
Film laga atau film aksi adalah genre film yang secara dominan menampilkan adegan kejar-kejaran, perkelahian, baku tembak, ledakan, dan aksi laga.[2] Perdebatan akademis mengenai apa yang mendefinisikan film aksi telah berlangsung sejak 1980-an. Beberapa pakar seperti David Bordwell berpendapat bahwa film aksi lebih menekankan tontonan dibandingkan alur cerita, sementara Geoff King menyatakan bahwa tontonan justru dapat selaras dengan narasi. Film aksi sering kali hadir sebagai hibrida dengan genre lain, berpadu dengan bentuk seperti komedi, film fiksi ilmiah, dan film horor.
Istilah "film aksi" atau "film petualangan aksi" sudah digunakan sejak 1910-an, tetapi definisi kontemporer biasanya merujuk pada film yang muncul bersamaan dengan era Hollywood Baru dan kemunculan antihero dalam film Amerika akhir 1960-an dan 1970-an yang banyak terinspirasi dari film perang, film kriminal, dan western. Genre ini kemudian diikuti oleh apa yang disebut sebagai "periode klasik" pada 1980-an. Setelah itu muncul era pascaklasik, ketika film aksi Amerika dipengaruhi oleh sinematografi aksi Hong Kong serta meningkatnya penggunaan gambar hasil komputer dalam film. Pasca Serangan 11 September, terjadi kembalinya bentuk awal genre ini melalui film seperti Kill Bill dan The Expendables.
Scott Higgins menulis pada 2008 dalam Cinema Journal bahwa film aksi merupakan salah satu genre paling populer sekaligus paling sering dikritik dalam sinema kontemporer, dengan menyatakan bahwa "dalam wacana arus utama, genre ini kerap dicemooh karena lebih mengutamakan tontonan dibandingkan narasi yang terstruktur."[3] Bordwell menggemakan hal ini dalam bukunya The Way Hollywood Tells It, dengan menulis bahwa penerimaan terhadap genre ini dianggap sebagai "lambang dari apa yang paling buruk dilakukan Hollywood."[4]
Karakteristik
Dalam Journal of Film and Video, Lennart Soberson menyatakan bahwa genre film aksi telah menjadi bahan perdebatan akademis sejak 1980-an.[5] Soberson menulis bahwa ciri berulang dari genre ini mencakup adegan kejar-kejaran, perkelahian, baku tembak, ledakan, dan aksi laga, sementara pakar lain menilai ada ciri mendasar lain yang turut mendefinisikan genre ini.[5] David Bordwell dalam The Way Hollywood Tells It menulis bahwa penonton "diberitahu bahwa tontonan mengalahkan narasi" dalam sinema aksi, sementara Wheeler Winston Dixon menilai film-film ini ditandai oleh "tontonan berlebihan" sebagai "upaya putus asa untuk menutupi kekurangan isi."[4][6] Geoff King berargumen bahwa tontonan justru dapat menjadi sarana narasi, bukan mengganggunya.[7] Soberson menyatakan bahwa Harvey O'Brien memiliki "pemahaman paling meyakinkan tentang genre ini", dengan menyebut film aksi "paling tepat dipahami sebagai perpaduan bentuk dan isi. Ia merepresentasikan gagasan dan etika aksi melalui bentuk yang menempatkan gerakan, agitasi, dan dinamika sebagai hal utama."[5]
O'Brien menulis lebih lanjut dalam bukunya Action Movies: The Cinema of Striking Back bahwa film aksi bersifat unik dan bukan sekadar rangkaian adegan laga, dengan mencontohkan perbedaan antara Raiders of the Lost Ark (1981) dan Die Hard (1988). Keduanya memang blockbuster Hollywood dengan tokoh utama yang menegaskan maskulinitas dan mengatasi rintangan demi solusi pribadi maupun sosial, tetapi John McClane dalam Die Hard yang berulang kali menembakkan pistol otomatis sambil bergelantungan di gedung tinggi tidak sejalan dengan citra Indiana Jones dalam Raiders yang mengayunkan cambuk untuk melawan penjahat di jalanan Kairo.[8] Penulis dan akademisi Inggris Yvonne Tasker memperluas topik ini dengan menyatakan bahwa film aksi tidak memiliki ikonografi atau latar yang jelas dan konsisten. Dalam bukunya The Hollywood Action and Adventure Film (2015), ia menemukan bahwa tema yang paling konsisten biasanya berupa pencarian tokoh untuk bebas dari penindasan, seperti pahlawan yang mengalahkan musuh atau rintangan melalui konflik fisik, biasanya melawan manusia lain atau lawan dari luar angkasa.[9]
Menjelang akhir 2010-an, kajian analisis genre menunjukkan bahwa istilah "genre" sendiri sering diganti atau dilengkapi dengan kata "mode" dan "bentuk naratif", dengan ketiganya sering digunakan secara bergantian.[10] Johan Höglund dan Agnieszka Soltysik Monnet menyatakan bahwa perbedaan konsep ini sulit dipahami, tetapi genre dapat didefinisikan sebagai bagian dari momen historis dan budaya tertentu, sementara "mode" dan "bentuk" merujuk pada pola yang lebih luas yang berlaku lintas sejarah dan budaya.[10] Dalam buku mereka Action Cinema Since 2000 (2024), Tasker, Lisa Purse, dan Chris Holmlund menyatakan bahwa memandang aksi sebagai sebuah mode lebih bermanfaat dibandingkan menganggapnya sebagai genre.[11] Ketiga penulis tersebut berpendapat bahwa aksi membingkai cara tertentu dalam pembuatan dan penontonan film yang melampaui genre tanpa menghapusnya, dengan menyebutkan bahwa situs seperti IMDb dan Wikipedia jarang memberi label film dengan satu genre saja, dan layanan streaming seperti Amazon Prime dan Netflix juga cenderung mencairkan kategori yang dipasarkan dan diterima sebagai film aksi.[11]
Subgenre
Genre hibrida
Film laga kerap beririsan dengan genre lain. Tasker menulis bahwa film sering kali diberi label sebagai laga triler (action thriller), laga fantasi (action-fantasy), atau laga petualangan (action-adventure) dengan nuansa yang berbeda.[12] Istilah laga dan petualangan kerap digunakan dalam bentuk hibrida atau bahkan dipakai secara bergantian.[13] Bersama Holmund dan Purse, Tasker berpendapat bahwa keluasan cakupan film laga membuat kategorisasi menjadi rumit; meskipun genre ini sering dibicarakan sebagai satu kesatuan, jarang sekali ia diperlakukan sebagai gaya tunggal.[14]
Penulis naskah sekaligus akademisi Jule Selbo memperluas pembahasan ini dengan menyatakan bahwa penyebutan film sebagai "kejahatan/laga" atau "laga/kejahatan" maupun bentuk hibrida lainnya "hanyalah latihan semantik" karena kedua genre sama-sama penting dalam tahap konstruksi naratif.[15] Mark Bould dalam A Companion to Film Noir (2013) menekankan bahwa penggunaan banyak label genre merupakan hal lazim dalam ulasan film. Ulasan tersebut jarang berfokus pada deskripsi ringkas yang menonjolkan bentuk atau isi film, dan tidak lebih dari sekadar menunjukkan bagaimana unsur-unsur tersebut berpadu.[16][17]
Film bela diri
Dalam film berbahasa Tionghoa, wuxia dan kung fu merupakan istilah khusus untuk genre tertentu, sedangkan bela diri adalah istilah umum yang merujuk pada berbagai jenis film yang menampilkan seni bela diri.[18]
Wuxia
Film wuxia adalah genre tertua dalam sinema Tiongkok.[19] Stephen Teo menulis dalam bukunya tentang Wuxia bahwa tidak ada terjemahan bahasa Inggris yang memadai untuk istilah tersebut, meskipun dalam kajian kritis sering disebut sebagai "film laga pedang". Istilah ini berasal dari kata Tionghoa wu yang berarti sifat militer atau bela diri, dan xia yang berarti kesatria, keberanian, serta sifat kepahlawanan.[18] Istilah wuxia masuk ke budaya populer melalui serialisasi Jianghu qixia zhuan (1922).[20] Dalam wuxia, penekanan terletak pada sikap kesatria dan keadilan, serta memungkinkan adanya aksi fantasi yang lebih luas dibandingkan film kung fu yang lebih berfokus pada pertarungan berbasis darat.[21]
Film kung fu
Film kung fu muncul pada 1970-an dari tradisi wuxia atau film laga pedang.[18][22] Namanya berasal dari istilah Kanton gong fu, yang memiliki dua makna: usaha fisik yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, serta kemampuan dan keterampilan yang diperoleh seiring waktu.[23] Film pada masa itu mencerminkan iklim budaya dan sosial saat itu, misalnya dengan menghadirkan kekuatan imperialis Jepang atau Barat sebagai lawan.[22]
Dibandingkan dengan film wuxia, fokus film kung fu lebih pada seni bela diri daripada sikap kesatria.[24] Genre film bela diri sempat menurun pada pertengahan 1970-an di Hong Kong akibat krisis pasar saham, dari lebih 150 film pada 1972 menjadi hanya sekitar 80 film pada 1975, yang menyebabkan produksi film bela diri merosot. Ketika ekonomi mulai pulih, tren baru film bela diri muncul, yaitu film kung fu Shaolin, yang memicu kebangkitan kembali genre ini.[25] Berbeda dengan wuxia, film kung fu terutama menampilkan pertarungan di darat.[21] Walaupun tokoh utama dalam film kung fu sering menunjukkan sikap kesatria, mereka umumnya berasal dari aliran bela diri yang berbeda, yaitu wudang dan shaolin.[18][21]
Aktor/aktris ternama

Beberapa aktor ternama dalam film laga antara lain:
- Sylvester Stallone
- Arnold Schwarzenegger
- Iko Uwais
- Bruce Willis
- Steven Seagal
- Dolph Lundgren
- Jean-Claude Van Damme
- Wesley Snipes
- Jackie Chan
- Donny Alamsyah
- Jason Statham
- Vin Diesel
- Joe Taslim
- Angelina Jolie
- Nicolas Cage
- Jason Momoa
- Robert Downey Jr
- Morgan freeman
- Samuel L. Jackson
- Chris Evans
- Chris Hemsworth
- Ben Affleck
- Tyrese Gibson
- Mel Gibson
- Jet Li
- Brad Pitt
- Johnny Depp
- Jeremy Renner
- Orlando Bloom
- Guy Pearce
- Tom Cruise
- Keanu Reeves
- Mickey Rourke
- Paul Walker
- Mark Wahlberg
- Michelle Rodriguez
- Antonio Banderas
- Liam Neeson
- Christian Bale
- Henry Cavill
- Gerard Butler
- Karl Urban
Sub genre
- Laga komedi
- Skenario 'Die Hard'[26]
- Girls with guns
Lihat juga
Referensi
- ↑ Kendrick 2019, hlm. 36.
- ↑ "25 Film Action Terbaik dengan Rating Tertinggi, Penyuka Laga Wajib Nonton". trending. Diakses tanggal 2026-01-01.
- ↑ Higgins 2008, hlm. 74.
- 1 2 Bordwell 2006, hlm. 104.
- 1 2 3 Soberson 2021, hlm. 19.
- ↑ Dixon 2000, hlm. 4.
- ↑ King 2000, hlm. 4.
- ↑ O'Brien 2012, hlm. 6.
- ↑ Tasker 2015, hlm. 2.
- 1 2 Höglund & Soltysik Monnet 2018, hlm. 1302.
- 1 2 Holmlund, Purse & Tasker 2024, hlm. 1.
- ↑ Tasker 2004, hlm. 3-4.
- ↑ Tasker 2015, hlm. 17.
- ↑ Holmlund, Purse & Tasker 2024, hlm. 2.
- ↑ Selbo 2014, hlm. 229–232.
- ↑ Bould 2013, hlm. 34.
- ↑ Bould 2013, hlm. 44.
- 1 2 3 4 Teo 2016, hlm. 2.
- ↑ Teo 2016, hlm. 1.
- ↑ Teo 2016, hlm. 3.
- 1 2 3 Teo 2016, hlm. 4.
- 1 2 Yip 2017, hlm. 26.
- ↑ Yip 2017, hlm. 48.
- ↑ Teo 2016, hlm. 4-5.
- ↑ Yip 2017, hlm. 49.
- ↑ Breznican, Anthony (3 Agustus 2006). "Die Hard series coming back to life". USA Today. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-07-27. Diakses tanggal Juli 10, 2010.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- Action Flick Chick Diarsipkan 2023-06-07 di Wayback Machine.
- Filmbug: Action Movies Diarsipkan 2023-05-29 di Wayback Machine.
- IMDB Top Rated Action Titles Diarsipkan 2012-08-11 di Wayback Machine.
- The Ruthless Guide to 80s Action Diarsipkan 2022-12-08 di Wayback Machine.
- CNN: 10 Things Action Movies Teach Us Diarsipkan 2021-07-08 di Wayback Machine.
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
Artikel bertopik film ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |