Sabtu, 07 November 2026
23:22 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Erisum II

Bagikan:

Erishum I atau Erišum II, putra dan penerus Naram-Sin, merupakan raja kota negara Assur, yang tercantum di dalam Daftar Raja Asyur sebagai raja ketiga puluh delapan Asyur dari tahun 1815 SM sampai 1809 SM. Salim-ahum (raja Asyur ketiga puluh satu pada sekitar tahun 1900 SM sebagaimana tercantum di dalam DRA.)[1] dan penggantinya bergelar “Išši’ak Aššur” (Pelayan Assur) dan “Ensi”.[2] Lama pemerintahan Naram-Sin tidak pasti, tetapi berdasarkan berbagai daftar "Limmu" (eponim) yang digali, pemerintahan Naram-Sin dan Erishum II memiliki masa gabungan enam puluh empat tahun.[3]: 29 

Bangsa Amori telah menguasai kerajaan-kerajaan Mesopotamia Hilir dan Levant pada sekitar tahun 2100 SM dan sekitar tahun 1809 SM, tetapi sampai sekarang ditolak oleh raja-raja Asyur. Namun setelah memerintah selama enam tahun, Erisum II menjadi raja terakhir dinasti Puzur-Ashur I (yang didirikan pada sekitar tahun 2025 SM) saat ia digulingkan dan takhta Asyur dirampas oleh Shamshi-Adad I selama perluasan suku-suku Amori dari delta sungai Kebar di timur laut Levant. Meskipun dianggap sebagai orang Amori oleh tradisi Asyur kemudian, keturunan Shamshi-Adad I disarankan berasal dari garis yang sama dengan penguasa pribumi Asiria, Ushpia di dalam DRA. Shamshi-Adad I mewarisi takhta di Terqa dari ayahandanya Ila-kabkabu. DRA mencatat bahwa Shamshi-Adad I, “pergi ke Babilonia pada zaman Naram-Sin” sementara Naram-Sin dari Eshnunna menyerang Ekallatum. Shamshi-Adad I tidak kembali sampai ia mengambil Ekallatum, setelah itu ia berhenti selama tiga thaun dan kemudian menggulingkan Erisum II.[4] Kronik Eponim Mari yang memulai kembali pencatatan sampai penyitaan Ekallatum oleh Shamshi-Adad I, tidak memberi petunjuk kapan pergantian Erisum II terjadi. Ketika pemerintahan Erisum II berakhir dini oleh penaklukkan Shamshi-Adad I, tampaknya pemerintahan Naram-Sin adalah bagian terbesar dari periode tersebut, tambahan; Tokoh yang terpecah pada Daftar Raja Nassouhi berakhir menjadi empat, jadi mungkin Naram-Sin memerintah 44 atau 54 tahun (skt. 1872 SM dan seterusnya, kronologi tengah.)[5]: 45 

Referensi

  1. ↑ J. A. Brinkman (2001). "Assyria". Dalam Bruce Manning Metzger, Michael David Coogan (ed.). The Oxford companion to the Bible. Oxford University Press. hlm. 63.
  2. ↑ Barbara Cifola (1995). Analysis of variants in the Assyrian royal titulary from the origins to Tiglath-Pileser III. Istituto universitario orientale. hlm. 8.
  3. ↑ Klaas R Veenhof (2008). Mesopotamia: The Old Assyrian Period. Vandenhoeck & Ruprecht.
  4. ↑ I. J. Gelb (1954). "Two Assyrian King Lists". Journal of Near Eastern Studies. 13 (4): 212–213.
  5. ↑ Klaas R. Veenhof (2003). The Old Assyrian List of Year Eponyns from Karum Kanish and its Chronological Implications. Turkish History Society.
Didahului oleh:
Narām-Sîn
Išši’ak Aššur
1815 SM — 1809 SM
Diteruskan oleh:
Shamshi-Adad I
Zaman
Wangsa
  • Raja-raja (pemberontak/penyerobot takhta)
Asyur Perdana
(2450–2025 SM)
Asyur Lama
(2025–1365 SM
Puzur-Asyur
Syamsyi-Adad
Tanpa wangsa
Adasi
Asyur Madya
(1365–912 SM)
Adasi
(berkelanjutan)
Asyur Baru
(912–609 SM)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan