Sabtu, 10 Oktober 2026
03:46 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Dark Enlightenment

Bagikan:

Dark Enlightenment, juga dikenal sebagai gerakan neoreaksioner, neoreaksi dan disingkat NRx oleh para pencetusnya, adalah sebuah gerakan anti-demokrasi, anti-liberal dan reaksioner yang menganggap dirinya sendiri merupakan antitesis dari Abad Pencerahan. Gerakan tersebut banyak menolak egalitarianisme dan pandangan bahwa sejarah menunjukkan pergerakan tak terelakkan menuju kebebasan dan pencerahan yang lebih besar, sehingga gerakan tersebut merupakan bagian dari reaksi melawan "historiografi Whig".[1][2] Gerakan tersebut mendorong pemulihan konstruksi-konstruksi masyarakat dan bentuk pemerintahan lama, termasuk dukungan untuk monarkisme dan bentuk kepemimpinan lain seperti "CEO neokameralis"[3] dari sebuah republik saham bersama,[4] dipadukan dengan penerapa konservatif dan nasionalis ekonomi terhadap ekonomi.[5] Para pencetusnya umumnya juga memegang pandangan konservatif sosial yang meliputi opini-opini tradisionalis tentang peran gender, hubungan ras, dan imigrasi.

Referensi

  1. ↑ Pein, Corey (19 Mei 2014). "Mouthbreathing Machiavellis Dream of a Silicon Reich". The Baffler. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Februari 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Bartlett, Jamie (20 Januari 2014). "Meet The Dark Enlightenment: sophisticated neo-fascism that's spreading fast on the net". The Daily Telegraph. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-12. Diakses tanggal 2019-06-07.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Gray, Rosie (10 Februari 2017). "Behind the Internet's Anti-Democracy Movement". The Atlantic.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Steorts, Jason Lee (5 Juni 2017). "Against Mencius Moldbug's 'Neoreaction'". National Review.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Walther, Matthew (23 Januari 2014). "The Dark Enlightenment Is Silly Not Scary". The American Spectator. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-06. Diakses tanggal 2 Oktober 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan