Jumat, 23 Oktober 2026
07:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Impuzamugambi

Bagikan:
Genosida Rwanda
Latar belakang
Sejarah Rwanda · Asal Tutsi dan Hutu · Kerajaan Rwanda · Perang Sipil Rwanda · Kekuasaan Hutu ·Pembunuhan Habyarimana
Peristiwa

Peristiwa awal · Pembantaian Nyarubuye ·Kronologi Genosida Rwanda

Partai yang bertanggungjawab

Genocidaires:
Akazu ·Milisi Impuzamugambi ·Milisi Interahamwe ·

Hutu Power Media:
Kangura ·RTLM Radio

Tanggapan

Pemberontakan:
Front Patriotik Rwanda

Komunitas Internasional:
Peran komunitas internasional · Misi UNAMIR (Perserikatan Bangsa-Bangsa) · Opération Turquoise

Efek
Krisi pengungsi Danau Besar · Pengadilan Gacaca · International Criminal Tribunal · Perang Kongo ke-1 / Perang Kongo ke-2
Sumber
Bibliografi  ·
Filmografi
Militan Hutu
Genosida Rwanda (1994)
Impuzamugambi
Interahamwe
Angkatan Bersenjata Rwanda
Krisis pengungsi
RDR (1995-1996)
Perang Kongo ke-1 dan ke-2
ALiR (1996-2001)
FDLR (2000- )

Impuzamugambi (kadang-kadang Impuza Mugambi, 'mp' diucapkan 'mh'), yang berarti "orang-orang yang memiliki tujuan yang sama" atau "orang-orang yang memiliki satu tujuan" dalam bahasa Kinyarwanda, adalah sebuah milisi Hutu di Rwanda yang dibentuk tahun 1992. Bersama dengan milisi Interahamwe, yang dibentuk sebelumnya dan memiliki banyak anggota, Impuzamugambi bertanggungjawab atas kematian Tutsi dan Hutu moderat selama Genosida Rwanda tahun 1994.

Sementara Interahamwe dipimpin oleh orang penting dari partai berkuasa Mouvement républicain national pour la démocratie et le développement (MRND), Impuzamugambi diatur oleh kepemimpinan Coalition pour la Défense de la République (CDR) dan merekrut anggotanya dari sayap pemuda CDR. CDR adalah partai Hutu terpisah yang bekerjasama dengan MNRD, meskipun lebih ekstrem Pro-Hutu dan Anti-Tutsi daripada MRND. Impuzamugambi lebih sedikit anggotanya dari Interahamwe, tetapi terdapat dugaan bahwa anggotanya lebih kejam selama genosida.

Seperti Interahamwe, Impuzamugambi juga dilatih dan dipersenjatai oleh Pasukan Pemerintah Rwanda (RGF) dan Penjaga Presiden Rwanda dan pemimpin MRND Juvénal Habyarimana. Ketika genosida dimulai April 1994, Interahamwe dan Impuzamugambi beraksi bersama dan menggabungkan struktur dan aktivitasnya, meskipun beberapa perbedaan masih terlihat dari seragamnya. Beberapa génocidaires ikut dengan kedua milisi dalam pembantaian Tutsi dan Hutu moderat. Setelah periode utama genosida, anggota dari kedua milisi juga sebagian besar penduduk Hutu keluar Rwanda ke timur Republik Demokratik Kongo.

Dalam pimpinan CDR, Hassan Ngeze dan Jean-Bosco Barayagwiza bertanggungjawab atas kepemimpinan Impuzamugambi. Keduanya dinyatakan bersalah tahun 2003 oleh International Criminal Tribunal for Rwanda atas merencanakan dan memimpin genosida, pelaksanaan genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Keduanya diancam penjara seumur hidup. Hukuman terhadap Barayagwiza dikurangi hingga 35 tahun karena kesalahan selama proses. Setelah masa kurungan ditetapkan, ia akan menetap di penjara selama 27 tahun.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan