Senin, 21 September 2026
05:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
MIMO

MIMO

penggunaan beberapa antena dalam radio

Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO) ( /ˈmaɪmoʊ, ˈmiːmoʊ/ ) adalah teknologi nirkabel yang melipatgandakan kapasitas tautan radio menggunakan beberapa antena pemancar dan penerima. MIMO telah menjadi teknologi inti untuk komunikasi nirkabel pita lebar, termasuk standar seluler—4G WiMAX (8o2.16 e, m), dan 3GPP 4G LTE dan 5G NR, serta standar Wi-Fi— IEEE 802.11n , ac , dan ax .

250px-LteMimoAntennen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Example of an antenna for LTE with two-port antenna diversity

MIMO adalah teknologi nirkabel yang meningkatkan kapasitas data radio dengan menggunakan beberapa antena pengirim (transmitter) dan penerima (receiver). Dalam sistem MIMO, data yang sama ditransmisikan melalui beberapa antena melalui jalur yang sama dalam bandwidth yang sama. Dampaknya, kecepatan pengiriman data yang dikirimkan oleh antena transmitter akan meningkat karena sinyal data tersebut dikirimkan dalam beberapa “bagian”. Selain itu kualitas data yang dikirimkan juga lebih baik karena sistem MIMO juga bisa meminimalisir noise.

MIMO merupakan terobosan mendasar dalam transmisi nirkabel dengan memanfaatkan dimensi spasial untuk meningkatkan kapasitas tautan (laju data). Teknologi ini membutuhkan beberapa antena, baik pada pemancar maupun penerima, beserta pemrosesan sinyal terkait, untuk menghasilkan peningkatan kecepatan data yang secara kasar proporsional dengan jumlah antena di setiap ujung.

MIMO dimulai dengan aliran data berkecepatan tinggi, yang didemultipleks menjadi beberapa aliran berkecepatan lebih rendah. Masing-masing aliran ini kemudian dimodulasi dan ditransmisikan secara paralel dengan pengkodean yang berbeda dari antena pemancar, dengan semua aliran berada dalam kanal frekuensi yang sama. Aliran-aliran yang saling berinterferensi dan berada di kanal yang sama ini tiba di susunan antena penerima, masing-masing memiliki tanda spasial yang berbeda—pola fase penguatan pada antena penerima. Tanda array yang berbeda ini memungkinkan penerima untuk memisahkan aliran-aliran yang berada di kanal yang sama ini, mendemodulasinya, dan melakukan multipleks ulang untuk merekonstruksi aliran data berkecepatan tinggi asli. Proses ini terkadang disebut sebagai ' Multiplexing Spasial '.

Kunci MIMO adalah perbedaan yang cukup dalam tanda spasial dari aliran yang berbeda, untuk memungkinkan pemisahannya. Hal ini dicapai melalui kombinasi sebaran sudut multipath[1][2] dan jarak yang cukup antar elemen antena. Dalam lingkungan dengan multipath yang kaya dan sebaran sudut yang tinggi, yang umum dalam penerapan seluler dan Wi-Fi, jarak elemen antena di setiap ujung beberapa panjang gelombang saja sudah cukup. Namun, jika tidak ada sebaran multipath yang signifikan, jarak elemen yang lebih besar (pemisahan sudut yang lebih lebar) diperlukan baik pada larik transmisi, larik penerima, atau keduanya.

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan