Kamis, 24 September 2026
20:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Bonifacius Cornelis de Jonge

Bonifacius Cornelis de Jonge

Gubernur-Jenderal Hindia Belanda

Nama ini merupakan sebuah nama Belanda; nama keluarganya adalah de Jonge, bukan Jonge.
Bonifacius Cornelis de Jonge
250px-Portrait_of_Jonkheer_Bonifacius_Cornelis_de_Jonge_by_Jan_Frank_Ministry_of_the_Interior_and_Kingdom_Relations.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret oleh Jan Frank, ca1935
Gubernur Jenderal Hindia Belanda
Masa jabatan
12 September 1931 –16 September 1936
Penguasa monarkiWilhelmina
PendahuluAndries Cornelies Dirk de Graeff
PenggantiAlidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer
Menteri Perang
Masa jabatan
15 Juni 1917 –9 September 1918
PendahuluNicolaas Bosboom [nl]
PenggantiGeorge Alting von Geusau [nl]
Informasi pribadi
Lahir(1875-01-22)22 Januari 1875
Den Haag, Belanda
Meninggal24 Juni 1958(1958-06-24) (umur 83)
Zeist, Belanda
Partai politikPersatuan Sejarah Kristen

Bonifacius Cornelis de Jonge (22 Januari 1875  24 Juni 1958) adalah Gubernur-Jenderal Hindia Belanda yang memerintah antara tanggal 12 September 1931 sampai 16 September 1936. De Jonge, lahir di Den Haag pada 1875, merupakan seorang lulusan Ilmu Hukum di Universitas Utrecht. Di tengah Perang Dunia 1 (1914-1918) De Jonge menduduki kursi Menteri Peperangan dan menjadi orang sipil pertama yang mendapatkan posisi tersebut. Selanjutnya, pada periode yang sama, ia juga ditunjuk sebagai Menteri Angkatan Laut (1918) ad interim hingga kabinet jatuh pada tahun 1918.[1]

De Jonge adalah sosok otoriter dan tidak mau mendengar kritik.[2] Sebuah kalimatnya yang terkenal ialah: "Kami telah memerintah di sini selama tiga ratus tahun dengan cambuk dan tongkat dan kami harus tetap melakukannya untuk tiga ratus tahun lagi".[3]

De Jonge juga seorang Gubernur-Jenderal yang keras terhadap gerakan kemerdekaan Indonesia dan melakukan pembredelan terhadap sejumlah media cetak yang mendukung pergerakan. Sebagai Gubernur-Jenderal, ia juga mengeluarkan ordonansi sekolah liar yang bersifat preventif pada tahun 1932.[4] Melalui kebijakan ini, pemerintah bisa menolak permohonan izin penyelenggaraan pendidikan dari kelompok tertentu, dengan dugaan bisa membahayakan Hindia Belanda. Ordonansi ini banyak ditentang kaum pergerakan nasional.[3]

Pengalaman

De Jonge juga masuk ke dalam manajemen perusahaan-perusahaan kapitalis bermodal besar di Belanda. Setelah mengakhiri kariernya sebagai menteri, De Jonge masuk dalam pengelolaan perusahaan minyak bumi Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) yang merupakan cabang urusan Hindia dari induk perusahaan lintas negara Inggris-Belanda, Royal Dutch Shell.

Melalui karier bisnis itu, De Jonge berhubungan dengan urusan Hindia Belanda. Pada 1919, ia mengadakan perjalanan bisnis untuk mengunjungi Hindia Belanda, Tiongkok, Jepang, dan Amerika Utara. Sebelum ditunjuk sebagai Gubernur Jenderal, De Jonge menempati posisi direksi di perusahaan-perusahaan minyak milik Belanda—di antaranya, Koninklijke Nederlandsche Petroleum Maatschappij (menjabat 1921–1930) dan BPM (1930–1931). Riwayat pra-Hindia inilah yang menjadi bahan kritik berbagai pihak saat De Jonge menerima penunjukkan sebagai gubernur jenderal. Keputusannya itu cukup menarik karena sebenarnya ia telah ditawari berbagai macam jabatan publik sejak awal 1920-an—yang semuanya ditolak olehnya.[1]

Referensi

  1. 1 2 Reinhart, Christopher. "Hindia Belanda dalam Cengkeraman Gubernur Jenderal De Jonge". Tirto.id. Diakses tanggal 2022-08-24.
  2. Ingleson, John (1983). Jalan ke pengasingan: Pergerakan Nasionalis Indonesia tahun 1927-1934. Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial. hlm. 176.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 "De Jonge: Gubernur Jenderal yang Membuang Para Pendiri Bangsa". Tirto.id. Diakses tanggal 2020-08-18.
  4. Muljana, Slamet, 1922-1986. (2008-). Kesadaran nasional : dari kolonialisme sampai kemerdekaan (Edisi Cet. 1). Yogyakarta: LKiS. ISBN 978-979-1283-55-7. OCLC 270132636.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)

Lihat pula

Jabatan pemerintahan
Didahului oleh:
Nicolaas Bosboom
Menteri Perang
1917-1918
Diteruskan oleh:
George August Alexander Alting von Geusau
Didahului oleh:
Jean Jacques Rambonnet
Menteri Angkatan Laut
1918
(sementara)
Diteruskan oleh:
George August Alexander Alting von Geusau
Didahului oleh:
Andries Cornelis Dirk de Graeff
Gubernur-Jenderal Hindia Belanda
1931-1936
Diteruskan oleh:
Tjarda van Starkenborgh Stachouwer
Masa Kekuasaan
Perusahaan Hindia Timur Belanda
(1610–1800)
Flag of the Dutch East India Company
Flag of the Dutch East India Company
Masa Kekuasaan
Hindia Belanda Pertama
(1800–1811)
Masa Kekuasaan
Kerajaan Inggris
(1800–1811)
Masa Kekuasaan
Hindia Belanda Kedua
(1811–1949)
Komisaris Tinggi


Flag of BelandaBiography icon

Artikel bertopik biografi Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan