Minggu, 20 September 2026
22:13 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Holiday Inn

Holiday Inn

perusahaan asal Britania Raya

Artikel ini berisi tentang jaringan hotel. Untuk film 1942 dibintangi Bing Crosby dan Fred Astaire, lihat Holiday Inn (film). Untuk kegunaan lain, lihat Holiday Inn (disambiguasi).
Holiday Inn Hotels
250px-Holiday_Inn_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Holiday_Inn_Johor_Bahru_City_Centre.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisPerusahaan anak InterContinental Hotels Group
IndustrIHotel
PendiriKemmons Wilson
Wilayah yang dilayani
Amerika, Eropa, Timur Tengah, Afrika, Asia-Pasifik
LayananLayanan makanan, penginapan, pertemuan
IndukInterContinental Hotels Group
DivisiHoliday Inn Express
Catatan kaki
[1]

Holiday Inn adalah merek hotel Amerika Serikat, bagian dari InterContinental Hotels Group. Holiday Inn awalnya merupakan jaringan motel Amerika Serikat. Kini, Holiday Inn merupakan salah satu jaringan hotel terbesar di dunia dengan 569.289 kamar di 4.486 hotel di seluruh dunia. Jumlah tamunya mencapai lebih dari 100 juta orang per tahun.[2][3] Jaringan hotel ini berkantor pusat di Atlanta, Georgia.

Sejarah

Pada tahun 1952, Kemmons Wilson, seorang pengusaha Amerika Serikat, mendirikan sebuah motel bernama Holiday Inn Hotel Courts di Memphis, Tennessee. Dia mendapatkan ide tersebut karena kekecewaannya atas pelayanan sebuah motel di mana dia menginap saat melakukan perjalanan ke Washington, D.C. Arsitek motel tersebut, Eddie Bluestein, menggagaskan nama Holiday Inn berdasarkan film tahun 1942 berjudul Holiday Inn, awalnya hanya sebagai gurauan saja.[4]

Per tahun 1957, terdapat 30 gerai Holiday Inn di Amerika Serikat. Angka ini bertambah menjadi 50 pada tahun 1958, 100 pada tahun 1959, 500 pada tahun 1964, dan 1.000 pada tahun 1968.[5] Karena ulah pewaralaba yang mereka anggap mengurangi keuntungan mereka, Holiday Inn sempat menerapkan peraturan yang tidak membolehkan pewaralaba untuk membangun hotel lain yang berdekatan dengan waralaba Holiday Inn yang mereka miliki. Peraturan ini berjalan hingga tahun 1973, ketika Mahkamah Distrik Amerika Serikat melarang peraturan ini sebagai aksi monopoli.[6]

Pada tahun 1965, Holiday Inn meluncurkan Holidex, jasa reservasi hotel berbasis teleprinter. Dua tahun kemudian, mereka mendirikan pusat panggilan untuk usaha mereka pasca peluncuran nomor telepon bebas pulsa oleh AT&T.[7] Kesuksesan Holiday Inn sebagai "The Nation's Innkeeper" (Pemilik Penginapan Negara) menetapkan standar baru pada industri perhotelan tingkat ekonomi Amerika Serikat, dan memberi tekanan pada pesaing seperti Ramada Inn, Quality Inn, Howard Johnson, dan Best Western. Sebagai contoh, Holiday Inn merupakan jaringan hotel pertama yang mempunyai fasilitas kolam renang di seluruh properti yang mereka kelola, suatu ciri khas yang lantas ditiru oleh perusahan-perusahaan lain hingga menjadi sebuah hal wajar dalam industri perhotelan sekarang.[4]

Antara tahun 1963 dan 1982, Holiday Inn menjalin kerjasama dengan perusahaan minyak Gulf Oil untuk mendirikan pom bensin Gulf Oil yang berdampingan dengan properti Holiday Inn. Sebagai imbalan, Holiday Inn menerima penggunaan kartu kredit Gulf Oil dalam transaksi hotel. Kerja sama ini mengalami kesuksesan hingga krisis minyak 1973.[8]

Selain merek utama Holiday Inn, perusahaan ini juga memiliki merek Crowne Plaza (sempalan Holiday Inn dengan tingkat lebih tinggi), Embassy Suites (merek hotel bergaya apartemen kelas atas), Homewood Suites (merek hotel bergaya apartemen kelas menengah), dan Hampton Inn (merek hotel budget). Pada tahun 1980, mereka membeli Harrah's Entertainment, pengelola kasino asal Nevada, seharga $300 juta. Di luar bisnis perhotelan, Holiday Inn juga memiliki usaha universitas, gedung pertemuan, bandar udara, panti jompo, bus, kapal, dan rumah produksi televisi. Pada tahun 1985, mereka berganti nama menjadi Holiday Corporation, untuk melambangkan penjabaran perusahaan di luar merek Holiday Inn.[9]

Pada tahun 1988, Wilson memutuskan untuk menjual sebagian besar aset Holiday Corporation ke Bass PLC asal Britania Raya. Sisa aset yang tidak dijual, yakni Embassy Suites, Homewood Suites, Hampton Inn, dan Harrah's Entertainment, dipisahkan menjadi perusahaan baru bernama Promus Companies Incorporated.[10] Dibawah Bass, merek Holiday Inn Express diluncurkan pada tahun 1990 untuk properti-properti Holiday Inn yang mematok harga lebih terjangkau. Saat ini, Holiday Inn Express memiliki jumlah properti terbanyak di antara merek-merek saudaranya.[11] Sejak tahun 2003, Bass PLC dikenal dengan nama InterContinental Hotels Group, menyesuaikan merek paling menonjol mereka, InterContinental Hotels & Resorts.

Logo

  • 1985–1990
    1985–1990
  • 1983–2007
    1983–2007
  • 2007–sekarang
    2007–sekarang

Referensi

  1. "Supplementary Information" (PDF). International Hotels Group. Maret 31, 2009. Diakses tanggal Juni 6, 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Holiday Inn Express information page".
  3. "Holiday Inn information page".
  4. 1 2 "How Holiday Inn revolutionized 20th century travel". CNN. Diakses tanggal 3 Februari 2024.
  5. Rob Baker (4 Desember, 2014). "Twenty Humdrum Holiday Inn Postcards from the Fifties and Sixties". Flashbak.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. "Holiday Inns corp. found guilty of monopoly practices". The Daily Journal. 6 September, 1973. hlm. 4. Diakses tanggal 3 Februari 2024.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  7. "HNN - Hoteliers bid adieu as Holidex checks out". Hotelnewsnow.com. Diarsipkan dari asli tanggal 4 Juli 2017. Diakses tanggal 14 April 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. "Holiday Inns to Stop Accepting Gulf Cards". The Washington Post. Diakses tanggal 3 Februari 2024.
  9. "HOLIDAY INNS ASKS NAME CHANGE". Chicago Tribune. Diakses tanggal 3 Februari 2024.
  10. "British Firm to Buy Holiday Inn". Los Angeles Times. Diakses tanggal 3 Februari 2024.
  11. Wade, Betsy (16 Desember 1990). "On the Road, Sleeping for Less". The New York Times.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Holiday Inn.
Accor
Artotel
Ascott
Hilton
Hyatt
InterContinental
Jinjiang
Marriott
Okura Nikko
Santika Indonesia
Wyndham
Lainnya
Tutup
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan