Jumat, 25 September 2026
20:57 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Operasi Saturnus Kecil

Operasi Saturnus Kecil

serangan Soviet di wilayah Sungai Don pada tahun 1942

Operasi Saturnus Kecil
Bagian dari bagian dari Pertempuran Stalingrad selama Front Timur
330px-Operation_Little_Saturn-de.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gerak maju Soviet selama Operasi Saturnus Kecil.
Tanggal16–30 Desember 1942
(2 minggu)
Lokasi
Wilayah sekitar Don dan Chir
Hasil Kemenangan Soviet
Pihak terlibat
 Jerman
 Italia
40px-Flag_of_Hungary_%281915-1918%2C_1919-1946%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Hungaria
 Rumania
 Uni Soviet
Tokoh dan pemimpin
Jerman Nazi Adolf Hitler
Jerman Nazi Erich von Manstein
Jerman Nazi Erhard Raus
Jerman Nazi Ewald von Kleist
Kerajaan Italia (1861–1946) Italo Gariboldi
40px-Flag_of_Hungary_%281915-1918%2C_1919-1946%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Gusztáv Jány
Kerajaan Rumania Petre Dumitrescu
Uni Soviet Joseph Stalin
Uni Soviet Nikolai Vatutin
Uni Soviet Fyodor Kuznetsov
Uni Soviet Dmitri Lelyushenko
Uni Soviet Vasily Gerasimenko
Uni Soviet Filipp Golikov
Kekuatan
Tidak diketahui Tidak diketahui
Korban jiwa dan kerugian
Tidak diketahui Tidak diketahui
Pertempuran Laut

1941

1942

1943

1944

1945

Operasi Saturnus Kecil (Rusia: операция «Малый Сатурн», alih aksara: operatsiya "Malyy Saturn") adalah sebuah serangan Tentara Merah di Front Timur Perang Dunia II. Operasi ini memicu serangkaian pertempuran di wilayah Sungai Don dan Chir di wilayah Uni Soviet yang saat itu diduduki Jerman, berlangsung dari tanggal 16 hingga 30 Desember 1942.

Kesuksesan Operasi Uranus yang diluncurkan pada 19 November 1942 berhasil menjebak 250.000 prajurit dari Angkatan Darat ke-6 Jerman pimpinan Jenderal Friedrich Paulus serta sebagian elemen Angkatan Darat Panzer ke-4 pimpinan Generaloberst Hoth di Stalingrad. Demi memanfaatkan kemenangan ini, staf umum Soviet merancang serangan lanjutan yang ambisius dengan target utama merebut Rostov-on-Don, yang diberi nama sandi "Saturnus". Namun, Joseph Stalin belakangan memperkecil skala rencana tersebut menjadi operasi yang lebih terbatas dengan nama sandi "Saturnus Kecil". Serangan ini berhasil memukul telak pasukan Blok Poros dan memberikan tekanan berat pada kekuatan militer Jerman yang posisinya sudah terlalu melebar di Ukraina Timur. Serangan balik lainnya di selatan Sungai Don juga sukses membendung gerak maju Jerman yang berupaya menyelamatkan pasukan mereka yang terjebak di Stalingrad.

Melalui rentetan operasi lanjutan pada Januari dan Februari 1943, pasukan Soviet akhirnya berhasil mencapai dan merebut Rostov, sesuai dengan rancangan awal dalam Operasi "Saturnus". Meskipun meraih kemenangan besar, posisi pasukan Soviet sendiri menjadi terlalu melebar. Kondisi ini kemudian membuka celah bagi serangan balasan Jerman dalam Pertempuran Kharkov Ketiga dan Pertempuran Kursk.

Latar belakang

Pada 17 Mei 1942, Grup Angkatan Darat A dan B Jerman meluncurkan serangan balasan terhadap pasukan Soviet yang tengah merangsek di sekitar kota Kharkov, memicu Pertempuran Kharkov Kedua.[1] Serangan ini kemudian diperluas pada 28 Juni menjadi Fall Blau (Operasi Biru), sebuah operasi besar yang membidik ladang-ladang minyak di Kaukasus.[2] Memasuki tanggal 6 Juli, Angkatan Darat Panzer ke-4 pimpinan Generaloberst Hermann Hoth berhasil merebut kota Voronezh, yang sempat mengancam kelangsungan garis perlawanan Tentara Merah.[3] Pada awal Agustus, Angkatan Darat Panzer ke-1 pimpinan Generaloberst Paul Ludwig Ewald von Kleist telah mencapai pusat minyak di Maykop, sekitar 500 kilometer (310 mi) di selatan kota Rostov,[4] yang sebelumnya telah direbut oleh Angkatan Darat Panzer ke-4 pada 23 Juli.[5] Pesatnya gerak maju Jerman ini tidak hanya mengancam untuk memutus Uni Soviet dari wilayah-wilayah selatannya, tetapi juga berisiko menghentikan jalur pasokan Lend-Lease melalui Koridor Persia.[6]

Namun, momentum serangan ini lambat laun mulai mengendur akibat lini logistik yang keteteran mengimbangi kecepatan pasukan di depan. Ditambah lagi, unit-unit ujung tombak mulai kehabisan bahan bakar dan personel;[7] sebagai gambaran, kekuatan beberapa divisi panzer bahkan merosot hingga hanya menyisakan 54 tank saja.[8] Akhirnya, fokus Jerman dialihkan ke Stalingrad demi memutus jalur pasokan logistik Soviet di sepanjang Sungai Volga. Jatuhnya kota yang menyandang nama Stalin ini juga diincar sebagai suntikan psikologis bagi Jerman, sekaligus pukulan telak bagi moral Soviet. Kendati demikian, setelah berbulan-bulan pertempuran brutal berlalu dan Jerman berhasil menguasai lebih dari 90% wilayah kota, Stalingrad justru menjadi ladang atrisi yang menguras habis kekuatan Jerman. Angkatan Darat ke-6 serta elemen-elemen dari Angkatan Darat Panzer ke-4 terjebak dalam upaya melelahkan yang gagal total untuk menyapu sisa-sisa pertahanan Soviet.

Kedua belah pihak menelan korban jiwa yang masif dalam pertempuran ini. Namun bagi Jerman, dampak yang paling fatal adalah terkurasnya kekuatan tempur utama mereka secara drastis. Kondisi ini memaksa mereka untuk terus mengosongkan lini pertahanan di sektor sayap, lalu menyerahkannya kepada pasukan sekutu mereka—yaitu Italia dan Rumania—yang jumlahnya terlalu sedikit dan dibekali persenjataan seadanya. Meskipun situasi berbahaya ini berulang kali diperingatkan oleh para jenderal Jerman yang cemas, peringatan-peringatan tersebut diabaikan begitu saja oleh komando tinggi. Kelalaian inilah yang kemudian membuka jalan bagi bencana besar yang kelak menimpa Jerman dan sekutunya.

Referensi

  1. ↑ Glantz (1997), p. 116
  2. ↑ Glantz (1997), p. 117
  3. ↑ Cooper (1978), pp. 415–416
  4. ↑ McCarthy & Syron (2002), p. 132
  5. ↑ Erickson (1975), p. 362
  6. ↑ Beevor (1998), p. 84
  7. ↑ Glantz (1997), pp. 119–120
  8. ↑ Glantz (1997), p. 120

Sumber

  • Trigg, Jonathan (2017) [2013]. Death on the Don: The destruction of Germany's Allies on the Eastern Front, 1941-44 (Edisi 2). Stroud, Gloucestershire, UK. hlm. 184–196.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • von Manstein, Erich (1982). Lost Victories. St. Paul, MN: Zenith Press. ISBN 0-7603-2054-3.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan