Minggu, 08 November 2026
23:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Eksogami

Bagikan:

Eksogami adalah sebuah aturan sosial di mana perkawinan hanya diizinkan di luar sebuah kelompok sosial, kedua belah pihak atau salah satu pihak dari yang menikah tidak lebur ke dalam kaum kerabat pasangannya.[1] Kelompok sosial tersebut mendefinisikan cakupan dan pendirian dari eksogami, dan aturan dan mekanisme yang diberlakukan berlangsung secara berkelanjutan. Dalam kajian sosial, eksogami dipandang sebagai perpaduan dari dua aspek terkait yaitu biologis dan budaya. Eksogami biologis adalah perkawinan dari orang-orang tidakk sedarah, diatur oleh bentuk hukum inses. Sebuah bentuk eksogami adalah eksogami ganda, di mana dua kelompok melakukan pertukaran istri berkelanjutan.[2] Eksogami budaya adalah perkawinan di luar kelompok budaya speisifik; berlawanan dengan endogami, perkawinan di dalam sebuah kelompok sosial.

Eksogami terdiri atas heterogami dan homogami. Heterogami adalah perkawinan antar kelas sosial yang berbeda seperti misalnya anak bangsawan menikah dengan anak petani. Homogami adalah perkawinan antara kelas golongan sosial yang sama seperti contoh pada anak saudagar atau pedangang yang kawin dengan sesama anak saudagar atau pedagang.[3]

Referensi

  1. ↑ "Upaya Pencegahan Perceraian Berbasis Keluarga Luas dan Institusi Lokal dalam Masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat". Antropologi Indonesia. 34: 106. 2013. ISSN 1693-167X. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-18. Diakses tanggal 2020-11-17.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan; Parameter tidak dikenal |nomor= diabaikan
  2. ↑ New Zealand Slavonic Journal, Victoria University of Wellington, 2002, Volumes 35-36, p.81 OCLC297663912
  3. ↑ Pengantar Antropologi: Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi. Aura Publisher. 2019. hlm. 101. ISBN 978-623-211-107-3.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan