Senin, 28 September 2026
13:30 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Puzur-Ashur I

Puzur-Ashur I
Išši’ak Aššur
Berkuasaskt. 2025 SM — skt. 1950 SM
PendahuluAkiya
PenerusSalim-ahum

Puzur-Ashur I (Bahasa Akkadia: 𒁍𒀫𒀸𒋩, Pu-AMAR-Aš-ŠUR) merupakan seorang penguasa Asyur pada sekitar tahun 2000 SM. Nama Asirianya yang jelas (artinya "pelayan Aššur”) membedakannya dari tige pendahulunya di Daftar Raja Asyur, yang mungkin bernama non-Semitik,[1] dan dari yang sebelumnya bernama Amori, "raja-raja yang adalah nenek moyang" (juga diterjemahkan sebagai "raja-raja yang ayahandanya diketahui"), sering ditafsirkan sebagai daftar leluhur Shamshi-Adad I.[2] Ia hanya dikenal dari tempatnya di dalam Daftar Raja Asyur dan dari referensi di dalam beberapa prasasti raja-raja kemudian (putra dan penerusnya Salim-ahum dan yang jauh kemudian Assur-rim-nisesu dan Salmaneser III.)[3]: 6, 8, 12, 15  Raja-raja kemudian ini menyebutnya di antara raja-raja yang memperbarui tembok kota Assur yang dimulai oleh Kikkia.[4]

Puzur-Ashur I mungkin memulai sebuah dinasti Asiria pribumi yang ebrtahan selama delapan generasi sampai Erisum II digulingkan oleh orang Amori, Shamshi-Adad I. Hildegard Levy, yang menulis The Cambridge Ancient History, menolak penafsiran ini dan melihat Puzur-Aššur I sebagai bagian dari dinasti yang lebih panjang yang dimulai oleh salah satu pendahulunya, Sulili.[4] Prasasti menghubungkan Puzur-Aššur I ke beberapa penerus langsungnya,[3]: 7–8 [5] yang menurut DRA, terkait dengan raja-raja berikut sampai ke Erišum II.[3]: 14  DRA menghilangkan Zariqum, yang dikenal dari prasasti menjadi gubernur (Ensi) Assur untuk Dinasti Ketiga Ur di bawah Amar-Sin; Zariqum ini (yang namanya Semitik) kadang-kadang ditempatkan oleh para ilmuwan segera sebelum Puzur-Ashur I, dan selanjutnya Akiya.

Para penerus Puzur-Ashur I memegang gelar Išši’ak Aššur, wakil pemangku takhta Assur, dan juga ensí.[6]

Referensi

  1. ↑ Arthur Ungnad interpreted these names as Hurrian (BA VI, 5, S. 13) but Ungnad's thesis can no longer be sustained nowadays and was rejected as unconvincing by Arno Poebel ("The Assyrian King List from Khorsabad", Journal of Near Eastern Studies 1/3, 1942, 253) as early as 1942.
  2. ↑ Meissner, Bruno (1990). Reallexikon der Assyriologie. Vol. 6. Berlin: Walter de Gruyter. hlm. 101–102. ISBN 3110100517.
  3. 1 2 3 Albert Kirk Grayson (1972). Assyrian Royal Inscriptions, Volume 1. Otto Harrassowitz.
  4. 1 2 Hildegard Levy, "Assyria c. 2600-1816 B.C.", Cambridge Ancient History. Volume 1, Part 2: Early History of the Middle East, 729-770, p. 746-747.
  5. ↑ Albert Kirk Grayson (2002). Assyrian Rulers. Volume 1: 1114 – 859 BC. hlm. 14.
  6. ↑ Barbara Cifola (1995). Analysis of variants in the Assyrian royal titulary from the origins to Tiglath-Pileser III. Istituto universitario orientale. hlm. 8.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Assyria.
Didahului oleh:
Akiya
Išši’ak Aššur
skt. 2025 SM — skt. 1950 SM
Diteruskan oleh:
Salim-ahum
Zaman
Wangsa
  • Raja-raja (pemberontak/penyerobot takhta)
Asyur Perdana
(2450–2025 SM)
Asyur Lama
(2025–1365 SM
Puzur-Asyur
Syamsyi-Adad
Tanpa wangsa
Adasi
Asyur Madya
(1365–912 SM)
Adasi
(berkelanjutan)
Asyur Baru
(912–609 SM)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan