Kamis, 08 Oktober 2026
18:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Cagar Alam Bukit Timah

Cagar Alam Bukit Timah

taman di Singapura

Bagikan:
Cagar Alam Bukit Timah
Hutan Simpanan Bukit Timah (bahasa Melayu)
250px-Bukit_timah_hill.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak tangga menuju puncak Bukit Timah
osm-intl,8,a,a,284x208.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Cagar_Alam_Bukit_Timah&revid=29802332&groups=_bdb4d1a5a33ba75b4efcbce58ce8a466682d3284&parser=parsoid
Peta interaktif Cagar Alam Bukit Timah
LokasiBukit Timah, Singapura
Koordinat1°21′16.85″N 103°46′34.95″E / 1.3546806°N 103.7763750°E / 1.3546806; 103.7763750
Luas1,64 km²
Didirikan1883

Cagar Alam Bukit Timah adalah sebuah cagar alam kecil seluas 1,64 kilometer persegi di dekat pusat geografis dari negara kota Singapura, terletak di lereng Bukit Timah, bukit tertinggi Singapura yang memiliki ketinggian 163,63 meter, dan bagian wilayak sekitarnya. Cagar alam ini sekitar 12 kilometer dari Pusat Kota Singapura.

Meskipun ukurannya yang kecil, cagar alam ini dianggap salah satu daerah alami yang paling produktif. Alfred Russel Wallace juga menjunjung tinggi tempat ini. Bersama-sama dengan Cagar Alam Tangkapan Air Pusat yang berdekatan, mereka merupakan rumah lebih dari 840 spesies tanaman berbunga dan lebih dari 500 spesies fauna.[1] Saat ini, cagar alam ini adalah salah satu petak hutan hujan primer terbesar yang tersisa di Singapura. Hutan lindungnya secara resmi dinyatakan sebagai Taman Warisan ASEAN pada tanggal 18 Oktober 2011.[2][3]

Etimologi

250px-Bukit_timah_rock.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu yang menandai puncak Bukit Timah dalam cagar alam

Nama Bukit Timah diambil dari bukit tertinggi yang ditemukan di daerah ini dengan nama yang sama, yang juga merupakan lokasi geografis tertinggi di seluruh Singapura. Meskipun nama bukit ini menyandang kata "timah", tetapi tidak ada cadangan timah yang ditemukan di daerah ini. Bukit ini berfungsi sebagai tambang granit tambang selama bertahun-tahun, namun sejak pertengahan tahun 1900-an, semua operasi tersebut telah ditinggalkan dan diubah menjadi tempat rekreasi dan bahkan lokasi pembuatan film.

Sejarah

Pada tahun 1882, Nathaniel Cantley, Pengawas Kebun Bunga Singapura saat itu, ditugaskan oleh Pemerintah Straits Settlements untuk menyiapkan laporan tentang hutan dari negeri-negeri. Atas rekomendasi Cantley, beberapa hutan cadangan ditetapkan di pulau Singapura selama beberapa tahun ke depan. Bukit Timah adalah salah satu hutan cadangan pertama yang ditetapkan pada tahun 1883.

Semua hutan cadangan tersebut diusahakan untuk diambil kayunya dengan pengecualian untuk Cagar Alam Bukit Timah.[4] Tahun 1937, hutan cadangan habis di bawah tekanan ekonomi untuk pembangunan. Namun, tiga daerah, termasuk Cadangan Bukit Timah, tetap dipertahankan untuk perlindungan flora dan fauna di bawah pengelolaan Kebun Bunga Singapura.

Pada tahun 1951, perlindungan lebih lanjut dari hutan cadangan ini ditetapkan dengan berlakunya sebuah Ordonansi Cagar Alam dan pembentukan Badan Cagar Alam untuk administrasi hutan cadangan, yang sekarang ditetapkan sebagai cagar alam, dengan total luas sekitar 28 kilometer persegi.

Saat ini, cagar alam diperuntukan bagi perkembangbiakan, perlindungan, dan pelestarian flora dan fauna asli dari Singapura di bawah Undang-Undang Taman Nasional dan dikelola oleh Badan Taman Nasional.

Referensi

  1. ↑ "Bukit Timah Nature Reserve". National Parks Board. Diarsipkan dari asli (visitors' guide) tanggal 2014-09-22. Diakses tanggal 19 Oktober 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Bukit Timah Nature Reserve declared ASEAN Heritage Park". Channel NewsAsia. 19 Oktober 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-12-30. Diakses tanggal 2016-11-23.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "President endorses ASEAN Heritage Park". AsiaOne. 19 Oktober 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-10-20. Diakses tanggal 2016-11-23.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Bukit Timah Nature Reserve" (article). National Parks. Diakses tanggal 23 November 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan