Senin, 21 September 2026
06:50 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Filibuster

Filibuster

250px-Warren_R._Austin_filibustering.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Adalah usaha atau retorika untuk menghalangi diambillah suatu keputusan tertentu dengan cara mengambil waktu yang tersedia, biasanya dengan pidato yang sangat panjang titik kadang istilah ini diartikan sebagai upaya untuk mematikan sebuah RUU. Dan di karakteristik kan sebagai upaya menghalangi pembuatan keputusan di parlemen atau badan pemerintah.

Dalam sebuah parlemen atau badan pemerintah yang bertugas mengambil keputusan, filibuster adalah usaha atau retorika untuk menghalangi diambilnya satu keputusan tertentu dengan cara mengambil waktu yang tersedia, biasanya dengan pidato yang sangat panjang. Kadang istilah ini diartikan sebagai upaya untuk "mematikan sebuah RUU".[1] dan dikarakteristikan sebagai upaya menghalangi pembuatan keputusan di parlemen atau badan pemerintahan.

Etimilogi

Istilah ini pertama digunakan di Senat Amerika Serikat, di saat peraturan senat mengizinkan seorang senator, atau sekelompok senator, untuk berbicara sepanjang mereka inginkan dan tentang tema apa saja. Kata ini berasal dari awal abad ke-17, pada masa para Buccaneers dikenal di Inggris sebagai filibusters. Kata ini pada gilirannya berasal dari bahasa Spanyol filibustero yang berasal dari kata bahasa Prancis flibustier, yang juga berasal dari bahasa Belanda vrijbuiter.

Romawi Kuno

Filibuster pertama kali digunakan pada zaman Romawi Kuno dan taktik ini terkenal melekat dengan senator Romawi Cato Muda. Dalam perdebatan undang-undang terutama yang paling tidak disukainya, Cato Muda berupaya untuk menghalangi UU tersebut dengan memberikan pidato yang cukup lama sampai malam hari.[2] Cato menilai upayanya cukup efektif untuk menghalangi sebuah RUU menjadi UU karena Senat Romawi memiliki peraturan bahwa seluruh kegiatan formal harus diselesaikan sebelum malam hari.

Cato mencoba melakukannya untuk mengagalkan dua tujuan politik Julius Caesar.[2] Insiden pertama dilakukan pada saat Julius Caesar berhendak pulang dari provinsi Hispania Ulterior setelah masa jabatannya sebagai propraetor sudah selesai pada musim panas 60 SM. Caesar selama masanya di Hispania Ulterior berhasil melawan bandit dan suku barbar sehingga diberikan pawai kemenangan oleh Senat. Usianya yang baru menginjak usia 40 juga membuat Caesar memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai Konsul Romawi. Caesar mengalami dilemma karena ia diberikan penghargaan dari Senat dan ia juga memiliki ambisi politik untuk menjadi Konsul. Sebagai jendral aktif, ia tidak diperbolehkan untuk masuk kedalam Roma tanpa persetujuan Senat, tetapi ia harus hadir masuk kedalam kota untuk mengumumkan percalonannya.[2] Tanggal pemilihan umum sudah ditetapkan oleh Senat dan Caesar harus menyerahkan pawai kemenangannya untuk mencalonkan diri. Caesar berpetisi kepada Senat untuk memperbolehkannya mencalonkan diri secara in absentia tetapi Cato dengan cepat filibuster petisi tersebut. Hal ini menyebabkan Caesar untuk mengundurkan diri dari pawainya dan berangkat masuk ke Roma untuk mencalonkan diri.

Cato kembali filibuster Caesar pada masa Konsulnya saat tahun 59 SM sebagai bentuk respon perancangan UU reformasi lahan yang Julius Caesar coba sahkan.[2] Pada saat giliran ia berbicara, Cato menghalau rapat paripurna tersebut dengan memberikan pidato tanpa henti. Caesar yang mau sahkan RUU tersebut sebelum giliran Konsul Marcus Calpurnius Bibulus memegang fases dari Caesar mengetahui tujuan Cato dan memerintah pengawalnya untuk memenjarakan Cato. Langkah ini cukup tidak populer dengan banyak senator dan Caesar ralat perintahnya setelah menyadari kesalahan yang dilakukannya. Namun, Caesar berhasil mengesahkan RUU tersebut dengan melawati Cato melalui Majelis Tributa.

Amerika Serikat

Senat

Filibuster merupakan sebuah alat legislatif yang kuat di Senat Amerika Serikat. Peraturan perdebatan di Senat memperbolehkan seorang senator untuk berpidato tanpa batasan waktu kecuali 3 dari 5 anggota Senat menyetujui untuk memberhentikan perdebatan[3] (biasanya 60 dari 100 senator) melalui mosi klotur dibawah Peraturan Senat XXII. Walaupun upaya filibuster tidak sukses, prosesnya menghabiskan waktu.[4] Pendukung filibuster menyebut upaya ini sebagai "Jiwa Senat".[5]

Spanyol

Di parlemen Katalunya, anggota oposisi mencoba untuk menghalangi pengesahan referendum kemerdekaan dengan melakukan filibuster pada 6 September 2017.

Lihat juga


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Referensi

  1. "Talking it out" usage example: "MPs renew info exemption effort". BBC. Mei 15, 2007. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 31, 2020. Diakses tanggal 25 September 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Goldsworthy, Adrian (2006). Caesar: Life of a Colossus. New Haven: Yale University Press. hlm. 583.
  3. "Rules Of The Senate: Precedence of Motions (Rule XXII)". United States Senate Committee on Rules and Administration. United States Senate. Diakses tanggal Maret 3, 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  4. Beth, Richard; Stanley Bach (Maret 28, 2003). Filibusters and Cloture in the Senate (PDF). Congressional Research Service. hlm. 4, 9. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal Oktober 29, 2017. Diakses tanggal Februari 16, 2018.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Richard A. Arenberg; Robert B. Dove (2012). Defending the Filibuster: The Soul of the Senate. Indiana U.P. ISBN 978-0253001917.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan