Rabu, 07 Oktober 2026
12:42 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Weka-weka

Weka-weka

spesies burung

Bagikan:
Bidadari halmahera
250px-Standardwing_Bird-of-Paradise_0A2A0515_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Paradisaeidae
Genus: Semioptera
Gray, 1859
Spesies:
S. wallacii
Nama binomial
Semioptera wallacii

Weka-weka[2] atau bidadari halmahera (bahasa Latin:Semioptera wallacii) adalah jenis cendrawasih berukuran sedang, sekitar 28 cm, berwarna cokelat-zaitun. Cendrawasih ini merupakan satu-satunya anggota genus Semioptera. Burung jantan bermahkota warna ungu dan ungu-pucat mengkilat dan warna pelindung dadanya hijau zamrud. Cirinya yang paling mencolok adalah dua pasang bulu putih yang panjang yang keluar menekuk dari sayapnya dan bulu itu dapat ditegakkan atau diturunkan sesuai keinginan burung ini. Burung betinanya yang kurang menarik berwarna cokelat zaitun dan berukuran lebih kecil serta punya ekor lebih panjang dibandingkan burung jantan.

Etimologi

George Robert Gray dari Museum Inggris menamai jenis ini untuk menghormati Alfred Russel Wallace, seorang naturalis Inggris dan pengarang buku The Malay Archipelago, orang Eropa pertama yang menemukan burung ini pada tahun 1858.

Subspesies dan taksonomi

Burung weka-weka adalah burung endemik kepulauan Maluku dan merupakan jenis burung cenderawasih sejati yang tersebar paling barat. Burung ini memiliki dua subspesies:

  • Semioptera wallacii halmaherae Salvadori, 1881
  • Semioptera wallacii wallacii Gray, 1859

Perilaku dan ekologi

Makanannya terdiri dari serangga, artropoda, dan buah-buahan. Burung jantan bersifat poligami. Mereka berkumpul dan menampilkan tarian udara yang indah, meluncur dengan sayapnya dan mengembangkan bulu pelindung dadanya yang berwarna hijau mencolok sementara bulu putih panjangnya di punggungnya dikibar-kibarkan.

Status konservasi

Karena umum ditemukan di rentang habitatnya yang terbatas, burung weka-wdka dievaluasi berisiko rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Penyebaran

Burung weka-weka bisa ditemukan di Pulau Halmahera dan Bacan pada hutan hujan tropis dataran rendah dan bukit-bukit, dan kadang-kadang di daerah berhutan.

Riwayat pengumpulan dan pengamatan Wallace

Weka-weka dibahas dalam The Malay Archipelago dengan nama Semioptera wallacei dan sebutan Wallace’s Standard Wing. Alfred Russel Wallace menguraikannya dalam catatan kunjungan ke Bacan serta bab mengenai cenderawasih. Catatan tersebut menjelaskan perolehan spesimen oleh Ali, ciri bulu jantan dan betina, gerakan burung di hutan, serta keberadaannya di Bacan dan Halmahera.[3]

Perolehan spesimen di Bacan

Pada awal masa tinggal di Bacan, Wallace bertemu Ali yang baru kembali membawa hasil pengumpulan burung. Ali menunjukkan seekor burung dengan bulu dada hijau dan bulu putih panjang yang menonjol dari kedua sisi tubuh. Kepada Wallace, Ali menerangkan bahwa bulu putih itu ditegakkan oleh burung ketika menggerakkan sayapnya dan tidak diatur dengan tangan. Wallace kemudian memeriksa susunan bulunya dan menganggapnya sebagai bentuk cenderawasih yang belum dikenalnya.[3]

Buku tersebut menyatakan bahwa George Robert Gray dari British Museum menamainya Semioptera wallacei. Dengan demikian, catatan tentang spesimen di Bacan membedakan kegiatan pengumpulan oleh Ali, pemeriksaan dan uraian oleh Wallace, serta penamaan yang dilakukan Gray. Wallace juga menyebut bahwa para pengumpulnya terus memperoleh spesimen burung ini selama kegiatan lapangan di Bacan. Kisah tersebut ditempatkan bersama uraian pengumpulan burung dan serangga lain di pulau itu.[3]

Deskripsi bulu dalam buku

Wallace menggambarkan warna dasar bulu jantan sebagai cokelat zaitun, dengan bagian punggung yang lebih gelap dan mahkota bernuansa ungu mengilap. Bulu dada serta sisi leher memiliki warna hijau kebiruan metalik. Bulu memanjang di sisi dada dapat dilipat di bawah sayap atau dikembangkan. Ciri lain yang diperiksanya adalah dua bulu putih panjang pada masing-masing sayap, yang tumbuh dekat bagian tekukan sayap dan dapat ditegakkan ketika burung bergerak.[3]

Dalam bab cenderawasih, panjang tubuh disebut sekitar sebelas inci, sedangkan bulu putihnya sekitar enam hingga enam setengah inci. Betina digambarkan berwarna cokelat pucat dengan sedikit warna ungu keabu-abuan di kepala. Wallace menyatakan bahwa jantan muda menyerupai betina. Ia juga mencatat warna kaki jingga, paruh bernuansa zaitun, dan iris berwarna zaitun. Ukuran serta warna tersebut merupakan bagian dari deskripsi spesimen dalam buku.[3]

Perilaku dan lokasi pengamatan

Menurut pengamatan yang dituliskan Wallace, burung ini mendatangi pepohonan bagian bawah hutan dan berpindah dari cabang ke cabang. Burung dapat berpegangan pada ranting maupun batang tegak dan mengeluarkan suara berderit. Jantan sesekali membuka serta menggetarkan sayap, menegakkan bulu putih panjang, dan mengembangkan bulu dada. Wallace mencatat keberadaannya di Bacan dan Halmahera, dengan perbedaan warna mahkota serta panjang bulu dada pada spesimen dari kedua pulau. Catatan itu disajikan sebagai perbandingan spesimen, tanpa pembagian subspesies modern.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ BirdLife International. 2017. Semioptera wallacii. The IUCN Red List of Threatened Species 2017: e.T22706140A118483106. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T22706140A118483106.en. Downloaded 1 January 2019.
  2. ↑ "Weka-weka - KBBI VI".
  3. 1 2 3 4 5 6 Wallace, Alfred Russel (2024). Sejarah Nusantara (The Malay Archipelago): Perjalanan, Penjelajahan, serta Kajian Manusia dan Alam Indonesia. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia. ISBN 978-623-164-492-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan

Pranala luar

Genera Corvides beserta kerabat punah mereka
Campephagidae
Cinclosomatidae
Eulacestomatidae
Falcunculidae
Mohouidae
Neosittidae
Oreoicidae
Oriolidae
Pachycephalidae
Paramythiidae
Psophodidae
Malaconotoidea
    • See below ↓
Corvoidea
    • See below ↓
Turnagra Campochaera sloetii
Aegithinidae
Artamidae
Artaminae
Craticinae
Peltopsinae
Machaerirhynchidae
Malaconotidae
Pityriasidae
Platysteiridae
Rhagologidae
Vangidae
Malaconotus monteiri Machaerirhynchus nigripectus
Corcoracidae
Corvidae
Dicruridae
Ifritidae
Laniidae
Melampittidae
Monarchidae
Monarchinae
Terpsiphoninae
Paradisaeidae
Platylophidae
Rhipiduridae
Lamproliinae
Rhipidurinae
Vireonidae
Paradisaea minor

Seleucidis melanoleuca Nucifraga caryocatactes

Corvus corax
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan