Rabu, 30 September 2026
13:29 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
Cenderawasih mati kawat

Cenderawasih mati kawat

spesies burung

Bagikan:
Cenderawasih mati-kawat
250px-BxZ_Seleucidis_melanoleuca_00a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Seleucidis

Lesson, 1835
Spesies:
S. melanoleucus
Nama binomial
Seleucidis melanoleucus
Daudin, 1800
Artikel takson sembarang

Cenderawasih mati-kawat (nama ilmiah: Seleucidis melanoleucus) adalah burung Cenderawasih berukuran sedang, dengan panjang sekitar 33cm, dari genus tunggal Seleucidis. [1]

Persebaran

Cenderawasih mati-kawat ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Irian. Seperti kebanyakan spesies burung lainnya di famili Paradisaeidae, Cenderawasih Mati-kawat adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan menggunakan keduabelas kawat pada ritual tariannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cenderawasih Mati-kawat terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga.[1]

Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan sering ditemukan di habitatnya. Cenderawasih Mati-kawat dievaluasikan sebagai Beresiko Rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.

Ciri khas

Burung Cenderawasih Mati-Kawat ini memiliki perbedaan ciri khas yaitu:

  • Jantan: Memiliki bulu hitam beludru pada bagian dada dan kepala, iris mata berwarna merah terang, serta paruh hitam yang panjang dan melengkung. Ciri khas utamanya berada pada bulu pinggul (flank plumes) berwarna kuning cerah. Dari balik bulu kuning tersebut tumbuh 12 kawat hitam kaku (wire-like filaments) yang melengkung ke arah belakang hingga melampaui ekornya.[2]
  • ​Betina: Memiliki penampilan yang jauh lebih terselubung untuk kamuflase, dengan bagian punggung berwarna cokelat kemerahan dan bagian dada berwarna krem bersalur hitam. Kedua jenis kelamin memiliki kaki besar berinti warna merah muda khas.[2]

Perilaku perkawinan

Sistem perkawinan cendrawasih mati-kawat bersifat poligini, di mana jantan akan menarik perhatian beberapa betina melalui ritual tarian yang rumit tanpa terlibat dalam pembuatan sarang atau perawatan anak. [3]

  1. ​Pemilihan Panggung​: Jantan memilih tunggul pohon mati atau cabang vertikal terbuka yang menonjol di atas kanopi rawa sebagai panggung pameran (display perch). ​
  2. ​Unjuk Bulu​ (Wire-Wipe Display): Saat betina mendekat, jantan mengembungkan bulu dada hitamnya dan memamerkan bulu-bulu paha serta pinggul kuningnya. ​
  3. ​Sentuhan Kawat​: Jantan melakukan tarian memutar (wire-wipe display), yaitu mengibaskan dan mengusapkan 12 antena/kawat hitamnya secara perlahan ke wajah, paruh, dan mata betina sebagai rangsangan visual serta taktil sebelum terjadi kopulasi.

Pranala luar

  • (Inggris)

BirdLife Species Factsheet

Referensi

  1. 1 2 Rehiara, Rosaniya E.; Raunsay, Edoward Krisson; Siahay, Aldolf Z. D.; Koirewoa, Dolfina Costansah (2025-06-16). "PEMBELAJARAN KONSERVASI KONTEKSTUAL MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI MELALUI PRAKTIKUM PENGAMATAN BURUNG CENDERAWASIH DI KAMPUNG RHEPANG MUAIF KABUPATEN JAYAPURA". Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat (dalam bahasa Inggris). 6 (3): 4450–4459. doi:10.31004/cdj.v6i3.47029. ISSN 2721-5008.
  2. 1 2 "Birds of Paradise and Bowerbirds". britishbirds.co.uk (dalam bahasa Inggris). 2020-09-01. Diakses tanggal 2026-07-26.
  3. ↑ Frith, Clifford; Frith, Dawn (2020). "Twelve-wired Bird-of-Paradise (Seleucidis melanoleucus), version 1.0". Birds of the World (dalam bahasa Inggris). doi:10.2173/bow.twwbop1.01. ISSN 2771-3105.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan