Minggu, 20 September 2026
22:26 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Guru Patimpus

Guru Patimpus

pendiri Kota Medan

Ini adalah nama Batak Karo, marganya adalah Sembiring Pelawi.
Guru Patimpus Sembiring Pelawi
Monumen Guru Patimpus Sembiring Pelawi.
Lahirca1540
Aji Jahe, Taneh Karo
Meninggal1 Juli 1590(1590-07-01) (umur 49–50)
Tempat peristirahatanLama, Hamparan Perak, Deli Serdang[1]
3°44′25.13″N 98°35′49.96″E / 3.7403139°N 98.5972111°E / 3.7403139; 98.5972111 (Makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi)
MonumenPetisah Tengah, Medan Petisah, Medan
3°35′29.24″N 98°40′16.03″E / 3.5914556°N 98.6711194°E / 3.5914556; 98.6711194 (Monumen Guru Patimpus Sembiring Pelawi)
Dikenal karenaPendiri Kota Medan
AgamaIslam
(sebelumnya Pemena)[2]
Pasangan
  • beru Sinuhaji Rumah Julu
  • beru Sinuhaji Rumah Jahe
  • beru Peranginangin Bangun
  • beru Tarigan
Anak
  • Dari beru Peranginangin Bangun:
    • Bagelit
  • Dari beru Tarigan:
    • Kolok
    • Kecik
Orang tuaTuan Si Raja Hita (ayah)[3]

Guru Patimpus Sembiring Pelawi (lahir di Aji Jahe, Taneh Karo, ca1540–1 Juli 1590) adalah pendiri Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia, yang diambil dari kata "madan" yang berarti "sembuh" dalam bahasa Batak Karo.

Sebelum Guru Patimpus Sembiring Pelawi memeluk agama Islam, ia adalah seorang yang mempunyai kepercayaan Pemena. Guru Patimpus Sembiring Pelawi menikah dengan seorang putri Raja Pulo Brayan dan mempunyai dua anak laki-laki, masing-masing bernama Kolok dan Kecik.

Setelah menikah, Guru Patimpus Sembiring Pelawi dan istrinya membuka kawasan hutan di antara Sungai Deli dan Sungai Babura yang kemudian menjadi Kampung Medan. Tanggal kejadian ini biasanya disebut sebagai 1 Juli 1590, yang kini dirayakan sebagai hari jadi Kota Medan, hari lahir Kota Medan, dan hari ulang tahun Kota Medan.

Kota Medan

Artikel utama: Sejarah Kota Medan

Kota Medan didirikan pada 1 Juli 1590 oleh Guru Patimpus. Kota ini berawal dari sebuah kampung yang bernama Kampung Medan Putri. Selanjutnya, kampung ini yang akan menjadi cikal bakal kota. Guru Patimpus adalah seorang putra Karo bermarga Sembiring Pelawi dan beristrikan seorang putri Datuk Pulo Brayan. Nama Medan sendiri berasal dari kata "madan" yang berarti menjadi sehat (sembuh) atau lebih baik.[4]

Sepuluh Dua Kuta Hamparan Perak

Selain membuka Kota Medan, ia juga mendirikan sebuah kedatukan yang dikenal dengan Kedatukan Sapuluh Dua Kuta Hamparan Perak. Hamparan Perak merupakan nama sebuah kecamatan, sekaligus nama sebuah desa yang berada di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Datangnya Guru Patimpus ke dataran rendah membuktikan bahwa sejak dahulu sudah ada hubungan antara orang dataran rendah dan dataran tinggi, terutama dalam hal perdagangan. Kedatangan Guru Patimpus ke dataran rendah membawa pengaruh yang cukup besar, yaitu pada masyarakat Melayu Deli dan juga masyarakat Batak Karo.

Perpindahan yang dilakukan masyarakat Karo dari dataran tinggi menuju ke dataran rendah menurut J.H. Neumann karena adanya desakan dari orang-orang India Tamil yang datang dari arah Singkil dan Barus yang masuk ke dalam Taneh Karo, yang karena itu juga marga Sembiring diusir dari Aceh. Kemungkinan lain yaitu karena tanah dataran rendah lebih subur daripada di dataran tinggi.[4]

Galeri

  • Patung Guru Patimpus Sembiring Pelawi.
    Patung Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

Referensi

  1. Pencawan, Yoseph (14 April 2023). "Ijeck Prihatin Melihat Kondisi Makam Pendiri Kota Medan". Media Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 29 Juli 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Simanjuntak, Batara Sangti (1978). Sejarah Batak. K. Sianipar Company. hlm. 217. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-20. Diakses tanggal 29 Juli 2023.
  3. Pelly, Usman (1984). Sejarah Sosial Daerah Sumatra Utara Kotamadya Medan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional. hlm. 5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-28. Diakses tanggal 28 Juli 2023.
  4. 1 2 Tanjung, Mhd. Rusdi; Nawawi, Hafiz Fahry (2020). "Animasi 2D Reinterpretasi Sejarah Guru Patimpus Pendiri Kota Medan". Jurnal FSD. 1 (1): 103–116. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-10. Diakses tanggal 12 Juli 2021.

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan