Rabu, 23 September 2026
19:20 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Erisum II

Erishum I atau Erišum II, putra dan penerus Naram-Sin, merupakan raja kota negara Assur, yang tercantum di dalam Daftar Raja Asyur sebagai raja ketiga puluh delapan Asyur dari tahun 1815 SM sampai 1809 SM. Salim-ahum (raja Asyur ketiga puluh satu pada sekitar tahun 1900 SM sebagaimana tercantum di dalam DRA.)[1] dan penggantinya bergelar “Išši’ak Aššur” (Pelayan Assur) dan “Ensi”.[2] Lama pemerintahan Naram-Sin tidak pasti, tetapi berdasarkan berbagai daftar "Limmu" (eponim) yang digali, pemerintahan Naram-Sin dan Erishum II memiliki masa gabungan enam puluh empat tahun.[3]:29

Bangsa Amori telah menguasai kerajaan-kerajaan Mesopotamia Hilir dan Levant pada sekitar tahun 2100 SM dan sekitar tahun 1809 SM, tetapi sampai sekarang ditolak oleh raja-raja Asyur. Namun setelah memerintah selama enam tahun, Erisum II menjadi raja terakhir dinasti Puzur-Ashur I (yang didirikan pada sekitar tahun 2025 SM) saat ia digulingkan dan takhta Asyur dirampas oleh Shamshi-Adad I selama perluasan suku-suku Amori dari delta sungai Kebar di timur laut Levant. Meskipun dianggap sebagai orang Amori oleh tradisi Asyur kemudian, keturunan Shamshi-Adad I disarankan berasal dari garis yang sama dengan penguasa pribumi Asiria, Ushpia di dalam DRA. Shamshi-Adad I mewarisi takhta di Terqa dari ayahandanya Ila-kabkabu. DRA mencatat bahwa Shamshi-Adad I, “pergi ke Babilonia pada zaman Naram-Sin” sementara Naram-Sin dari Eshnunna menyerang Ekallatum. Shamshi-Adad I tidak kembali sampai ia mengambil Ekallatum, setelah itu ia berhenti selama tiga thaun dan kemudian menggulingkan Erisum II.[4] Kronik Eponim Mari yang memulai kembali pencatatan sampai penyitaan Ekallatum oleh Shamshi-Adad I, tidak memberi petunjuk kapan pergantian Erisum II terjadi. Ketika pemerintahan Erisum II berakhir dini oleh penaklukkan Shamshi-Adad I, tampaknya pemerintahan Naram-Sin adalah bagian terbesar dari periode tersebut, tambahan; Tokoh yang terpecah pada Daftar Raja Nassouhi berakhir menjadi empat, jadi mungkin Naram-Sin memerintah 44 atau 54 tahun (skt. 1872 SM dan seterusnya, kronologi tengah.)[5]:45

Referensi

  1. J. A. Brinkman (2001). "Assyria". Dalam Bruce Manning Metzger, Michael David Coogan (ed.). The Oxford companion to the Bible. Oxford University Press. hlm. 63.
  2. Barbara Cifola (1995). Analysis of variants in the Assyrian royal titulary from the origins to Tiglath-Pileser III. Istituto universitario orientale. hlm. 8.
  3. Klaas R Veenhof (2008). Mesopotamia: The Old Assyrian Period. Vandenhoeck & Ruprecht.
  4. I. J. Gelb (1954). "Two Assyrian King Lists". Journal of Near Eastern Studies. 13 (4): 212–213.
  5. Klaas R. Veenhof (2003). The Old Assyrian List of Year Eponyns from Karum Kanish and its Chronological Implications. Turkish History Society.
Didahului oleh:
Narām-Sîn
Išši’ak Aššur
1815 SM — 1809 SM
Diteruskan oleh:
Shamshi-Adad I
Zaman
Wangsa
  • Raja-raja (pemberontak/penyerobot takhta)
Asyur Perdana
(2450–2025 SM)
Asyur Lama
(2025–1365 SM
Puzur-Asyur
Syamsyi-Adad
Tanpa wangsa
Adasi
Asyur Madya
(1365–912 SM)
Adasi
(berkelanjutan)
Asyur Baru
(912–609 SM)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan