Rabu, 23 September 2026
08:56 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Gas ideal

Gas ideal

Termodinamika
250px-Carnot_heat_engine_2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Gas ideal adalah gas teoretis yang terdiri dari partikel-partikel titik yang bergerak secara acak dan tidak saling berinteraksi.[1] Hukum dasar dari gas ideal yaitu hukum Boyle-Mariotte, yang dirumuskan bersama oleh Robert Boyle (1627-1691) dan Edme Mariotte (1620-1684).[2] Konsep gas ideal sangat berguna karena memenuhi hukum gas ideal, sebuah persamaan keadaan yang disederhanakan, sehingga dapat dianalisis dengan mekanika statistika.

Pada kondisi normal seperti temperatur dan tekanan standar, kebanyakan gas nyata berperilaku seperti gas ideal. Banyak gas seperti nitrogen, oksigen, hidrogen, gas mulia dan karbon dioksida dapat diperlakukan seperti gas ideal dengan perbedaan yang masih dapat ditolerir.[3] Secara umum, gas berperilaku seperti gas ideal pada temperatur tinggi dan tekanan rendah,[3] karena kerja yang melawan gaya intermolekuler menjadi jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan energi kinetik partikel, dan ukuran molekul juga menjadi jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan ruangan kosong antar molekul.

Model gas ideal tak dapat dipakai pada suhu rendah atau tekanan tinggi, karena gaya intermolekuler dan ukuran molekuler menjadi penting. Model gas ideal juga tak dapat dipakai pada gas-gas berat seperti refrigeran atau gas dengan gaya intermolekuler kuat, seperti uap air. Pada beberapa titik ketika suhu rendah dan tekanan tinggi, gas nyata akan menjalani fase transisi menjadi liquid atau solid. Model gas ideal tidak dapat menjelaskan atau memperbolehkan fase transisi. Hal ini dapat dijelaskan dengan persamaan keadaan yang lebih kompleks.

Sifat

Gas ideal merupakan partikel gas yang dicirikan dengan jumlah sangat banyak, tetapi antarpartikel tidak terjadi gaya tarik menarik sama sekali. Setiap partikel gas selalu bergerak secara acak dengan arah sembarang. Ukuran ruangan tidak dijadikan acuan untuk membandingkan ukuran partikel gas, karena ukuran partikel gas ideal jauh lebih kecil daripada jarak atar partikel. Partikel gas ideal yang mengalami tumbukan yang bersifat lenting sempurna akan mengalami penyebaran secara merata pada seluruh ruang dengan jumlah yang banyak. Hukum gerak Newton berlaku selama penyebaran berlangsung. Sifat dari gas ideal tidak ditemukan sama persis pada gas apapun, tetapi gas yang mendekati sifat ini adalah gas yang berada pada temperatur tinggi dan tekanan rendah atau gas pada kondisi jauh di atas titik kritis dalam diagram P-T.[4]

Gas ideal termodinamika klasik

Karakteristik termodinamika gas ideal dapat dijelaskan dengan 2 persamaan: Persamaan keadaan gas ideal adalah hukum gas ideal

P V = n R T {\displaystyle PV=nRT\,} {\displaystyle PV=nRT\,}

Persamaan ini diturunkan dari Hukum Boyle: V = k / P {\displaystyle V=k/P} {\displaystyle V=k/P} (pada n dan T konstan); Hukum Charles: V = b T {\displaystyle V=bT} {\displaystyle V=bT} (pada P dan n konstan); dan Hukum Avogadro: V = a n {\displaystyle V=an} {\displaystyle V=an} (pada P dan T konstan). Dengan menggabungkan ketiga hukum tersebut, maka menjadi 3 V = k b a ( T n P ) {\displaystyle 3V=kba\left({\frac {Tn}{P}}\right)} {\displaystyle 3V=kba\left({\frac {Tn}{P}}\right)} yang artinya V = ( k b a 3 ) ( T n P ) {\displaystyle V=\left({\frac {kba}{3}}\right)\left({\frac {Tn}{P}}\right)} {\displaystyle V=\left({\frac {kba}{3}}\right)\left({\frac {Tn}{P}}\right)}.

Pada kondisi ideal, V = R ( T n P ) {\displaystyle V=R\left({\frac {Tn}{P}}\right)} {\displaystyle V=R\left({\frac {Tn}{P}}\right)} ; maka, P V = n R T {\displaystyle PV=nRT} {\displaystyle PV=nRT}.

Energi dalam gas ideal dinyatakan dengan:: U = c ^ V n R T {\displaystyle U={\hat {c}}_{V}nRT} {\displaystyle U={\hat {c}}_{V}nRT}

dengan

  • P {\displaystyle P} {\displaystyle P} tekanan
  • V {\displaystyle V} {\displaystyle V} volume
  • n {\displaystyle n} {\displaystyle n} jumlah substansi gas dalam mol
  • R {\displaystyle R} {\displaystyle R} konstanta gas
  • T {\displaystyle T} {\displaystyle T} temperatur mutlak
  • k {\displaystyle k} {\displaystyle k} konstanta Hukum Boyle
  • b {\displaystyle b} {\displaystyle b} konstanta proporsional, sama dengan V / T {\displaystyle V/T} {\displaystyle V/T}
  • a {\displaystyle a} {\displaystyle a} konstanta proporsional, sama dengan V / n {\displaystyle V/n} {\displaystyle V/n}
  • U {\displaystyle U} {\displaystyle U} energi dalam
  • c ^ V {\displaystyle {\hat {c}}_{V}} {\displaystyle {\hat {c}}_{V}} kapasitas panas spesifik pada volume konstan, ≈ 3/2 untuk gas monoatom, 5/2 untuk gas diatom dan 3 untuk molekul lain yang lebih kompleks. Untuk mengubah dari besaran makroskopik ke mikroskopik, maka digunakan
n R = N k B   {\displaystyle nR=Nk_{B}\ } {\displaystyle nR=Nk_{B}\ }

dengan

  • N {\displaystyle N} {\displaystyle N} adalah jumlah partikel gas
  • k B {\displaystyle k_{B}} {\displaystyle k_{B}} adalah konstanta Boltzmann (1.381×10−23J·K−1).

Kemungkinan distribusi partikel dari kecepatan atau energi dapat menggunakan distribusi kecepatan Maxwell.

Hukum ideal gas adalah lanjutan dari hukum gas yang ditemukan secara percobaan. Fluida nyata pada densitas rendah dan temperatur tinggi hampir mengikuti hukum gas ideal. Namun, pada temperatur rendah atau densitas tinggi, fluida nyata mengalami penyimpangan jauh dari sifat gas ideal, terutama karena terkondensasi menjadi liquid atau terdeposisi menjadi padat. Penyimpangan ini dinyatakan dalam faktor kompresibilitas.

Model gas ideal mengikuti asumsi berikut ini:

  • Molekul gas tidak dibedakan, berukuran kecil, dan berbentuk bola
  • Semua tabrakan antar gas bersifat elastis dan semua gerakannya tanpa friksi (tidak ada energi hilang pada gerakan atau tabrakan)
  • Menggunakan hukum Newton
  • Jarak rata-rata antar molekul jauh lebih besar daripada ukuran molekul
  • Molekul secara konstan bergerak pada arah acak dengan distribusi kecepatan
  • Tidak ada gaya atraktif atau repulsif antara molekul atau sekitarnya

Referensi

  1. Nur, Muhammad (2011). Fisika Plasma dan Aplikasinya (PDF). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. hlm. 78. ISBN 978-979-097-093-9. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-05-30. Diakses tanggal 2021-01-05.
  2. Suprapto dan Widodo S. (2017). Pengenalan Teknologi Vakum (PDF). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. 2. ISBN 978-602-229-765-9. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-08-27. Diakses tanggal 2021-01-05.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)
  3. 1 2 Cengel, Yunus A.; Boles, Michael A. (2001). Thermodynamics: An Engineering Approach (Edisi Fourth). hlm. 89. ISBN 0-07-238332-1.
  4. Yuberti (2013). Konsep Materi Fisika Dasar 2 (PDF). Bandar Lampung: Anugrah Utama Raharja (AURA). hlm. 49. ISBN 978-602-1297-30-8. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2023-04-10. Diakses tanggal 2021-01-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan