Kamis, 15 Oktober 2026
22:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Bahasa Jawa Surakarta

bagian dari rumpun bahasa Austronesia

Bagikan:
Bahasa Jawa Standar
ꦧꦱꦗꦮꦱꦸꦫꦏꦂꦠ
Basa Jawa Surakarta
250px-Jawa_ing_aksara_Jawa.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kata "Jawa" menggunakan rupa huruf Tuladha Jejeg yang berbasis pada tulisan tangan aksara Jawa gagrag Surakarta.
Dituturkan di40px-Flag_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Indonesia
Wilayah
EtnisJawa
Penutur
9.851.795 Jiwa (2023)
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Posisi bahasa Jawa Surakarta dalam dialek-dialek bahasa Jawa Sunting klasifikasi ini

Catatan:

Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
Status resmi
Bahasa resmi di
Daerah Istimewa Yogyakarta
Diatur olehBalai Bahasa Provinsi Jawa Tengah
Kode bahasa
ISO 639-3–
Linguasfer31-MFM-ahe
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Jawa Surakarta–Yogyakarta atau Bahasa Jawa Standar, disebut atau juga disebut Bahasa Jawa Dialek Kewu (bahasa Jawa:ꦧꦱꦗꦮꦱꦸꦫꦏꦂꦠ translit. Basa Jawa Surakarta) adalah dialek bahasa Jawa modern yang dituturkan di wilayah eks-Keresidenan Surakarta di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta bagian barat Kabupaten Pacitan di Jawa Timur. Dialek ini merupakan bentuk standar dari bahasa Jawa yang menjadi acuan bahasa Jawa Baku,[1] Bahasa Jawa Surakarta/Yogyakarta ini berkerabat dekat dan memiliki banyak kesamaan/kemiripan struktur bahasa dan kosakata paling banyak dengan bahasa Jawa Semarang di kawasan Kedungsepur, dialek ini juga menyerupai dengan bahasa Jawa Mataraman yang dituturkan masyarakat Jawa di eks-Karesidenan Madiun dan eks-Karesidenan Kediri di Jawa Timur, terutama di dalam pemakaian kosakatanya.

Istilah "bahasa Jawa" paling umum dikaitkan pada bentuk bahasa Jawa Surakarta yang biasanya digunakan dalam situasi resmi.[1] Dalam perkembangan selanjutnya, bahasa Jawa Surakarta ditetapkan sebagai bentuk standar dari bahasa Jawa dan secara resmi digunakan sebagai bahan pengajaran bahasa Jawa pada instansi pendidikan di wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur bahkan di era Hindia Belanda,[2]

Kosakata

Meskipun satu rumpun, bahasa Jawa di tiap daerah di Jawa Tengah mempunyai ciri-ciri tersendiri yang khas mencerminkan dari mana asal bahasa Jawa tersebut[3]

Untuk istilah "dingin" di dialek Surakarta-Yogyakarta dan Ngawi, Madiun-Kediri menggunakan kata "adhem", sedangkan orang yang tinggal di Semarang menyebutnya "atis". Contoh:

"Lhå piyé ṭå, aku arêp mangkat nangíng ra duwé dhuwit."
("Bagaimana ini, saya akan berangkat tetapi tidak punya uang.")
"Mbok kowé mesakké aku, disilihi dhuwit pirå waé sak nduwèmu."
("Kasihani aku, dipinjami uang berapa saja yang kamu punya.")
"Sésuk tak balèkké yèn wis oleh kiriman såkå mbakyuku."
("Besok (dalam waktu yang tidak bisa ditentukan kapan) saya kembalikan kalau sudah dapat kiriman dari kakak perempuan saya.")
Bagian ini berisi daftar kosakata
40px-Wiktionary-logo-v2-id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBagian ini merupakan kilas pandang dari beberapa kosakata maupun ungkapan dan kalimat dalam bahasa Jawa Surakarta. Untuk keterangan lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi proyek saudari Wikipedia berbasis kamus, Wikikamus.

Perbedaan Kosakata dialek Mataram/Kewu (Surakarta–Yogyakarta) dan Mataraman (Madiun–Kediri), walaupun mirip terdapat banyak perbedaan

Daftar
Dialek Kewu (Surakarta-Yogyakarta) Dialek Mataraman (Kediri-Madiun) Bahasa Indonesia
akhiran -ake akhiran -ne akhiran -kan
ngåpå nyapå kenapa
waé aé saja
têgêl mentålå, tegå tega
yen, nek, ale', lamun(bahasa sastra) nek, nak, lek, lak kalau
busak busêg (huruf g di ucapkan glottal) hapus
kenå kênèk terkena
ublak ublêg (huruf g di ucapkan glottal) aduk
tumplak tumplêg (huruf g di ucapkan glottal) tuang
nanging tapi, ning tetapi
åjå-åjå gek-gek jangan-jangan
jebulé (lebih umum), tibak'é (kadang kadang masih digunakan) tibak'é, tibak'nå, bak'e, bak'nå ternyata
tuwå tuwèk tua
sedelå sedilut Sebentar
jagong mbecek, buwuh pergi ke pesta perkawinan
njelehi, nyebahi nggilani, mangkelne, megelne menyebalkan, menjengkelkan, membosankan
gayêng nyenengne menyenangkan
lengå pèt lengå gas minyak tanah
mêrkengkong magak tanggung
kancilên - tidak bisa tidur
cedhak, cerak, caket(bahasa sastra) cêdhêg(huruf g di ucapkan glottal) dekat
pidak, idak idhêg (huruf g di ucapkan glottal) di injak
ngelih luwe, kaliren, lesu lapar
mangkat budhal(lebih umum), mangkat berangkat
mabur mibêr, kabur/mabur, mumbul terbang
kĕbak kebêg (huruf g di ucapkan glottal) penuh
mung,ming mèk,muk,ming,gur hanya
marakké, njalari marai, mergakne, garakne menyebabkan
isih isík, sik, ijík/jik masih, saja
gari garèk, karèk,kari tinggal
ésuk isuk, esuk pagi
såkå, sĕkå tekå, sangka dari
gagé, ndang ndang, gèk ndang cepat-cepat
těkå těkå (Yogyakarta) ujug-ujug tiba-tiba
dudu udu', dudu' bukan
ånå , ènèk, ènèng (Surakarta) ènèk, ènèng ada
rampung/bar bar/mari selesai
kolah jedhing kamar mandi
tongkrongan (istilah umum)

Hik (Sragen)
angkringan (Yogyakarta)
wédangan (Surakarta)

angkringan, warung lesehan warung makan (gerobak) di pinggir jalan
peso, pangot(Sragen) ladhing, peso, glathi pisau
tibå, jeblok(Sragen) cêblok (benda/manusia) , tibå (hanya untuk manusia) jatuh
nganggo ngangge , nggawe, nggae, ngge pakai
bangět éram/mên/nêmên sangat
senajan masiyå walaupun
nganṭi, ngasi, ngantek sampèk, ngasi sampai
diantemi ditonyoni, diantemi dipukul
mudheng dhòng, mudheng paham
mĕngko êngko nanti
siṭík (siṭék) saithik/thithik/sithik sedikit
apík (apék) apik,uapik bagus
cilík (cilék) cilik kecil
wíngi / kala wingi dhék wingi, dhék ingi kemarin
níng, nang, ing níng, nang, ndik di
marang, mring, menyang nyang ke / kepada
bali (lebih umum), mulíh (jarang dipakai) mulíh (lebih umum), balek, laut pulang
lungå / minggat lungå / ngalíh pergi
undangké celukne, parakne panggilkan
puyèng, mumět ngelu (lebih umum), mumet pusing
mriyang grêgês, gêring tak enak badan
diuripi / diurupké dikakné / diurupné / diempakne dinyalakan
gori tèwèl(di daerah Pati juga menggunakan kata ini) nangka muda
oglangan (Surakarta) jegleg, jegrek, anjret mati lampu
awit,wiwit lekas mulai
pancen, nyata terah,tarah,tanah,nyatu memang
mbisu jegidhek, meneng cep, mbisu sengaja diam
wadhuh peh, yungalah aduh
ngapusi blithuki (madiun raya), ngapusi berbohong
gedhe gedhi besar
suwe suwi lama
katon (formal), ketok (informal) ketok nampak
wadon (formal), wedok (informal) wedok perempuan

Referensi

  1. 1 2 Ogloblin, Alexander K. (2005). "Javanese". Dalam K. Alexander Adelaar; Nikolaus Himmelmann (ed.). The Austronesian Languages of Asia and Madagascar. London dan New York: Routledge. hlm. 591. ISBN 9780700712861.
  2. ↑ Sumarsono; Partana, Paina (2002), Sosiolinguistik, Yogyakarta: Sabda, hlm. 28
  3. ↑ "DIALEK BAHASA JAWA BAGIAN TENGAH: Kajian Geografis Dialek Dan Budaya". Jingganya Senja. 2010-10-26. Diakses tanggal 2022-01-13.

Pranala luar

Geografi
Lambang Kota SurakartaPeta Kota Surakarta
Politik
Sejarah
Lokasi terkenal
Transportasi
Demografi & Budaya
Pendidikan
Tempat ibadah
Olahraga
Media
Kuliner
1 Masuk ke dalam Daftar Benda Cagar Budaya yang Dilindungi Pemerintah Kota Surakarta, 2 Dicoret dari daftar karena usia pembangunan kurang dari 50 tahun
Portal Surakarta · Wikipedia:Buku/Surakarta


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Surakarta ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan