Jumat, 09 Oktober 2026
20:50 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Cacing parasit

Cacing parasit

Bagikan:
250px-Hookworms.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret cacing tambang.

Cacing parasit adalah cacing yang hidup sebagai parasit pada organisme lain, baik hewan atau tumbuhan. Mereka adalah organisme yang seperti cacing yang hidup dan makan pada tubuh yang ditumpangi serta menerima makanan dan perlindungan sementara menyerap nutrisi tubuh yang ditumpangi. Penyerapan ini menyebabkan kelemahan dan penyakit. Penyakit yang diakibatkan oleh cacing parasit biasanya disebut secara umum sebagai cacingan. Cacing parasit umumnya merupakan anggota Cestoda, Nematoda, dan Trematoda.

Jenis

Cacing parasit ikan

Genus Anisakis merupakan spesies nematoda yang menjadi parasit paling umum pada ikan air laut. Ciri fisik dari spesies cacing dalam genus Anisakis adalah memiliki bibir sebanyak 3 buah yang mengelilingi mulutnya. Cacing parasit dari genus Anisakis telah menjadi parasit sejak menjadi larva hingga dewasa.[1]

Cacing parasit hewan atau manusia

Beberapa cacing parasit hewan/manusia:

Cacing parasit tumbuhan

Beberapa cacing parasit tumbuhan:

Inang

Ikan

Cacing parasit menjadikan tubuh ikan sebagai inang. Beberapa jenis cacing parasit hanya menjadikan ikan sebagai inang ketika ikan masih dalam kondisi hidup dan dalam keadaan basah. Setelah ikan mengalami kematian, beberapa jenis cacing parasit berpindah ke inang yang lain. Karena karakteristik ini, lokasi cacing parasit di dalam tubuh ikan normalnya bersifat tidak menentu.[2]

Hewan ternak

Cacing parasit dapat menjadikan sapi sebagai inangnya. Pada sawah, larva cacing parasit terlebih dahulu tumbuh di dalam tubuh keong sebelum berpindah ke makanan atau minuman sapi. Ketika sapi makan atau minum, cacing parasit masuk ke tubuh sapi hingga tinggal di dalam hati sapi. Proses penginangan sering terjadi pada sawah irigasi dan jarang terjadi di sawah tadah hujan. Penyebabnya adalah habitat keong yang lebih mudah berkembangbiak di daerah yang lembap dan berair dibandingkan di daerah yang kering.[3]

Infeksi

Cacing parasit dapat menginfeksi saluran pencernaan, otot, otak, paru-paru, hati dan kantong empedu. Selain itu, cacing parasit mampu menginfeksi sistem peredaran darah. Salah satu jenis cacing parasit yang mampu nenginfeksi semua jenis organ ini adalah Wuchereria bancrofti.[4]

Referensi

  1. ↑ Rokhmani dan Budianto, B. H. (2017). Zahid, Ahmad (ed.). Parasitologi Akuatik: Biologi, Morfologi, Diagnosa dan Pengendaliannya (PDF). FGP Press. hlm. 31.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Hardi, Esti Handayani (Oktober 2015). Susilo, Fitriastuti, T., dan Kiswanto (ed.). Parasit Biota Akuatik (PDF). Samarinda: Mulawarman University Press. hlm. 47.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Firdaus, M., Sujarwanta, A., dan Lepiyanto, A. (2017). "STUDI RENTAN INFEKSI CACING PARASIT (Fasciola hepatica) PADA HATI SAPI" (PDF). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan: Membangun Generasi Berpendidikan dan Religius Menuju Indonesia Berkemajuan: 226. ISBN 978-602-70313-2-6.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  4. ↑ Saraswati, Henny (2020). Modul Biomedik 1: Biokimia, Mikrobiologi dan Parasitologi (PDF). Universitas Esa Unggul. hlm. 17.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan