Minggu, 20 September 2026
14:34 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Hubungan Gambia dengan Malaysia

Hubungan Gambia dengan Malaysia

Hubungan Gambia dengan Malaysia
Peta memperlihatkan lokasi Gambia dan Malaysia

Gambia

Malaysia

Hubungan Gambia dengan Malaysia mengacu pada hubungan bilateral antara Gambia dan Malaysia. Kedutaan Besar Malaysia di Dakar, Senegal, merangkap sekaligus untuk Gambia, sementara Kedutaan Besar Gambia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merangkap sekaligus untuk Malaysia. [1]

Baik Gambia maupun Malaysia merupakan bagian dari Persemakmuran Bangsa-Bangsa dan anggota Organisasi Kerja sama Islam.

Hubungan ekonomi

Pada tahun 1974, Gambia bersedia menjual minyak kacang tanahnya ke Malaysia dengan imbalan minyak sawit.[2] Sementara pada tahun 1991, Gambia mencari bantuan Malaysia untuk meningkatkan produksi berasnya.[3] Hingga saat ini, hubungan antara kedua negara terutama dilakukan dalam bantuan teknis seperti di bidang pendidikan dan pelatihan. Pemerintah Malaysia telah mendorong perusahaan-perusahaan dari Gambia untuk mengeksplorasi kemungkinan kolaborasi dan usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan Malaysia untuk saling menguntungkan kedua negara.[1] Karena Gambia telah diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah KTT Organisasi Kerja sama Islam (OKI) pada tahun 2018, pemerintah Gambia mencari dukungan dari pemerintah dan rakyat Malaysia dan mengundang investor Malaysia untuk berinvestasi di negara tersebut.[4][5] Gambia juga mencari dukungan dari otoritas Malaysia untuk memberikan dukungan teknis kepada Gambia dalam upaya untuk memperkuat sistem pengadilan Syariah negara tersebut.[6][7]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Presentation of Letters of Credence". State House of the Gambia. 7 April 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Februari 2015. Diakses tanggal 17 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Gambia keen to swop oils with Malaysia: Minister". New Straits Times. 29 Juni 1974. hlm. 4. Diakses tanggal 19 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Ahmad A. Talib (16 Desember 1991). "Gambia seeks aid in rice planting". New Straits Times. hlm. 3. Diakses tanggal 19 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. "Gambian diplomat presents credentials to Malaysian King". The Daily Observer. 2 Desember 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Februari 2015. Diakses tanggal 17 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Asanneh (12 Februari 2015). "The Gambia's Ambassador To The Kingdom Of Malaysia, Fatou Mass Jobe-Njie Has Recently Presented Her letters Of Credence To The King of Malaysia". Ministry of Foreign Affairs (The Gambia). Diarsipkan dari asli tanggal 17 Februari 2015. Diakses tanggal 17 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Gambia, Malaysia to strengthen Islamic law in Gambia". Xinhua News Agency. GlobalPost. 2 Februari 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Februari 2015. Diakses tanggal 17 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Saikou Jammeh (10 Februari 2015). "Gambia seeks Malaysia's support to strengthen Sharia'h system". The Standard (Gambia). Diarsipkan dari asli tanggal 17 Februari 2015. Diakses tanggal 17 Februari 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Hubungan Bilateral
Afrika
Amerika
Asia
Perbara
Tempat lainnya
Eropa
UE
Tempat lainnya
Oseania
Bekas negara
Hubungan Multilateral
Diplomasi
Perjanjian
Bekas
Saat ini
Perebutan wilayah
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan