Minggu, 20 September 2026
23:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Elephas hysudrindicus

Elephas hysudrindicus

Artikel ini sudah memiliki daftar referensi, bacaan terkait, atau pranala luar, tetapi sumbernya belum jelas karena belum menyertakan kutipan pada kalimat. Mohon tingkatkan kualitas artikel ini dengan memasukkan rujukan yang lebih mendetail bila perlu. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Elephas hysudrindicus
Rentang waktu: Pleistosen
250px-Bandung_Museum_Geologi%2C_Ruang_Sejarah_Kehidupan_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elephas hysudrindicus di Museum Geologi Bandung
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Elephantidae
Genus: Elephas
Spesies:
E. hysudrindicus
Nama binomial
Elephas hysudrindicus
Dubois, 1908
Sunggun
Sunggun
Situs Arkeologi Sunggun di Blora, Jawa
250px-Bandung_Museum_Geologi%2C_Ruang_Sejarah_Kehidupan_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Elephas hysudrindicus di museum geologi Bandung

Elephas hysudrindicus adalah jenis gajah prasejarah yang fosilnya ditemukan di endapan pasir di daerah Blora, Jawa Tengah. Fosil tulang belulang yang nyaris lengkap ini merupakan hal yang langka ditemukan di daerah tropika seperti di Pulau Jawa.

Jenis gajah purba raksasa ini ditemukan fosilnya di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, sekitar 2 km dari aliran Bengawan Solo, oleh penduduk yang kemudian melaporkan kepada pejabat setempat. Tim survei geologi dari Museum Geologi Bandung dan Pusat Survei Geologi menindaklanjuti penemuan ini dengan melakukan ekskavasi (penggalian). Selanjutnya diketahui bahwa von Koenigswald pernah melakukan ekskavasi di daerah ini tahun 1932. Penanganan teknis dan analisis usia dibantu oleh pakar dari Universitas Wollongong, Australia. Ketika ditemukan, fosil ini tertanam sekitar empat meter di bawah permukaan tanah di bekas areal pertambangan pasir.

Diperkirakan, jenis gajah ini hidup 200.000 tahun yang lalu dengan tinggi 4 m, jauh lebih besar daripada gajah asia modern (E. maximus). Penelitian lanjutan menunjukkan bahwa panjang gajah ini sekitar 5 m dengan bobot mencapai 10 ton.

Rujukan


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan