Sabtu, 03 Oktober 2026
01:21 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Cintamani

Cintamani

mestika pengabul harapan dalam kepercayaan Hindu dan Buddha

Bagikan:
250px-Domon_Ken_-_Kichij%C5%8Dten_J%C5%8Druri-ji_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Kisshoten atau Kichijoten (Dewi Laksmi menurut kepercayaan Shinto) di Joururi-ji, Jepang, sedang membawa Cintamani di tangan kirinya.
250px-2007_0806collectionBertsch0012.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung khiimori atau lung ta, kuda angin menurut kepercayaan Asia Timur, digambarkan mengangkut Cintamani.

Cintamani[a] (Dewanagari: चिंतामणि; ,IAST: Cintāmaṇi, चिंतामणि), adalah jenis permata atau mestika yang dapat mengabulkan harapan dalam kepercayaan Hindu dan Buddhis Mahayana, yang dapat dipadankan dengan batu filsuf dalam alkimia di Dunia Barat.[1] Cintamani merupakan salah satu dari beberapa mestika yang disebutkan dalam pustaka Buddhis.

Kepercayaan

Dalam kepercayaan Hindu, Cintamani berkaitan dengan Dewa Wisnu dan Ganesa. Dalam tradisi Hindu, Cintamani sering digambarkan sebagai mestika mulia milik Wisnu yang juga disebut Kostuba, atau melekat di dahi Nagaraja dan disebut pula Nagamani. Kitab Yogawasistha, yang pertama kali ditulis sekitar abad ke-10 Masehi, mengandung suatu cerita tentang Cintamani.[2] Kitab Wisnupurana mengandung kisah tentang suatu Cintamani yang disebut Syamantaka, memberikan kemakmuran bagi pemiliknya, merukunkan klan-klan bangsa Yadawa.[3]

Dalam kepercayaan Buddhis, Cintamani dibawa oleh para Bodhisatwa (makhluk suci dengan welas asih, kebijaksanaan, serta kekuatan yang agung), contohnya Awalokiteswara dan Ksitigarbha. Mestika itu juga diangkut oleh kuda angin (khiimori atau lung ta) yang tergambarkan dalam lambang Mongolia dan bendera doa di Tibet. Dengan merapalkan dharani (puji-pujian) tentang Cintamani, ajaran Buddha mengingatkan bahwa orang yang mencapai kebijaksanaan Buddha, memahami kebenaran Sang Buddha, dan mengubah penderitaan menjadi pencerahan. Dipercaya pula dapat membuat seseorang melihat para pengikut Amitabha pada saat menjelang ajal. Dalam tradisi Buddhisme di Tibet, Cintamani kadangkala digambarkan sebagai mutiara cemerlang dan dibawa oleh beberapa Buddha yang berbeda-beda.[4]

Di Jepang, kepercayaan Shinto mengasimilasi dewi Hindu Laksmi menjadi Kisshōten, dan biasanya digambarkan sedang membawa Cintamani.

Catatan

  1. ↑ Hanzi: 如意寶珠; Pinyin: Rúyì bǎozhū; Romaji: Nyoihōju; bahasa Tamil: சிந்தாமணி

Referensi

  1. ↑ Guénon, René (2004) [1962]. Symbols of Sacred Science. Sophia Perennis, USA. ISBN0-900588-78-0. p. 277
  2. ↑ Venkatesananda, Swami (1984). The Concise Yoga Vāsiṣṭha. Albany: State University of New York Press. hlm. 346–353. ISBN 0-87395-955-8. OCLC 11044869.
  3. ↑ The Past before us: Historical traditions of early North India, Romila Thapar, Harvard, 2013
  4. ↑ R. A. Donkin, Beyond price: pearls and pearl-fishing : origins to the Age of Discoveries, American Philosophical Society, 1998. ISBN978-0-87169-224-5. p. 170
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan