Minggu, 20 September 2026
12:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Film fiksi ilmiah

Film fiksi ilmiah

genre film

250px-Maschinenmensch_in_a_scene_from_Metropolis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Maschinenmensch dalam sebuah adegan dari film Metropolis. Foto ini dibuat oleh Horst von Harbou.

Film fiksi ilmiah adalah ragam film yang menggunakan tema fiksi ilmiah: spekulatif, penggambaran fenomena berbasis ilmu pengetahuan yang belum tentu diterima oleh ilmu pengetahuan saat itu, seperti bentuk kehidupan di luar bumi, dunia asing, persepsi ekstra-indrawi, dan perjalanan waktu, sering bersama dengan unsur futuristik seperti wahana, robot, siborg, perjalanan ruang angkasa antarbintang atau teknologi lainnya. Ilmu film fiksi sering digunakan untuk fokus pada politik atau masalah sosial, dan untuk mengeksplorasi isu-isu filosofis seperti kondisi manusia. Dalam banyak kasus, kiasan yang berasal dari fiksi ilmiah tertulis dapat digunakan oleh sineas yang mengabaikan atau tidak peduli dengan standar ilmiah yang masuk akal dan logika alur cerita yang ada dalam versi tertulisnya.

Ragam ini sudah ada sejak tahun-tahun awal film bisu, ketika film A Trip to the Moon (1902) karya Georges Méliès, memukau penonton dengan efek trik fotografi. Contoh utama berikutnya dalam ragam adalah film Metropolis (1927). Dari 1930-an hingga 1950-an, ragam ini terutama terdiri dari film-B beranggaran rendah. Setelah film terkenal Stanley Kubrick 2001: A Space Odyssey (1968), ragam film fiksi sains dianggap lebih serius oleh penggemar film. Pada akhir tahun 1970, anggaran besar film fiksi sains yang penuh dengan efek khusus menjadi populer dengan khalayak setelah keberhasilan Star Wars dan membuka jalan untuk film-film blockbuster pada dekade berikutnya.


Ikon rintisan

Artikel bertopik film ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan