Senin, 21 September 2026
05:00 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Cacar sapi

Cacar sapi

250px-Anak_sapi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Sapi

Cacar Sapi adalah penyakit cacar yang disebabkan oleh virus variola.[1] Penyebab cacar ini adalah anggota dari genus orthopoxvirus, yang juga termasuk virus seperti cacar sapi, cacar monyet, dan kontagiosum moluskum.[2]

Sejarah

Pada bulan Mei 1796, untuk pertama kalinya dilakukan imunisasi pada pasien cacar air dengan material dari luka cacar air sapi.[3] Edward Jenner menyuntik James Phipps, seorang bocah lelaki berumur delapan tahun dengan sesuatu yang diambil dari bintik penyakit cacar sapi yang ada di tangan seorang pemerah susu.[3] Sebagaimana memang diharapkan, bocah kecil itu kehinggapan cacar sapi tetapi segera sembuh.[3]

Beberapa minggu kemudian, Jenner menyuntikkan Phipps serum cacar.[3] Ternyata seperti yang diharapkan pada bocah itu tak tampak tanda-tanda penyakit.[3] Sesudah melakukan penyelidikan lebih mendalam, Jenner memperkenalkan hasil-hasil usahanya lewat sebuah buku tipis berjudul An Inquiry into the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae, diterbitkannya secara pribadi tahun 1798.[3]

Jenner menciptakan sendiri gagasan bahwa serangan penyakit cacar sapi dapat memberikan kekebalan terhadap cacar.[3] Namun, sebelum Jenner, ternyata sudah ada orang lain yang melkukan penyelidikan itu.[3] Kendati Jenner bukanlah seorang ilmuwan orisinal yang menemukan hasil penelitian itu.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. "Penyebab Penyakit Cacar dan Jenisnya". Portal 22. 2013-04-06. Diakses tanggal 2014-06-13.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=[pranala nonaktif permanen]
  2. "Penyebab Cacar Adalah Virus Variola". Kesehatan123. 2011-05-27. Diakses tanggal 2014-06-12.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=[pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Mengenal Sosok Penemu Vaksin Penyakit Cacar". Vemale.com. 2014-04-24. Diakses tanggal 2014-06-13.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan