Minggu, 20 September 2026
10:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Invasi Irak 2003

Invasi Irak 2003

artikel daftar Wikimedia

Invasi Irak 2003
Bagian dari Perang Irak
330px-Iraqi_Sandstorm.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konvoi Humvees Amerika di Irak utara saat terjadi badai pasir, 2003
Tanggal19 Maret 2003 – 1 Mei 2003
(1 Bulan, 1 Minggu 5 Hari)
LokasiIrak
Hasil

Kemenangan Koalisi

Pihak terlibat

Pasukan koalisi :
 Amerika Serikat
 Britania Raya
 Australia
 Polandia

Dengan dukungan militer dari:
Kongres Nasional Irak[3][4][5]
Wilayah Kurdistan Peshmerga

Irak

Ansar al-Islam
Pendukung :
 Libya
Tokoh dan pemimpin

Amerika Serikat George W. Bush
Amerika Serikat Dick Cheney
Amerika Serikat Donald Rumsfeld
Amerika Serikat James Mattis
Amerika Serikat Tommy Franks
Amerika Serikat David D. McKiernan
Britania Raya Tony Blair
Britania Raya Brian Burridge
Britania Raya James Dutton
Australia John Howard
Australia Peter Cosgrove
Polandia Aleksander Kwaśniewski
Polandia Mieczysław Cieniuch

Wilayah Kurdistan Masoud Barzani
Wilayah Kurdistan Babakir Zebari
Wilayah Kurdistan Jalal Talabani
Wilayah Kurdistan Kosrat Rasul Ali
Wilayah Kurdistan Ahmed Chalabi
Irak Saddam Hussein
Irak Qusay Hussein
Irak Uday Hussein
Irak Abid Hamid Mahmud
Irak Ali Hassan al-Majid
Irak Barzan Ibrahim al-Tikriti
Irak Izzat Ibrahim al-Douri
Irak Ra'ad al-Hamdani
Irak Taha Yassin Ramadan
Irak Tariq Aziz
Abu Abdullah Warya Salih ash-Shafi'i
Kekuatan
466.000
50.000
2.000
2.000
Wilayah Kurdistan 70.000
total :
590.000 Pasukan
 Irak :
650.000 Pasukan
30.000 Fedayen
6.000 Milisi Arab
total :
686.000 Pasukan
Korban
370 Tewas
692 Terluka
(Termasuk Korban Koalisi dan Kurdistan)
7.600–10.000 Tewas[8]
7.269 Warga Sipil Tewas

Invasi Irak 2003 dengan kode "Operasi Pembebasan Irak" secara resmi mulai pada tanggal 19 Maret 2003. Tujuan resmi yang ditetapkan Amerika Serikat adalah untuk "melucuti apa yang diduga senjata pemusnah massal Irak, serta mengakhiri dukungan dari Saddam Hussein kepada terorisme.[9] Sebagai persiapan, pada 18 Februari 100.000 tentara Amerika Serikat dimobilisasikan di Kuwait.[10] Amerika Serikat menyediakan mayoritas pasukan untuk invasi ini, dengan dukungan dari pasukan koalisi yang terdiri dari lebih dari 20 negara dan suku Kurdi di utara Irak. Invasi Irak 2003 inilah yang menjadi pembuka Perang Irak.

Lihat pula

Rujukan

  1. "Sectarian divisions change Baghdad's image". Associated Press. 2006-07-03. Diakses tanggal 2006-08-06. {{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. "Torture in Iraq worse now than under Saddam?". MSNBC. 2006-09-21. Diakses tanggal 2006-10-19.
  3. Graham, Bradley (7 April 2003). "U.S. Airlifts Iraqi Exile Force For Duties Near Nasiriyah". Washington Post. Diakses tanggal 13 September 2009.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. John Pike (14 Maret 2003). "Free Iraqi Forces Committed to Democracy, Rule of Law – DefenseLink". Globalsecurity.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 September 2009. Diakses tanggal 13 September 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Deploying the Free Iraqi Forces – U.S. News & World Report". Usnews.com. 7 April 2003. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Februari 2004. Diakses tanggal 9 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Kim Ghattas (14 April 2003). "Syrians join Iraq 'jihad'". BBC News. Diakses tanggal 29 Oktober 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. "Arab volunteers to Iraq: 'token' act or the makings of another Afghan jihad?". Diarsipkan dari asli tanggal 27 November 2011. Diakses tanggal 29 Oktober 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Conetta, Carl (20 October 2003). "The Wages of War: Iraqi Combatant and Noncombatant Fatalities in the 2003 Conflict". Project on Defense Alternatives Research Monograph #8. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-09-02. Diakses tanggal 2006-08-09. {{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. U.S. has 100,000 troops in Kuwait


Ikon rintisan

Artikel bertopik perang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan