Minggu, 20 September 2026
16:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Sungai Kebar

Sungai Kebar

salah satu sungai di dunia

Untuk anaksungai Tigris, lihat Khabur (Tigris).
Sungai Kebar (Khabur)
Bahasa Arab: نهر الخابور, Bahasa Aram:ܢܗܪܐ ܕܚܒܘܪ, Bahasa Kurdi: Çemê Xabûr, Bahasa Turki: Habur Nehri, Habor, Chaboras, Bahasa Ibrani Kebar,Chebar
sungai
330px-Khabur%2CSheikhHamad.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Khabur sebelah selatan dari Al-Hasakah
Countries Suriah, Turki
Kota Ra's al-'Ayn, Al-Hasakah, Busayrah
Sumber Ras al-'Ayn
 - elevation 350 m (1.148 ft)
Muara sungai Efrat
Panjang 486 km (302 mi)
DAS 37.081 km2 (14.317 sq mi)
Debit air
 - rerata 45 m3/s (1.589 cu ft/s)
 - max 57 m3/s (2.013 cu ft/s)
 - min 2 m3/s (71 cu ft/s)
[1][2]

Sungai Kebar (bahasa Arab:الخابور al-khābūr, bahasa Ibrani:כבר Khebar, bahasa Kurdi:Xabûr, bahasa Suryani:ܚܒܘܪ ḥābur/khābur, bahasa Turki:Habur) adalah anak sungai perenial terbesar dari sungai Efrat di wilayah Suriah. Meskipun sungai ini berkata air di Turki, sumber-sumber air karstic di sekitar Ra's al-'Ayn adalah pemasok air utamanya. Beberapa wadi penting bergabung ke sungai Kebar di sebelah utara Al-Hasakah, bersama-sama membentuk apa yang dikenal sebagai "Segitiga Khabur" (Khabur Triangle, atau Upper Khabur area). Dari utara ke selatan, curah hujan tahunan di kubangan Khabur turun dari di atas 400 mm sampai di bawah 200 mm, membuat sungai ini menjadi sumber air vital untuk pertanian di sepanjang sejarah. Sungai Kebar bergabung dengan sungai Efrat di dekat kota Busayrah.

Geografi

Aliran sungai Kebar dapat dibagi menjadi dua daerah berbeda:

  • Kebar Hulu (Upper Khabur area) atau Segitiga Khabur (Khabur Triangle) di utara Al-Hasakah, dan
  • Kebar Tengah dan Kebar Hilir (Middle and Lower Khabur) di antara Al-Hasakah dan Busayrah.

Anak-anak sungai

Anak-anak sungai (tributaries) ke sungai Kebar, dari timur ke barat adalah sebagai berikut:

Kebanyakan wadi ini hanya mengalirkan air beberapa waktu dalam setahun sekali.

Sejarah

Sungai Kebar merupakan tempat terjadinya sejumlah peristiwa penting yang dicatat dalam Kitab Yehezkiel dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Sungai ini disebut 8 kali yaitu dalam ayat-ayat Yehezkiel 1:1; 1:3; 3:15; 3:23; 10:15; 10:20; 10:22; dan 43:3. Selain itu juga disebut pada ayat 1 Tawarikh 5:26.

Dalam fase kedua pembantaian Armenia (Armenian Genocide) pada musim semi dan panas tahun 1916, sungai Kebar di distrik Der Zor merupakan tempat pembunuhan orang Armenia yang terburuk.

Sejak tahun 1930-an, sejumlah penggalian dan penelitian arkeologi dilakukan di lembah Kebar, menunjukkan bahwa wilayah ini telah dihuni sejak zaman Palaeolithik Akhir.[3] Situs-situs penting yang telah diekskavasi termasuk Tell Halaf, Tell Brak, Tell Leilan, Tell Mashnaqa, Urkesh (Tell Mozan) dan Tell Barri. Daerah ini mendapat namanya dari perkakas yang dicat khas yang ditemukan di Al-Jazira, Mesopotamia bagian utara, dan Suriah di awal milenium ke-2 SM, yang disebut perkakas Kebar (Khabur ware). Daerah sungai Kebar juga dihubungkan dengan bangkitnya Kerajaan Mitanni yang berkembang sekitar tahun 1500-1300 SM.

Lembah sungai Kebar modern

Proyek Sungai Kebar ("The Khabur River Project") dimulai pada tahun 1960-an meliputi pembangunan sejumlah bendungan dan terusan. Tiga bendungan telah dibangun di Khabur Basin sebagai bagian dari jaringan irigasi luas yang juga mencakup Tabqa Dam di sungai Efrat. Dua bendungan, "Hasakah West" dan "Hasakah East", telah dibangun pada anak-anak sungai Kebar di antara Ra's al-'Ayn dan Al-Hasakah. Kapasitas reservoir Hasakah West adalah 0.09 km3; sedangkan Hasakah East adalah 0.2 km3. Bendungan ketiga, "Hassakeh South", dibangun pada sungai Kebar 25 km di selatan Al-Hassakeh. Reservoir bendungan ini mempunyai kapasitas 0.7 km3.[4] Lembah Kebar (Khabur Valley), yang saat ini tanah pertanian seluas sekitar 4 juta acre (16,000 km²), adalah daerah penanaman gandum utama Suriah. Bagian timur laut juga merupakan pusat produksi minyak Suriah.

Referensi

  1. Hole F, Zaitchik, BF (2007). "Policies, plans, practice, and prospects: irrigation in northeastern Syria". Land Degradation & Development. 18 (2): 133–152. doi:10.1002/ldr.772. {{cite journal}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |month=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  2. Burdon, DJ, Safadi, C (1963). "Ras-el-Ain: the great karstic spring of Mesopotamia. An hydrogeological study". Journal of Hydrology. 1: 58–95. doi:10.1016/0022-1694(63)90033-7. {{cite journal}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |month=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. Nishiaki, Y. (1992). "Preliminary results of the prehistoric survey in the Khabur Basin, Syria: 1990–91 seasons". Paléorient. 18 (1): 97–102. doi:10.3406/paleo.1992.4566. Diakses tanggal 7 Juli 2010.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Mutin, Georges (2003). "Le Tigre et l'Euphrate de la discorde". VertigO (dalam bahasa French). 4 (3): 1–10. doi:10.4000/vertigo.3869. Diakses tanggal 18 Desember 2009.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan