Minggu, 20 September 2026
23:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Hutu Power

ideologi supremasi di Rwanda

Hutu Power adalah ideologi supremasis yang dicetuskan oleh kelompok ekstrem Hutu di Rwanda. Ideologi ini menjadi salah satu pemicu genosida Rwanda terhadap kelompok Tutsi pada tahun 1994. Pada masa itu, beberapa partai dan gerakan yang menganut ideologi Hutu Power adalah Akazu, Koalisi untuk Pertahanan Republik beserta milisinya, Impuzamugambi, serta Gerakan Republikan Nasional untuk Demokrasi dan Pembangunan bersama dengan milisinya, Interahamwe.

Ideologi

Hassan Ngeze pada tahun 1990 menciptakan "Sepuluh Perintah Hutu" yang menjadi landasan ideologi Hutu Power.[1] Perintah ini menyerukan agar kelompok Hutu menjadi yang paling unggul dan Rwanda dan juga meminta agar institusi publik dan kehidupan publik di Rwanda hanya dikuasai oleh kelompok Hutu saja. Selain itu, perintah ini menyerukan segregasi kelompok Hutu dan Tutsi.[2] Ideologi Hutu Power membenci Tutsi karena mereka dianggap sebagai "orang asing" yang ingin mengembalikan monarki yang didominasi oleh kelompok Tutsi.

Salah satu perintah Hassan Ngeze menyatakan bahwa hubungan antara Hutu dengan Tutsi dilarang, dan orang Hutu yang "menikahi perempuan Tutsi", "berteman dengan perempuan Tutsi" atau "mempekerjakan seorang perempuan Tutsi sebagai sekretaris atau selir" adalah "pengkhianat" bangsa Hutu.[2] Orang Hutu yang berbisnis dengan orang Tutsi juga dianggap pengkhianat.[2] Menurut perintah ini, "orang Hutu harus berhenti berbelaskasihan kepada orang Tutsi".[2]

Catatan kaki

  1. Ethnicity and sociopolitcal change in Africa and other developing countries: a constructive discourse in state building. Lexington Books, 2008. hlm. 92.
  2. 1 2 3 4 John A. Berry and Carol Pott Berry (eds.) (1999). Genocide in Rwanda: A Collective Memory (Washington, D.C.: Howard University Press) hlm. 113–115.

Pranala luar

  • RwandaFile: Primary sources from the Rwandan Genocide, including articles from Kangura and transcripts of broadcasts by RTLM
Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan