Acids and Lactones". Canadian Journal of Chemistry. 31 (3): 227–236. doi:10.1139/v53-033. ISSN 0008-4042.
  12. ↑ Dobmeier, Michael; Herrmann, Josef M; Lenoir, Dieter; König, Burkhard (2012-03-02). "Reduction of benzylic alcohols and α-hydroxycarbonyl compounds by hydriodic acid in a biphasic reaction medium". Beilstein Journal of Organic Chemistry (dalam bahasa Inggris). 8 (1): 330–336. doi:10.3762/bjoc.8.36. PMC 3302097. PMID 22423302.
Bacaan lebih lanjut
  • Nishikata, E., T.; Ishii, and T. Ohta. "Viscosities of Aqueous Hydrochloric Acid Solutions, and Densities and Viscosities of Aqueous Hydroiodic Acid Solutions". J. Chem. Eng. Data. 26. 254-256. 1981.

Pranala luar

Iodin(-I)
Iodin(I)
Iodin(III)
Iodin(V)
Iodin(VII)
Organoiodin
Hidrida logam alkali
(Golongan 1)
Hidrida logam alkali
tanah (Golongan 2)
Monohidrida
Dihidrida
Hidrida golongan 13
Borana
Alana
Galana
Indigana
Talana
Nihonana (diprediksi)
  • NhH
  • NhH3
  • Nh2H6
  • NhH5
Hidrida golongan 14
Hidrokarbon
Silana
Silena
Siluna
Germana
Stanana
Plumbana
Flerovana (diprediksi)
  • FlH
  • FlH2
  • FlH4
Hidrida pniktogen
(Golongan 15)
Azana
Azena
Fosfana
Fosfena
Arsana
Stibana
Bismutana
Moskovana
Hidrogen
kalkogenida
(Hidrida golongan 16)
Polioksidana
Polisulfana
Selana
Telana
Polana
Livermorana
Hidrogen halida
(Hidrida golongan 17)
Hidrida logam transisi
Hidrida lantanida
Hidrida aktinida
Hidrida atom eksotis
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan