Sabtu, 31 Oktober 2026
03:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Bentrok Jayanti 2014

Bagikan:

Bentrok Jayanti adalah peristiwa konflik sipil yang terjadi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Indonesia, dimulai pada tanggal 29 Januari 2014.

Menurut Polri, pertikaian tersebut berlangsung sejak hari Rabu, 29 Januari 2014. Pertikaian tersebut dimulai oleh kelompok warga yang dipimpin Yulius Hanau dan kelompok yang dipimpin Pinus Murib mengenai sengketa tanah ulayat di Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Bentrok kembali terjadi pada Kamis, mengakibatkan sejumlah warga terluka. Awalnya pertikaian tersebut merupakan masalah adat, tetapi berkembang menjadi pertikaian antar-kampung.

Kedua kubu yang bertikai sempat berdamai pada 21 Februari 2014, tetapi konflik kembali pecah pada Selasa, 4 Maret 2014. Akibat pertikaian tersebut, tujuh warga tercatat tewas dan setidaknya 300 orang terluka.[1][2]

Kronologi konflik

Konflik sosial ini melibatkan warga dari kelompok warga yang dipimpin Pinus Murib dengan kelompok pimpinan Yulius Hanau. Kedua pihak tersebut memperebutkan tanah ulayat Jayanti di samping jalan rintisan Trans-Papua, yang menghubungkan Timika dan Waghete, Kabupaten Deiyai. Polisi yang melerai kedua pihak menjadi terlibat dalam bentrok tersebut setelah diserang oleh massa yang bertikai, mengakibatkan dua orang tewas tertembak polisi dan seorang anggota Brimob terkena panah. Meninggalnya dua warga tersebut pun melibatkan Kompolnas untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kepala Staf Kodam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Himsa Siburian mengonfirmasi bahwa karena semakin banyaknya korban jiwa dari kedua kelompok yang bertikai, kerabat korban dari masing-masing kelompok terus berdatangan dan terlibat dalam konflik tersebut, menambah besarnya massa yang terlibat konflik. Pada 14 Maret 2014, Kodam XVII Cenderawasih menugaskan Komandan Korem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Bambang Haryanto, untuk bergabung bersama Polri serta Muspika Mimika dan Papua menyelesaikan pertikaian perebutan lahan Jayanti itu.[1]

Referensi

Sejarah konflik di Indonesia
Konflik politik
Konflik sosial
Konflik sumber daya alam
Kejahatan kemanusiaan
Terorisme


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan