| Operasi Saturnus Kecil | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari bagian dari Pertempuran Stalingrad selama Front Timur | |||||||
Gerak maju Soviet selama Operasi Saturnus Kecil. | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
|
| ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
|
| ||||||
| Kekuatan | |||||||
| Tidak diketahui | Tidak diketahui | ||||||
| Korban jiwa dan kerugian | |||||||
| Tidak diketahui | Tidak diketahui | ||||||
|
Operasi Saturnus Kecil (Rusia: операция «Малый Сатурн», alih aksara: operatsiya "Malyy Saturn") adalah sebuah serangan Tentara Merah di Front Timur Perang Dunia II. Operasi ini memicu serangkaian pertempuran di wilayah Sungai Don dan Chir di wilayah Uni Soviet yang saat itu diduduki Jerman, berlangsung dari tanggal 16 hingga 30 Desember 1942.
Kesuksesan Operasi Uranus yang diluncurkan pada 19 November 1942 berhasil menjebak 250.000 prajurit dari Angkatan Darat ke-6 Jerman pimpinan Jenderal Friedrich Paulus serta sebagian elemen Angkatan Darat Panzer ke-4 pimpinan Generaloberst Hoth di Stalingrad. Demi memanfaatkan kemenangan ini, staf umum Soviet merancang serangan lanjutan yang ambisius dengan target utama merebut Rostov-on-Don, yang diberi nama sandi "Saturnus". Namun, Joseph Stalin belakangan memperkecil skala rencana tersebut menjadi operasi yang lebih terbatas dengan nama sandi "Saturnus Kecil". Serangan ini berhasil memukul telak pasukan Blok Poros dan memberikan tekanan berat pada kekuatan militer Jerman yang posisinya sudah terlalu melebar di Ukraina Timur. Serangan balik lainnya di selatan Sungai Don juga sukses membendung gerak maju Jerman yang berupaya menyelamatkan pasukan mereka yang terjebak di Stalingrad.
Melalui rentetan operasi lanjutan pada Januari dan Februari 1943, pasukan Soviet akhirnya berhasil mencapai dan merebut Rostov, sesuai dengan rancangan awal dalam Operasi "Saturnus". Meskipun meraih kemenangan besar, posisi pasukan Soviet sendiri menjadi terlalu melebar. Kondisi ini kemudian membuka celah bagi serangan balasan Jerman dalam Pertempuran Kharkov Ketiga dan Pertempuran Kursk.
Latar belakang
Pada 17 Mei 1942, Grup Angkatan Darat A dan B Jerman meluncurkan serangan balasan terhadap pasukan Soviet yang tengah merangsek di sekitar kota Kharkov, memicu Pertempuran Kharkov Kedua.[1] Serangan ini kemudian diperluas pada 28 Juni menjadi Fall Blau (Operasi Biru), sebuah operasi besar yang membidik ladang-ladang minyak di Kaukasus.[2] Memasuki tanggal 6 Juli, Angkatan Darat Panzer ke-4 pimpinan Generaloberst Hermann Hoth berhasil merebut kota Voronezh, yang sempat mengancam kelangsungan garis perlawanan Tentara Merah.[3] Pada awal Agustus, Angkatan Darat Panzer ke-1 pimpinan Generaloberst Paul Ludwig Ewald von Kleist telah mencapai pusat minyak di Maykop, sekitar 500 kilometer (310 mi) di selatan kota Rostov,[4] yang sebelumnya telah direbut oleh Angkatan Darat Panzer ke-4 pada 23 Juli.[5] Pesatnya gerak maju Jerman ini tidak hanya mengancam untuk memutus Uni Soviet dari wilayah-wilayah selatannya, tetapi juga berisiko menghentikan jalur pasokan Lend-Lease melalui Koridor Persia.[6]
Namun, momentum serangan ini lambat laun mulai mengendur akibat lini logistik yang keteteran mengimbangi kecepatan pasukan di depan. Ditambah lagi, unit-unit ujung tombak mulai kehabisan bahan bakar dan personel;[7] sebagai gambaran, kekuatan beberapa divisi panzer bahkan merosot hingga hanya menyisakan 54 tank saja.[8] Akhirnya, fokus Jerman dialihkan ke Stalingrad demi memutus jalur pasokan logistik Soviet di sepanjang Sungai Volga. Jatuhnya kota yang menyandang nama Stalin ini juga diincar sebagai suntikan psikologis bagi Jerman, sekaligus pukulan telak bagi moral Soviet. Kendati demikian, setelah berbulan-bulan pertempuran brutal berlalu dan Jerman berhasil menguasai lebih dari 90% wilayah kota, Stalingrad justru menjadi ladang atrisi yang menguras habis kekuatan Jerman. Angkatan Darat ke-6 serta elemen-elemen dari Angkatan Darat Panzer ke-4 terjebak dalam upaya melelahkan yang gagal total untuk menyapu sisa-sisa pertahanan Soviet.
Kedua belah pihak menelan korban jiwa yang masif dalam pertempuran ini. Namun bagi Jerman, dampak yang paling fatal adalah terkurasnya kekuatan tempur utama mereka secara drastis. Kondisi ini memaksa mereka untuk terus mengosongkan lini pertahanan di sektor sayap, lalu menyerahkannya kepada pasukan sekutu mereka—yaitu Italia dan Rumania—yang jumlahnya terlalu sedikit dan dibekali persenjataan seadanya. Meskipun situasi berbahaya ini berulang kali diperingatkan oleh para jenderal Jerman yang cemas, peringatan-peringatan tersebut diabaikan begitu saja oleh komando tinggi. Kelalaian inilah yang kemudian membuka jalan bagi bencana besar yang kelak menimpa Jerman dan sekutunya.
Referensi
Sumber
- Beevor, Antony (1998). Stalingrad: The Fateful Siege: 1942−1943. Harmondsworth, United Kingdom: Penguin Putnam Inc. ISBN 0-670-87095-1.
- Bell, Kelly (Fall 2006). "Struggle for Stalin's Skies". WWII History: Russian Front (Special Issue). Herndon, Virginia: Sovereign Media. 1539-5456.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Clark, Alan (1965). Barbarossa: The Russian-German Conflict, 1941-1945. New York City, New York: William Morrow. ISBN 0-688-04268-6.
- Cooper, Matthew (1978). The German Army 1933-1945. Lanham, Maryland: Scarborough House. ISBN 0-8128-8519-8.
- Erickson, John (1983). The Road to Berlin: Stalin's War with Germany. Yale University Press. ISBN 0-300-07813-7.
- Erickson, John (1975). The Road to Stalingrad: Stalin's War With Germany. Yale University Press. ISBN 0-300-07812-9.
- Glantz, David M. (Januari 1996). "Soviet Military Strategy During the Second Period of War (November 1942–December 1943): A Reappraisal". The Journal of Military History. 60 (1). Society for Military History: 115–150. doi:10.2307/2944451. JSTOR 2944451.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Glantz, David M.; Jonathan House (1995). When Titans Clashed: How the Red Army Stopped Hitler. Lawrence, Kansas: Kansas University Press. ISBN 0-7006-0717-X.
- Heiber, Helmut; David M. Glantz (2003). Hitler and his Generals: Military Conferences 1942 - 1945. New York City, New York: Enigma Books. ISBN 1-929631-09-X.
- McCarthy, Peter; Mike Syryon (2002). Panzerkieg: The Rise and Fall of Hitler's Tank Divisions. New York City, New York: Carroll & Graf. ISBN 0-7867-1009-8.
- McTaggart, Pat (Fall 2006). "Soviet Circle of Iron". WWII History: Russian Front (Special Issue). Herndon, Virginia: Sovereign Media. 1539-5456.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Raus, Erhard (2002). Panzers on the Eastern Front: General Erhard Raus and his Panzer Divisions in Russia 1941–1945. Mechanicsburg, PA: Military Book Club. ISBN 0-7394-2644-3.
- Trigg, Jonathan (2017) [2013]. Death on the Don: The destruction of Germany's Allies on the Eastern Front, 1941-44 (Edisi 2). Stroud, Gloucestershire, UK. hlm. 184–196.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) - von Manstein, Erich (1982). Lost Victories. St. Paul, MN: Zenith Press. ISBN 0-7603-2054-3.