Minggu, 08 November 2026
23:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Refrigeran

Refrigeran

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai tata bahasa, gaya penulisan, hubungan antarparagraf, nada penulisan, atau ejaan. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
Untuk nama refrigeran, lihat Freon.
Can_of_DuPont_R-134a_refrigerant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Refrigeran dengan merek DuPont

Refrigeran (atau secara informal disebut Freon, mengikuti nama merek), adalah fluida kerja yang digunakan pada siklus pendinginan dalam sistem penyejuk udara serta pada pompa kalor. Zat ini sering kali mengalami perubahan wujud zat berulang dari cairan menjadi gas serta sebaliknya. Refrigeran sangat diatur penggunaannya karena memiliki sifat beracun, mudah terbakar, serta beberapa jenis refrigeran yang sering digunakan juga berdampak besar terhadap penipisan ozon serta perubahan iklim.[1]

Penggunaan refrigeran dalam sistem Direct Expansion (DX) untuk mentransfer kalor energi dari satu lingkungan ke lingkungan lain, biasanya dari dalam gedung ke luar (atau sebaliknya) umumnya dikenal sebagai "penyejuk ruangan" atau "pompa kalor".

Sifat

Refrigeran yang ideal memiliki sifat termodinamika yang baik, nonkorosif terhadap komponen mekanis, aman termasuk kebebasan dari toksisitas dan mudah terbakar. Ia tidak akan menyebabkan penipisan ozon atau perubahan iklim karena cairan yang berbeda memiliki sifat yang diinginkan dalam derajat yang berbeda, pilihannya adalah masalah tarik ulur.

Sifat termodinamika yang diinginkan adalah suatu titik didih yang agak di bawah suhu target, panas penguapan yang tinggi, massa jenis yang moderat dalam bentuk cair, massa jenis yang relatif tinggi dalam bentuk gas, dan suhu kritis yang tinggi. Hal ini karena titik didih dan massa jenis gas dipengaruhi oleh tekanan, refrigeran yang dapat dibuat untuk suatu aplikasi melalui pilihan tekanan operasi yang sesuai.

Isu lingkungan

Sifat lembap kebanyakan halon, klorofluorokarbon (CFC), dan hidroklorofluorokarbon (HCFC) terutama CFC-11 dan CFC-12 membuat mereka menjadi pilihan yang lebih disukai di antara refrigeran lain selama bertahun-tahun karena sifatnya yang tidak mudah terbakar dan tidak beracun. Namun, stabilitas mereka di atmosfer dan korelasi mereka terhadap potensi pemanasan global dan potensi penipisan ozon menimbulkan kekhawatiran penggunaannya. Hal ini menyebabkan pergantian dengan Hidrofluorokarbon (HFC) dan PFC. HFC-134a dipandang lebih baik karena tidak menyebabkan penipisan ozon dan memiliki potensi pemanasan global yang lebih rendah. Namun, refrigeran ini masih memiliki potensi pemanasan global ribuan kali lebih besar daripada CO2. Oleh karena itu, saat ini penggunaan HFO-1234yf lebih disarankan di pasaran karena memiliki potensi pemanasan global yang berasal dari CO2.

Beberapa refrigeran lainnya seperti propana dan amonia tidak bersifat lembap, mudah terbakar, ataupun beracun jika dilepaskan. Urutan potensi penipisan ozon dari yang tertinggi sampai terendah adalah: Bromoklorofluorokarbon, CFC, kemudian HCFC. Refrigeran baru yang lebih aman untuk lingkungan telah dikembangkan pada awal abad ke-21, tetapi penerapannya tertunda karena kekhawatiran terhadap sifat beracun dan mudah terbakar.[2]

Saat ini, sudah ada berbagai refrigeran yang ramah lingkungan, seperti R32, R410A, R407C dan R134A.

Referensi

  1. ↑ "High GWP refrigerants". California Air Resources Board. Diakses tanggal 13 Februari 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Rosenthal, Elisabeth; Lehren, Andrew (Juni 20, 2011). "Relief in Every Window, but Global Worry Too". New York Times. Diakses tanggal Juni 21, 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan