Senin, 21 September 2026
00:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

David Benatar

David Benatar
Lahir08 Desember 1966 (umur 59)
PekerjaanAkademisi, professor, penulis
Dikenal karenaAntinatalisme
Latar belakang akademik
Alma materUniversitas Cape Town (BSocSc, PhD)
Karya akademik
DisiplinPhilosophy
Subdisiplin
Filsafat moral, filsafat sosial, filsafat agama
InstitusiUniversitas Cape Town
Gagasan terkenal

David Benatar (lahir 8 Desember 1966) adalah seorang filsuf, akademisi, dan penulis Afrika Selatan. Ia terkenal karena pembelaannya terhadap antinatalisme dalam bukunya, Better Never to Have Been: The Harm of Coming to Existence. Dalam bukunya itu, ia berargumen bahwa menjadi ada adalah sebuah kerugian yang serius, terlepas dari perasaan makhluk yang ada ketika ia ada. Lebih jauh ia menganggap bahwa menciptakan lebih banyak makhluk hidup adalah tindakan yang salah secara moral.[2]

Referensi

  1. Benatar 2017, hlm. 102–110.
  2. Steyn, Mark (14 Desember 2007). "Children? Not if you love the planet". Orange County Register. Diakses tanggal 29 April 2008.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Karya pilihan

Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan