Rabu, 30 September 2026
09:06 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Cacing parasit

Cacing parasit

Bagikan:
250px-Hookworms.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret cacing tambang.

Cacing parasit adalah cacing yang hidup sebagai parasit pada organisme lain, baik hewan atau tumbuhan. Mereka adalah organisme yang seperti cacing yang hidup dan makan pada tubuh yang ditumpangi serta menerima makanan dan perlindungan sementara menyerap nutrisi tubuh yang ditumpangi. Penyerapan ini menyebabkan kelemahan dan penyakit. Penyakit yang diakibatkan oleh cacing parasit biasanya disebut secara umum sebagai cacingan. Cacing parasit umumnya merupakan anggota Cestoda, Nematoda, dan Trematoda.

Jenis

Cacing parasit ikan

Genus Anisakis merupakan spesies nematoda yang menjadi parasit paling umum pada ikan air laut. Ciri fisik dari spesies cacing dalam genus Anisakis adalah memiliki bibir sebanyak 3 buah yang mengelilingi mulutnya. Cacing parasit dari genus Anisakis telah menjadi parasit sejak menjadi larva hingga dewasa.[1]

Cacing parasit hewan atau manusia

Beberapa cacing parasit hewan/manusia:

Cacing parasit tumbuhan

Beberapa cacing parasit tumbuhan:

Inang

Ikan

Cacing parasit menjadikan tubuh ikan sebagai inang. Beberapa jenis cacing parasit hanya menjadikan ikan sebagai inang ketika ikan masih dalam kondisi hidup dan dalam keadaan basah. Setelah ikan mengalami kematian, beberapa jenis cacing parasit berpindah ke inang yang lain. Karena karakteristik ini, lokasi cacing parasit di dalam tubuh ikan normalnya bersifat tidak menentu.[2]

Hewan ternak

Cacing parasit dapat menjadikan sapi sebagai inangnya. Pada sawah, larva cacing parasit terlebih dahulu tumbuh di dalam tubuh keong sebelum berpindah ke makanan atau minuman sapi. Ketika sapi makan atau minum, cacing parasit masuk ke tubuh sapi hingga tinggal di dalam hati sapi. Proses penginangan sering terjadi pada sawah irigasi dan jarang terjadi di sawah tadah hujan. Penyebabnya adalah habitat keong yang lebih mudah berkembangbiak di daerah yang lembap dan berair dibandingkan di daerah yang kering.[3]

Infeksi

Cacing parasit dapat menginfeksi saluran pencernaan, otot, otak, paru-paru, hati dan kantong empedu. Selain itu, cacing parasit mampu menginfeksi sistem peredaran darah. Salah satu jenis cacing parasit yang mampu nenginfeksi semua jenis organ ini adalah Wuchereria bancrofti.[4]

Referensi

  1. ↑ Rokhmani dan Budianto, B. H. (2017). Zahid, Ahmad (ed.). Parasitologi Akuatik: Biologi, Morfologi, Diagnosa dan Pengendaliannya (PDF). FGP Press. hlm. 31.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Hardi, Esti Handayani (Oktober 2015). Susilo, Fitriastuti, T., dan Kiswanto (ed.). Parasit Biota Akuatik (PDF). Samarinda: Mulawarman University Press. hlm. 47.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Firdaus, M., Sujarwanta, A., dan Lepiyanto, A. (2017). "STUDI RENTAN INFEKSI CACING PARASIT (Fasciola hepatica) PADA HATI SAPI" (PDF). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan: Membangun Generasi Berpendidikan dan Religius Menuju Indonesia Berkemajuan: 226. ISBN 978-602-70313-2-6.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  4. ↑ Saraswati, Henny (2020). Modul Biomedik 1: Biokimia, Mikrobiologi dan Parasitologi (PDF). Universitas Esa Unggul. hlm. 17.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan