Minggu, 20 September 2026
21:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Bazaya

Bazaya, Bāzāia atau Bāzāiu, ditulis mba-za-a-a dan makna yang tidak pasti, merupakan seorang penguasa Asyur yang agak spekulatif pada sekitar tahun 1649-1622 SM, yang ke-52 di dalam Daftar Raja Asyur, menggantikan Iptar-Sin, kepada siapa ia dianggap sebagai pamanda buyut. Ia bertakhta selama dua puluh delapan tahun dan tidak meninggalkan prasasti yang diketahui.[1]

Raja Asyur mencantumkan daftar raja Asyur[i 1][i 2][i 3] memberi lima pendahulu Bazaya sebagai penerus ayah-anak, meskipun semua memerintah selama periode lima puluh dua, memperluas kredibilitas silsilah. Semua tiga salinan yang masih ada menyatakan bahwa ayahandanya adalah Bel-bani, yang kedua dalam urutan, yang pemerintahannya berakhir empat puluh satu tahun yang lalu dan yang menjadi kakek buyut pendahulunya.[2] Pembacaan literal dari daftar tersebut ditantang oleh Landsberger yang menyarankan agar ketiga raja sebelumnya, Libaya, Daftar Raja Asyur dan Iptar-Sin mungkin adalah saudara Bel-bani.[3]

Sinkronisasi daftar raja[i 4] menyatakan rekannya Babilonia dari Dinasti Sealand. Ia digantikan oleh Lullaya, seorang perebut kekuasaan, yang pemerintahan singkatnya digantikan oleh putra kandung Bāzāiu, Shu-Ninua.[4]

Prasasti

  1. Khorsabad List, IM 60017 (excavation nos.: DS 828, DS 32-54), ii 20.
  2. SDAS List, IM 60484, ii 18.
  3. Nassouhi List, Istanbul A. 116 (Assur 8836), ii 15.
  4. Synchronistic Kinglist, Ass 14616c (KAV 216), I 6’.

Referensi

  1. A. K. Grayson (1972). Assyrian Royal Inscriptions, Volume 1. Otto Harrassowitz. hlm. 30–31.
  2. B. Newgrosh (1999). "The Chronology of Ancient Assyria Re-assessed". JACF. 8: 79–80.
  3. J. A. Brinkman (1998). "Bēl-bāni". Dalam K. Radner (ed.). The Prosopography of the Neo-Assyrian Empire, Volume 1, Part 2: B–G. The Neo-Assyrian Text Corpus Project. hlm. 288.
  4. K. Radner (1998). "Bāzāiu". The Prosopography of the Neo-Assyrian Empire, Volume 1, Part 2: B–G. The Neo-Assyrian Text Corpus Project. hlm. 278.
Didahului oleh:
Iptar-Sin
Raja Asyur
1649–1622 SM
Diteruskan oleh:
Lullaya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan