Rabu, 30 September 2026
01:19 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Elephas

Elephas

genus mamalia

Bagikan:
Elephas
Rentang waktu: Pliosen sampai sekarang
250px-Elephas_maximus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gajah asia
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Elephantidae
Tribus: Elephantini
Genus: Elephas
Linnaeus, 1758
Spesies tipe
Elephas maximus
Linnaeus, 1758
Spesies

8; lihat teks

Artikel takson sembarang

Elephas adalah salah satu dari dua genera dalam famili gajah, Proboscidea. Di dalam genus ini hanya terdapat satu spesies yang belum punah, yaitu gajah asia Elephas maximus.[1]

Beberapa spesies yang telah punah telah dikategorikan ke dalam genus ini, seperti Elephas recki, Elephas antiquus, serta gajah kerdil E. falconeri dan E. cypriotes. Genus ini berhubungan erat dengan genus Mammuthus.[2]

Taksonomi

Elephas tergolong dalam famili Elephantidae dan terdiri dari 10 spesies (baik yang masih ada maupun yang sudah punah):[3]

Referensi

  1. 1 2 Shoshani, J. (2005). "Order Proboscidea". Dalam Wilson, D. E.; Reeder, D. M (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3rd). Johns Hopkins University Press. hlm. 90. ISBN 978-0-8018-8221-0. OCLC 62265494.{{cite book}}: |pages= and |page= ditentukan lebih dari satu kali; |ref=harv tidak valid
  2. ↑ Fleischer, R. C.; Perry, E. A.; Muralidharan, K.; Stevens, E. E.; Wemmer, C. M. (2001). Phylogeography of the Asian Elephant (Elephas maximus) based on mitochondrial DNA Diarsipkan 2012-03-17 di Wayback Machine.. Evolution 55(9): 1882–1892
  3. 1 2 Maglio, V.J. (1973). Origin and evolution of the Elephantidae. Transactions of the American Philosophical Society Philadelphia Volume 63. American Philosophical Society, Philadelphia. Hlm. 149
  4. ↑ Fernando, P., Vidya, T.N.C., Payne, J., Stuewe, M., Davison, G., et al. (2003). DNA Analysis Indicates That Asian Elephants Are Native to Borneo and Are Therefore a High Priority for Conservation. PLoS Biol 1 (1): e6
  5. ↑ Von Königswald, G.H.R. (1956). Fossil mammals from the Philippines. National Research Council of the Philippines, Manila
  6. ↑ Hooijer, D.A. (1949). Pleistocene Vertebrates from Celebes. IV. - Archidiskodon celebensis nov spec.. Zoologische Mededelingen Museum Leiden, 30 (14): 205–226.
  7. ↑ Busk, G. (1867). Description of the remains of three extinct species of elephant, collected by Capt. Spratt, C.B.R.N., in the ossiferous cavern of Zebbug, in the island of Malta. Transactions of the Zoological Society of London, 6: 227–306.
  8. ↑ Falconer, H. Cautley, P. T. (1846). Fauna Antiqua Sivalensis, Being the Fossil Zoology of the Sewalik Hills. Smith, Elder & Company, London. Pp. 64.
  9. ↑ Hooijer, D. A. (1955). Fossil Proboscidea from the Malay Archipelago and the Punjab. Zoologische Verhandelingen, 28 (1): 1–146.
  10. ↑ Todd, N. E. (2001). African Elephas recki: Time, space and taxonomy. In: Cavarretta, G., Gioia, P., Mussi, M. and M. R. Palombo. The World of Elephants, Proceedings of the 1st International Congress. Consiglio Nazionale delle Ricerche, Rome, pp. 693–697.
  11. ↑ Todd, N. E. (2005). Reanalysis of African Elephas recki: Implications for time, space and taxonomy. Quaternary International 126–128: 65–72.
Ikon rintisan

Artikel bertopik mamalia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan