Senin, 21 September 2026
05:46 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Operasi Biru

Operasi Biru

artikel daftar Wikimedia

Operasi Biru
Bagian dari Front Timur dari Perang Dunia II
330px-Bundesarchiv_Bild_101I-218-0503-19%2C_Russland-S%C3%BCd%2C_zerst%C3%B6rter_russischer_Panzer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan Jerman berlindung di balik tank ringan T-70 yang hancur dan di samping kendaraan lapis baja Sd.Kfz. 250, musim panas 1942
Tanggal28 Juni – 24 November 1942
(4 bulan, 3 minggu dan 6 hari)
LokasiVoronezh, Rostov ke Stalingrad, Kuban, Kaukasus, dan Rusia Selatan, Uni Soviet
Hasil Kemenangan Soviet
Pihak terlibat
 Uni Soviet
Tokoh dan pemimpin
Adolf Hitler
Franz Halder
Kurt Zeitzler[a]
Fedor von Bock
Maximilian von Weichs
Wilhelm List
Friedrich Paulus
Hermann Hoth
Hans von Salmuth
Ewald von Kleist
Richard Ruoff
Erich von Manstein
Alexander Löhr
Wolfram von Richthofen
C. Constantinescu-Claps
Gusztáv Jány
Italo Gariboldi
Petre Dumitrescu
Joseph Stalin
Georgy Zhukov
Aleksandr Vasilevsky
Filipp Golikov
Konstantin Rokossovsky
Semyon Timoshenko
Vasily Gordov
Andrey Yeryomenko
Nikolai Vatutin
Vasily Chuikov
Nikolai Pukhov
Alexander Lizyukov 
Mikhail Parsegov
Dmitry Ryabyshev
Kirill Moskalenko
Feofan Parkhomenko
Timofei Khriukin
Stepan Krasovsky
Kekuatan

Mulanya: 1.570.287–1.805.000 (termasuk Angkatan Darat Kedelapan Italia sejak awal Agustus)

  • Jerman Nazi: 1.210.861[2]
  • Kerajaan Italia di bawah Fasisme (1922-1943): 235.000 Angkatan Darat Kedelapan Italia
  • Kerajaan Hungaria (1920–1946): 209.000 Angkatan Darat ke-2 Hungaria
  • Kerajaan Rumania: 159.426[2]
  • 1.934 tank/senapan serbu[b][3][2]
  • 1.593–2.035 pesawat[2]
Mulanya: 1.715.000[4]
1.000.000 (dalam cadangan)
2.959–3.720 tank[4]
1.671 pesawat[5]
16.500 meriam artileri[4]
Total:
2.715.000
Korban
Jerman Nazi:
200.000[6]
700 tank hancur[6]
Kerajaan RumaniaKerajaan Hungaria (1920–1946)Kerajaan Italia di bawah Fasisme (1922-1943)Republik Slowakia (1939–1945):
~150.000
Total: 350.000 (tidak termasuk 150.000 korban jiwa pada fase pertama Pertempuran Kaukasus)
1.200.000[6]
4.862 tank dan meriam swagerak hancur atau rusak[6]
(termasuk korban jiwa pada fase pertama Pertempuran Kaukasus)

Operasi Biru (Jerman: Fall Blau) adalah operasi militer yang dilancarkan oleh Jerman pada 28 Juni 1942 dengan tujuan untuk menguasai ladang minyak di Grozny, Maikop dan Baku di Kaukasus agar Jerman mendapatkan suplai minyak yang semakin menurun untuk Wehrmacht sekaligus melumpuhkan ekonomi Uni Soviet dengan menghancurkan pusat perekonomian di Stalingrad dan mengambil cadangan minyak yang melimpah di Kaukasus.

Grup Tentara Selatan dibagi menjadi dua pasukan yaitu Grup Tentara A dan Grup Tentara B. Grup Tentara A yang dipimpin Marsekal Lapangan Wilhelm List akan melaju ke Kaukasus dan menguasai ladang minyak Grozny, Maikop dan Baku. Sedangkan Grup Tentara B yang dipimpin oleh Marsekal Lapangan Fedor von Bock akan melaju sepanjang Sungai Don dan Volga termasuk Stalingrad untuk mengamankan sayap Grup Tentara A.[7]

Jerman mengalami kesulitan di awal operasi terutama di Pertempuran Voronezh di mana Wehrmacht gagal menghancurkan pasukan besar Tentara Merah dan Tentara Merah berhasil menunda laju Wehrmacht ke Stalingrad. Hal ini membuat Soviet memiliki pasukan yang besar pada saat Pertempuran Stalingrad sehingga Blok Poros kesusahan mengambil kota tersebut. Berpuncak pada Operasi Uranus dan Operasi Saturnus dari Uni Soviet yang menghancurkan Tentara ke-enam dan pasukan blok poros lainnya di Stalingrad. Kekalahan ini menyebabkan Jerman mundur dari semua daerah Kaukasus agar tidak terperangkap oleh Tentara Merah. Banyak yang menganggap ini adalah titik balik di Front Timur di mana Uni Soviet mengambil inisiatif dibandingkan Jerman.

Latar Belakang

Gagalnya Jerman mengalahkan Uni Soviet pada Operasi Barbarossa terutama setelah terhenti di depan Moscow di Operasi Typhoon membuat Adolf Hitler sadar bahwa Jerman sekarang sedang dalam situasi peperangan atrisi dan tidak mungkin bisa mengalahkan Uni Soviet dalam satu kampanye militer.[8] Pada tanggal 5 April 1942, Hitler mengeluarkan Petunjuk Führer No.41 yang menginstruksikan untuk "menghancurkan dan menutup" akses pusat perekonomian perang Uni Soviet di Kaukasus dengan cara menghancurkan pasukan Soviet di Voronezh.[9]

Pentingnya Kaukasus

Kaukasus adalah daerah yang kaya akan bahan mentah terutama di ladang minyaknya. Ladang minyak yang paling besar adalah Grozny, Maikop dan Baku. Baku (ibukota Azerbaijan SSR) menjadi salah satu yang paling kaya, memproduksi sekitar 24 ton barel minyak, sekitar 80% dari produksi Uni Soviet pada tahun 1942. Minyak ini sangat berguna untuk menjadi bahan bakar angkatan perang Jerman di perang global di mana suplai bahan bakar Jerman terus menurun terutama setelah Amerika Serikat masuk Perang Dunia Kedua.[10]

Selama ini, Jerman bergantung pada Rumania sebagai sumber utama minyak mentah mereka. Hampir 75% sumber minyak Jerman berasal dari Rumania pada tahun 1941. Hitler takut kalau ladang minyak Rumania bisa saja dibom oleh Sekutu terutama saat Kampanye Balkan. Sumber dari Rumania juga belum cukup untuk mesin perang Jerman mereka butuh yang lebih besar seperti di Kaukasus. Kaukasus juga pusat produksi biji-bijian, kapas dan mesin pertanian berat.[10]

Pertempuran Pendahuluan

Hitler juga menyebutkan di Petunjuk Führer No.41 bahwa kampanye militer ini akan dimulai setelah Tentara Merah berhasil dikalahkan di Krimea.

Di Pertempuran Semenanjung Kerch, Soviet berencana untuk menyelamatkan Sevastopol yang sedang dalam pengepungan dari Tentara ke-11 Erich von Manstein sejak Oktober 1941 dengan mengerahkan Front Krimea yang dipimpin Dmitrii Kozlov, tetapi karena masalah logistik akibat suplai yang terus diserang oleh Jerman di Laut Azov serta keberadaan VII Flieger Korps (unit Luftwaffe) yang menjamin superioritas udara Jerman. Hal ini beserta manuver Manstein membuat Front Krimea hancur sekitar 176,566 tentara mati, ditangkap atau terluka. Setelah kemenangan ini, Manstein memulai kembali penyerbuan ke Sevastopol yang membuahkan hasil. Sevastopol jatuh ke tangan Jerman pada bulan Juli. Pada Pertempuran Kharkov Kedua, Jerman tidak hanya membendung serangan Tentara Merah tetapi juga menghancurkan beberapa pasukan Tentara Merah seperti Tentara ke-6, Tentara ke-57 dan 2 korps tank.[7]

Karena semua kemenangan ini meningkatkan kepercayaan Jerman kalau Soviet sudah hampir lelah dan tak bisa melawan ofensif besar dalam waktu dekat.

Strategi

Blok Poros

Operasi Biru menginstruksikan serangkaian serangan pengepungan yang diurutkan dengan hati-hati, yang disebut sebagai Blau I, II, III, dan seterusnya.[7]

Blau I: Blau I akan memulai dengan pengepungan ganda di Kursk dan Belgorod, diikuti dengan eksploitasi ke arah timur hingga kota Voronezh di Sungai Don.

Blau II: Tentara Panzer ke-4 dan Tentara ke-6 akan bergerak ke selatan dari Voronezh ke Millerovo untuk bertemu Tentara Panzer ke-1. Dari sana Tentara ke-6 akan lanjut bergerak ke Volga.

Blau III: Grup Tentara Selatan akan dibagi menjadi dua. Grup Tentara A yang dipimpin Wilhelm List akan menuju ke selatan di Kaukasus yang disebut dengan Operasi Edelweiss. Sedangkan Grup Tentara B yang dipimpin Fedor von Bock akan mengamankan sayap Grup Tentara A di Don yang disebut Operasi Fischreiher.

Tak hanya itu, Jerman juga melancarkan Operasi Kremlin. Operasi intelijen untuk mengelabui Soviet kalau serangan selanjutnya terjadi di Moscow daripada di Selatan. Operasi Kremlin ini berhasil mengelabui Stalin yang menganggap Pertempuran Voronezh hanyalah pengalihan perhatian dari ofensif besar di Moscow. Ini menyebabkan Jerman dapat memenangkan Pertempuran Voronezh.

Uni Soviet

Karena Stavka termakan pengelabuan Jerman yang meyakinkan mereka serangan selanjutnya di Moscow daripada Selatan. Untuk itu Stavka berencana menyerang Kharkov menggunakan Front Barat Daya Timoshenko yang didukung oleh Front Selatan. Pertempuran Kharkov Kedua berakhir tragis bagi Soviet. Bersamaan dengan jatuhnya Sevastopol dan hancurnya Front Krimea membatasi kapabilitas Soviet di awal ofensif.

Dilema Stalingrad

Pada awalnya, Stalingrad hanya disebutkan sepintas saja di Petunjuk Führer No.41

Segala upaya akan dilakukan untuk mencapai Stalingrad, atau setidaknya membuat kota itu diserang artileri berat sehingga tidak lagi berguna sebagai pusat industri atau komunikasi.

Adolf Hitler

Dari petunjuk ini, Stalingrad tidak harus dikuasai melainkan hanya "diserang artileri" atau dikepung seperti Leningrad dan Sevastopol yang juga termasuk dalam tugas mengamankan sayap Jerman di Kaukasus. Namun, semuanya berubah ketika Hitler mengeluarkan Petunjuk Führer No.45 di tanggal 23 Juli 1942 yang tidak hanya membelah Grup Tentara Selatan menjadi 2 tetapi juga mengubah objektif utama Grup Tentara B ke penguasaan Stalingrad.

Tugas Grup Tentara B adalah, seperti yang telah ditetapkan sebelumnya, untuk mengembangkan pertahanan Don dan, dengan maju ke Stalingrad, menghancurkan pasukan musuh yang terkonsentrasi di sana, menduduki kota, dan memblokir komunikasi darat antara Don dan Volga, serta Don sendiri.

Adolf Hitler

Perubahan yang tiba-tiba ini menimbulkan banyak protes di jajaran staff jenderal Jerman yang mengakibatkan Fedor von Bock dipecat dari komandan Grup Angkatan Darat Selatan. Stalingrad sendiri merupakan pusat industri di Uni Soviet dan juga memiliki nilai politik dan propaganda besar jika dikuasai karena nama kota ini berasal dari Stalin sendiri.

Daftar Pustaka

Referensi

  1. Holt 2009, hlm. 47.
  2. 1 2 3 4 Liedtke 2016, hlm. 228.
  3. 1 2 Antill 2007, hlm. 24–25.
  4. 1 2 3 Liedtke 2016, hlm. 230.
  5. Bergström 2007, hlm. 49–50.
  6. 1 2 3 4 Mercatante 2012, hlm. 151.
  7. 1 2 3 Glantz, David. When Titans Clased: How Red Army Stopped Hitler. hlm. 117.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. Shirer, William (1960). The Rise and Fall of The Third Reich. hlm. 909.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. "Führer Directive No.41". Diakses tanggal 2024-03-25.
  10. 1 2 Hayward, Joel (2001). Stopped at Stalingrad: The Luftwaffe and Hitler's Defeat in the East, 1942–1943. hlm. 2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Portal
Akses topik terkait
  1. Menggantikan Halder sebagai Kepala Staf OKH pada 24 September 1942
  2. Not all of those tanks were serviceable at the beginning of the offensive, as tanks were in repair, already engaged in combat, refitting, or not present at the frontline.[3]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan