Sabtu, 26 September 2026
05:51 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Apofenia

kecenderungan menghubungkan hal-hal yang sebenarnya tidak berhubungan

Apofenia atau atau dalam bahasa sehari-sehari sering disebut cocoklogi adalah suatu kondisi psikologi ketika seseorang memiliki kecenderungan untuk melihat adanya hubungan atau pola yang bermakna dengan hal-hal yang bahkan tidak terkait dan terjadi secara acak.[1]

Menurut Petter Brugger, seorang profesor Neurologi dari University Hospital of Zürich, istilah 'apofenia' pertama kali diperkenalkan oleh Klaus Conrad pada 1958. Pada 1958, Klaus Conrad menerbitkan sebuah monografi berjudul Die beginnende Schizophrenie. Versuch einer Gestaltanalyse des Wahns. Dalam monografi tersebut, dia menjabarkan secara detail tentang prodromal mood dan tahap awal skizofrenia. Dia menciptakan kata ‘apofenia’ untuk mengarakterisasi timbulnya pemikiran delusi dalam psikosis. Apofenia diterjemahkan sebagai “apofani” dari bahasa Yunani, [apo] 'jauh dari' + [phaenein] 'untuk menunjukkan'. Ini menggambarkan fakta bahwa penderita skizofrenia awalnya mengalami delusi sebagai "wahyu".[2]

Apofenia dapat tergambarkan pada kasus James A. Pike, seorang uskup episkopal. Dia mulai melihat “pesan-pesan bermakna” seperti jam yang berhenti, sudut peniti yang terbuka, dan sudut yang dibentuk oleh dua kartu pos yang tergeletak di lantai, sesaat sebelum putranya menembak dirinya sendiri. Hal itu diyakininya–dengan apa yang mungkin masyarakat kita sebut–sebagai “pertanda”.[2]

Referensi

  1. ↑ "Definition of APOPHENIA". www.merriam-webster.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-11-26.
  2. 1 2 "apophenia - The Skeptic's Dictionary - Skepdic.com". skepdic.com. Diakses tanggal 2021-11-26.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan