Minggu, 11 Oktober 2026
03:41 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Cenderawasih panji

Cenderawasih panji

spesies burung

Bagikan:
Cenderawasih panji
330px-Pteridophora_alberti_-Papua_New_Guinea-8.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Burung jantan di Papua New Guinea
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Pteridophora
Spesies:
P. alberti
Nama binomial
Pteridophora alberti
Meyer, 1894
Subspesies

P. a. alberti
P. a. buergersi
P. a. hallstromi

Artikel takson sembarang

Cenderawasih panji (nama ilmiah: Pteridophora alberti) adalah sejenis burung Cenderawasih berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22 cm, dari genus tunggal Pteridophora. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap, yang panjangnya mencapai 40 cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut. Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan.

Daerah sebaran Cenderawasih panji adalah di hutan pegunungan pulau Irian. Pakan burung Cenderawasih Panji terdiri dari buah-buahan, beri, dan aneka serangga.

Seperti kebanyakan spesies burung lainnya di suku Paradisaeidae, Cenderawasih Panji adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan menggunakan bulu mantel dan ke dua kawat di kepalanya pada ritual tarian. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri.

Nama ilmiah burung Cenderawasih panji memperingati seorang raja berkebangsaan Jerman, Albert I dari Sachsen.

Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan masih sering ditemukan di habitatnya. Cenderawasih Panji dievaluasikan sebagai berisiko rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2012). "Pteridophora alberti". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 26 November 2013. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosongs: |last-author-amp= and |authors=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Genera Corvides beserta kerabat punah mereka
Campephagidae
Cinclosomatidae
Eulacestomatidae
Falcunculidae
Mohouidae
Neosittidae
Oreoicidae
Oriolidae
Pachycephalidae
Paramythiidae
Psophodidae
Malaconotoidea
    • See below ↓
Corvoidea
    • See below ↓
Turnagra Campochaera sloetii
Aegithinidae
Artamidae
Artaminae
Craticinae
Peltopsinae
Machaerirhynchidae
Malaconotidae
Pityriasidae
Platysteiridae
Rhagologidae
Vangidae
Malaconotus monteiri Machaerirhynchus nigripectus
Corcoracidae
Corvidae
Dicruridae
Ifritidae
Laniidae
Melampittidae
Monarchidae
Monarchinae
Terpsiphoninae
Paradisaeidae
Platylophidae
Rhipiduridae
Lamproliinae
Rhipidurinae
Vireonidae
Paradisaea minor

Seleucidis melanoleuca Nucifraga caryocatactes

Corvus corax


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan