Minggu, 20 September 2026
21:57 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Frenulum penis

Frenulum penis

Frenulum kulup
330px-Frein_du_pr%C3%A9puce.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rincian
Pengidentifikasi
Bahasa LatinFrenulum praeputii penis
TA98A09.4.01.012
TA23676
FMA19647
Daftar istilah anatomi

Frenulum kulup, sering kali hanya disebut frenulum saja, adalah pita jaringan elastis di bawah kepala penis yang terhubung ke kulup hingga mukosa vernal, berfungsi membantu kulup menutup kepala penis saat mengkerut.[1] Dalam kasus frenulum yang pendek atau agar keseluruhan kepala penis terpapar secara bebas, frenulum kulup dapat dipotong sebagian atau seluruhnya.[2][3][4]

Kepekaan

Frenulum kulup dan delta frenular di sisi ventral penis di bawah korona dianggap sebagai bagian penis yang segera bereaksi terhadap rangsang dan utamanya peka terhadap sentuhan ringan dan lembut. Sisi ventral batang penis yang ada di bawah korona merupakan sumber kenikmatan yang istimewa.[5] Crooks dan Baur mendapati bahwa dua bagian tubuh laki-laki yang sangat peka terhadap rangsang adalah korona dan frenulum kulup.[6] Rangsangan yang berulang di bagian tersebut menyebabkan orgasme dan ejakulasi pada beberapa laki-laki.

Pada laki-laki yang mengalami cedera sumsum tulang belakang sehingga sensasi yang ditimbulkan tidak dapat diantar ke otak, frenulum kulup yang berada tepat di bawah kepala penis dapat dirangsang untuk menghasilkan orgasme dan respons pengiring ejakulasi.[7][8]

Frenektomi

Frenektomi atau bedah frenulum kulup dilakukan dengan memotong frenulum kulup untuk menangani masalah frenulum pendek.[9] Frenulum kulup dapat juga terpotong saat sunat yang bisa jadi ikut mengurangi ukuran delta frenular. Tiga survei menunjukkan bahwa 20%, 26,7%, dan 33,33% frenulum kulup terpotong saat sunat.[9][10]

  • Frenulum kulup yang telah dicabangkan melalui frenuloplasti saat sunat.
    Frenulum kulup yang telah dicabangkan melalui frenuloplasti saat sunat.
  • Frenulum kulup yang telah dipotong sebagian.
    Frenulum kulup yang telah dipotong sebagian.
  • Frenulum kulup yang telah dipotong seluruhnya melalui frenektomi.
    Frenulum kulup yang telah dipotong seluruhnya melalui frenektomi.

Lihat pula

Referensi

  1. Jensen, Christian (2011). Can I Just Ask?. Hay House. hlm. 58. ISBN 9781848502468.
  2. Griffin, A.S.; Kroovand, R. (1990). "Frenular Chordee: Implications and Treatment". Urology. 35 (2): 133–4. doi:10.1016/0090-4295(90)80060-Z. PMID 2305537.
  3. Preiser, G.; Herschel, M.; Bartman, T.; Andersson, C.; Bailis, S.A.; Shechet, R.J.; Tanenbaum, B.; Kunin, S.A.; Hodges, F.M.; Fleiss, P.M.; Antonopoulos, J.; Rockney, R.; Taylor, A.; Stang, H.; Snellman, L.; Fontaine, P.; Condon, L.M.; Lannon, C.M. (2000). "Circumcision: The Debates Goes On". Pediatrics. 105 (3 Pt 1): 681–684. doi:10.1542/peds.105.3.681. PMID 10733391.
  4. "Neonatal Circumcision: An Audiovisual Primer". Stanford School of Medicine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2010-06-26. Diakses tanggal 2014-07-24.
  5. Hass, K.; Hass, A. (1993). Understanding Sexuality. St. Louis: Mosby. hlm. 99–100. ISBN 0801667488. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-07-25. Diakses tanggal 2014-07-24.
  6. Crooks, R.; Baur, K. (1993). Our Sexuality (Edisi ke-5). Redwood City: Benjamin/Cummings. hlm. 129. ISBN 0-534-59567-7.
  7. Saulino, Michael F. (2006). "Rehabilitation of Persons With Spinal Cord Injuries". WebMD. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-12-02. Diakses tanggal 2014-07-24.
  8. Pryor, JL; Leroy, Suzanne C.; Nagel, Theodore C.; Hensleigh, Hugh C. (1995). "Vibratory Stimulation for Treatment of Anejaculation in Quadriplegic Men". Archives of Physical Medicine and Rehabilitation. 76 (1): 59–64. doi:10.1016/S0003-9993(95)80044-1. PMID 7811177.
  9. 1 2 Griffin A.S., Kroovand R.L. (1990). "Frenular Chordee: Implications and Treatment". Urology. 35 (2): 133–4. doi:10.1016/0090-4295(90)80060-Z. PMID 2305537.
  10. "Frenular Chordee" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2009-03-20. Diakses tanggal 2014-07-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan