Minggu, 20 September 2026
16:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Ekofak

Ekofak

material organik yang ditemukan di sekitar situs arkeologi dan tidak direkayasa oleh manusia

250px-Hippopus_hippopus_%28giant_clam%29_from_2800-year_old_shell_midden%2C_Bourewa%2C_Fiji.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah cangkang kima raksasa yang ditemukan pada tumpukan sampah kulit kerang (Kjökkenmodding) di situs arkeologi gua Bourewa, Fiji.

Dalam ilmu arkeologi, ekofak atau dikenal pula dengan nama biofak merupakan objek berupa material organik yang tidak mengalami manipulasi secara sengaja oleh manusia, yang ditemukan di situs arkeologi dan memiliki nilai arkeologis. Biasanya, ekofak ditemukan bersamaan dengan artefak atau fitur.[1] Ekofak merupakan objek alami yang terkait dengan lingkungan, seperti tulang hewan, biji-bijian, arang, sisa tumbuhan dan serbuk sari.[2] Ekofak secara pasif dikonsumsi atau digunakan oleh manusia, berbeda dengan artefak yang dimanipulasi untuk tujuan tertentu.[3] Ekofak dapat menunjukkan bagaimana orang di lokasi ditemukannya objek ini merespon wilayah sekitarnya.[1]

Sisa tumbuhan yang sering disebut sebagai makrobotani dapat memberikan berbagai macam informasi dari pola makan, pengobatan dan pakaian. Sedangkan serbuk sari dapat memberikan informasi bagi arkeolog mengenai lingkungan pada masa lampau, makanan yang diproses atau ditanam oleh masyarakat pada masa tersebut.[4]

Jenis ekofak lainnya adalah kayu. Kayu terbuat dari selulosa, karbohidrat, dan lignin. Kayu yang ditemukan dapat dapat memperlihatkan berapa umur yang telah dilewati dari lingkar yang terdapat pada tubuh pohon. Sistem perkiraan umur ini disebut dendrokronologi.[5] Arang adalah kayu yang telah terbakar dan biasa ditemukan pada situs gua dapat dilakukan analisis penanggalan dengan menggunakan Karbon-14 untuk memberikan informasi mengenai lingkungan disekitarnya dan adaptasi manusia dalam penggunaan api.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Algeo, John; Algeo, Adele (1988). "Among the New Words". American Speech. 63 (4): 345–352. doi:10.2307/455265. ISSN 0003-1283.
  2. Thomas, David Hurst (1991). Archaeology : down to earth. Fort Worth, TX: Harcourt Brace Jovanovich College. hlm. 125. ISBN 978-0-03-047584-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. "Ecofact". Nowashe Village. Diakses tanggal 2024-08-17.
  4. "Artifacts and Features". southwestlearning.org. Diarsipkan dari asli tanggal 1 November 2013. Diakses tanggal 17 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Wagner, Günther A. (1998). Age Determination of Young Rocks and Artifacts: Physical and Chemical Clocks in Quaternary Geology and Archaeology (dalam bahasa Inggris). Stuttgart: Springer Science & Business Media. hlm. 155–156. ISBN 978-3-540-63436-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Renfrew, Colin; Bahn, Paul G. (2019). Archaeology : theories, methods and practice (Edisi 8). London: Thames & Hudson. ISBN 978-0-500-84320-8. OCLC 1184232501.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan