Minggu, 20 September 2026
21:37 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
CdmaOne

CdmaOne

Teknologi telepon seluler

Artikel ini berisi tentang teknologi telepon seluler. Untuk metode akses kanal, lihat Code-division multiple access.
250px-Samsung_CDMA_Phone.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Telepon seluler Samsung cdmaOne ketika dibongkar

Interim Standard 95 (dalam Bahasa Indonesia artinya Standar Interim 1995, disingkat IS-95; nama lainnya Narrowband CDMA atau N-CDMA)[1] merupakan teknologi jaringan seluler berbasis CDMA pertama di dunia. Teknologi ini dikembangkan oleh Qualcomm dan nantinya diadopsi sebagai standar oleh Asosiasi Industri Telekomunikasi dalam rilis TIA/EIA/IS-95 yang dipublikasikan tahun 1995. IS-95 juga dikenal dengan merek dagangnya yaitu cdmaOne.

IS-95 berbeda dengan teknologi 2G lainnya karena teknologi ini berbasis code division multiple access (CDMA). Teknologi ini meningkatkan kapasitas sesi peneleponan dengan menggunakan sebuah metode pengkodean yang unik untuk setiap kanal frekuensi yang digunakannya. Dengan adanya sistem pengkodean ini, maka lalu-lintas dan alokasi waktu masing-masing sesi dapat diatur. Frekuensi yang digunakan pada teknologi ini adalah 800 MHz, meskipun ada juga yang beroperasi di 1900 MHz.

Teknologi cdmaOne sebenarnya lebih bagus dibanding sistem analog yang selama ini ada, seperti AMPS. Menurut Qualcomm, kapasitas jaringan teknologi ini lebih besar 20 kali dibanding sistem analog. Belum lagi soft handoff, multipath tolerance, dan mencegah penyadapan pembicaraan.[2] Namun, sayangnya tidak banyak operator yang mengadopsi IS-95, dikarenakan hal berikut.

  • Cakupannya terbatas, tidak bisa digunakan untuk roaming seperti GSM.
  • Nomor harus di-inject, tidak ada kartu SIM; perangkat pengguna tidak bisa mengganti-ganti kartu seperti GSM.
  • Pengembangan yang dilakukan sendiri oleh Qualcomm, membuat operatornya harus membayar royalti yang mahal, dibanding GSM yang dikembangkan bersama oleh konsorsium.[3]

Kelemahan tersebut berbuah pengembangan selanjutnya dari cdmaOne menjadi CDMA2000, yang memperluas lebar pita (bandwidth) dan menghadirkan fitur baru seperti kemampuan transmisi data.[4]

Revisi protokol

330px-CdmaOneNetworkGeneralView.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Struktur jaringan cdmaOne

Riwayat teknis cdmaOne mencerminkan kelahirannya sebagai proyek internal Qualcomm, dan dunia standar seluler digital yang saat itu belum terbukti di mana ia dikembangkan. Istilah IS-95 secara umum berlaku untuk kumpulan revisi protokol sebelumnya, yaitu P_REV satu sampai lima.

P_REV=1 dikembangkan di bawah proses standar ANSI dengan referensi dokumentasi J-STD-008. J-STD-008, yang diterbitkan pada tahun 1995, hanya didefinisikan untuk band (pita frekuensi) PCS Amerika Utara yang baru (Band Class 1, 1900 MHz). Istilah IS-95 secara tepat mengacu pada P_REV=1, yang dikembangkan di bawah proses standar Asosiasi Industri Telekomunikasi (TIA), untuk band seluler Amerika Utara (Band Class 0, 800 MHz) dalam kerangka waktu yang kurang lebih sama. IS-95 menawarkan interoperabilitas (termasuk handoff) dengan jaringan seluler analog. Untuk operasi digital, IS-95 dan J-STD-008 memiliki sebagian besar rincian teknis yang sama. Gaya dan struktur yang belum matang dari kedua dokumen tersebut sangat mencerminkan "standardisasi" proyek internal Qualcomm.

P_REV=2 diistilahkan sebagai Interim Standard 95A (IS-95A). IS-95A dikembangkan untuk Band Class 0 saja, sebagai peningkatan bertahap atas IS-95 dalam proses standar TIA.

P_REV=3 diistilahkan sebagai Technical Services Bulletin 74 (TSB-74). TSB-74 adalah peningkatan bertahap berikutnya atas IS-95A dalam proses standar TIA.

P_REV=4 diistilahkan sebagai Interim Standard 95B (IS-95B) Phase I, dan P_REV=5 diistilahkan sebagai Interim Standard 95B (IS-95B) Phase II. Jalur standar IS-95B menyediakan penggabungan jalur standar TIA dan ANSI di bawah TIA, dan merupakan dokumen pertama yang menyediakan interoperabilitas perangkat seluler IS-95 di kedua band class (operasi dual-band). P_REV=4 sejauh ini merupakan varian IS-95 yang paling populer, dengan P_REV=5 yang hanya mendapatkan sambutan yang minim di Korea Selatan.

P_REV=6 dan seterusnya berada di bawah naungan CDMA2000. Selain perbaikan teknis, dokumen IS-2000 jauh lebih matang dalam hal tata letak dan isi. Dokumen ini juga menyediakan kompatibilitas mundur dengan IS-95.

Operator

Adapun jaringan berbasis cdmaOne diterapkan di beberapa negara di Amerika Utara, Asia Timur (Korea Selatan, Hong Kong dan Jepang) dan wilayah lainnya. Di Indonesia, teknologi ini pernah diterapkan tetapi tidak mendapat penerimaan yang luas. Operator IS-95 yang diketahui pernah beroperasi di Indonesia, yaitu:

  • Telkom: Divisi Regional V, Jawa Timur pernah menghadirkan layanan berteknologi IS-95A dengan frekuensi 1900 MHz bernama C-Phone. Layanan ini terbatas untuk wilayah Gerbangkertosusila. Belakangan C-Phone dikonversi ke Flexi yang menggunakan CDMA2000.[5]
  • Komselindo: Awalnya direncanakan merupakan operator pertama dari teknologi ini.[6] Karena krisis moneter, Komselindo baru bisa meluncurkan layanannya pada Maret 2000[7] dengan nama V-CDMA,[8] yang menjangkau Jabodetabek dan Bandung dengan 220 BTS serta dilengkapi fitur WAP.[9] Namun, proyek ini tidak sukses.[3] Komselindo kemudian diakuisisi oleh PT Mobile-8 Telecom yang meluncurkan layanan berteknologi CDMA2000.
  • CityTel: di Makassar.[10]

Rujukan

Pranala luar

0G radiotelepon (1946)
1G (1979)
Keluarga AMPS
Lainnya
2G (1991)
Keluarga GSM/3GPP
Keluarga 3GPP2
AMPS
Lainnya
2G transisi
(2.5G, 2.75G)
Keluarga GSM/3GPP
Keluarga 3GPP2
Lainnya
3G (2001)
Keluarga 3GPP
Keluarga 3GPP2
3G transisi
(3.5G, 3.75G, 3.9G)
Keluarga 3GPP
Keluarga 3GPP2
Keluarga IEEE
Keluarga ETSI
4G (2009)
IMT Advanced (2013)
Keluarga 3GPP
Keluarga IEEE
5G (2019)
IMT-2020 (dalam pengembangan)
Keluarga 3GPP
Lainnya
Berkaitan
Ikon rintisan

Artikel bertopik telepon seluler ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan