| Batalyon Parako 465 Pasgat/Hardha Dedali | |
|---|---|
| Yon Parako 465 Pasgat | |
Lambang Batalyon Parako 467 Pasgat/Hardha Dedali | |
| Dibentuk | 18 September 2008 - Sekarang |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | Korpasgat |
| Tipe unit | Batalyon Komando Parako TNI-AU |
| Peran | Pasukan Khusus Para Komando TNI-AU |
| Bagian dari | Brigade Parako 1 Pasgat/Harda Marutha |
| Markas | Jakarta Timur, DKI JAKARTA |
| Julukan | Hardha Dedali |
| Moto | Satu Jiwa, Terlatih, Teruji |
| Baret | Jingga |
| Ulang tahun | 18 September |
| Situs web | https://www.instagram.com/yonparako467_pasgat/ |
Batalyon Parako 465 Pasgat
Batalyon Parako 465 Pasgat/Hardha Dedali
Batalyon Parako 465 Pasgat, yang dikenal sebagai Hardha Dedali, merupakan satuan tempur di bawah Brigade Parako 1 Pasgat. Satuan ini diresmikan pada 18 September 2008 dan bermarkas di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sebelumnya, Hardha Dedali dikenal sebagai Batalyon Komando 467 Kopasgat. Kini, satuan tersebut menggunakan nama Batalyon Parako 465 Pasgat.
Hardha Dedali bertugas menjaga pertahanan pangkalan, alutsista, dan instalasi TNI AU. Selain itu, satuan ini menjalankan misi pencarian dan pertolongan tempur, pengamanan protokoler ibu kota, serta operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI. Salah satu unsur satuannya, Kompi Senapan C, berkedudukan di Lanud Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dengan semboyan “Satu Jiwa, Terlatih, Teruji”, prajurit Hardha Dedali menjunjung tinggi kebersamaan, disiplin, dan kesiapan dalam bertugas. Identitas satuan ini tercermin pada lambangnya yang berbentuk anak panah.
Catatan: Sumber resmi yang tersedia mengonfirmasi penggunaan nama Batalyon Parako 465 Pasgat dalam susunan Brigade Parako 1, tetapi belum menjelaskan secara rinci proses perubahan nomor dari 467 menjadi 465.
Sejarah Batalyon Parako 465 Pasgat/Hardha Dedali
Batalyon Parako 465 Pasgat/Hardha Dedali berawal dari Flight C BS Paskhas yang berkedudukan di Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Pada 2008, status satuan tersebut ditingkatkan menjadi Skadron 467 Paskhas berdasarkan Peraturan Kasau Nomor Perkasau/41/VII/2008 tanggal 9 Juli 2008. Pembentukan skadron ini merupakan bagian dari penataan organisasi Korpasgat, termasuk penyempurnaan organisasi dan prosedurnya melalui Peraturan Kasau Nomor Perkasau/53/VIII/2008.
Personel dan perlengkapan Skadron 467 Paskhas berasal dari penggabungan Flight C BS Paskhas di Bogor dan Detasemen Pengawalan dan Protokoler Paskhas (Denwalkol Paskhas) di Jakarta. Setelah pembinaan Denwalkol dialihkan kepada Denma Mabesau pada 2008, fasilitas serta sarana pendukungnya diserahkan kepada satuan yang tengah dibentuk. Markas satuan kemudian dipindahkan dari Lanud Atang Sendjaja ke Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sementara fasilitas di Bogor digunakan oleh unsur kompi.
Pada 18 September 2008, Skadron 467 Paskhas dikukuhkan menjadi Batalyon Parako 467 Pasgat. Peresmian oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Subandrio, ditandai dengan penyerahan Tunggul “Hardha Dedali” kepada komandan pertama, Mayor (Psk) Lambok Marojahan Sormin Siregar. Sejak itu, satuan ini menjalankan tugas pertahanan pangkalan, alutsista, dan instalasi TNI AU, serta SAR tempur dan operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.
Dalam perkembangan organisasi Korpasgat, satuan ini selanjutnya mengalami validasi organisasi dan kini dikenal sebagai Batalyon Parako 465 Pasgat/Hardha Dedali, di bawah Brigade Parako 1 Pasgat. Markasnya tetap berada di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, sedangkan Kompi Senapan C berkedudukan di Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Penyebutan Batalyon Parako 467 Pasgat merujuk pada nama satuan saat dikukuhkan pada 2008; nama yang digunakan saat ini adalah Batalyon Parako 465 Pasgat. (TNI AU; Korpasgat)
Kemampuan Batalyon Parako 465 Pasgat/Hardha Dedali
Batalyon Parako 465 Pasgat dibentuk dengan unsur-unsur yang saling melengkapi untuk mendukung pelaksanaan tugas. Di bawah pimpinan Danyon dan Wadanyon, setiap bagian memiliki peran dalam menyiapkan, menggerakkan, dan menopang kekuatan satuan. Unsur intelijen dan operasi membantu membaca perkembangan situasi serta menyusun langkah yang diperlukan. Sementara itu, staf personel dan logistik mengelola kebutuhan prajurit dan perlengkapan, sedangkan unsur keselamatan mendukung agar kegiatan berlangsung dengan tertib dan terencana.
Di lapangan, kekuatan batalyon bertumpu pada kompi dan peleton sebagai unsur pelaksana. Mereka didukung unsur senjata bantuan, angkutan, perawatan, dan perbekalan—rangkaian yang memungkinkan pasukan bergerak, mempertahankan daya dukung, dan melanjutkan tugas dalam berbagai keadaan. Dukungan kesehatan dan SAR melengkapi kesiapan tersebut. Dengan demikian, kemampuan satuan tidak hanya tercermin dari unsur yang bergerak di garis depan, tetapi juga dari personel dan fungsi pendukung yang bekerja di baliknya.
Batalyon ini juga memiliki unsur dengan keahlian khusus, antara lain paramotor dan paratrike, drone atau pesawat udara nirawak, kendaraan taktis, jinhandak, serta penembak runduk. Keberadaan berbagai unsur ini memberi satuan pilihan dukungan yang lebih beragam, mulai dari mobilitas dan pengamatan hingga tugas teknis yang membutuhkan keterampilan khusus. Setiap kemampuan memiliki peran tersendiri, tetapi hasilnya bergantung pada koordinasi yang baik dan penempatan unsur sesuai kebutuhan.
Keseluruhan susunan itu membentuk satu kekuatan yang bekerja melalui kerja sama. Unsur manuver menjalankan tugas, unsur pendukung menjaga kelancaran gerak, sementara pimpinan dan staf mengarahkan upaya agar tetap terkoordinasi. Ketika seluruh bagian bergerak selaras, ketangguhan satuan bukan hanya tampak pada kecepatan merespons, tetapi juga pada kemampuan menjaga kesiapan dan menyelesaikan tugas secara terukur.
Semangat “Satu Jiwa, Terlatih, Teruji” menjadi pengikat bagi setiap prajurit dalam menjalankan perannya. Di balik ragam fungsi dan keahlian, kekuatan Batalyon Parako 465 Pasgat bertumpu pada disiplin, keterampilan, dan kekompakan. Perpaduan itulah yang menjadi modal satuan untuk menghadapi dinamika tugas dengan kesiapan dan daya juang.
Komandan

- Letkol Psk Lambok Marojahan Sormin Siregar (8 September 1999 s.d. 1 September 2010)
- Letkol Psk Mahfud (1 September 2010 s.d. 30 November 2011)
- Letkol Psk Drs. R. Harys Soeryo Mahhendro, M.M. (30 November 2011 s.d. 12 April 2014)
- Letkol Psk Nasser (12 April 2014 s.d. 29 Agustus 2015)
- Letkol Pas Sonruta Tambunan (29 Agustus 2015 s.d. 28 Juni 2016)
- Letkol Pas Nursalim, S.H. (28 Juni 2016 s.d 26 April 2018)
- Letkol Pas Y. Made Suarsono (26 April 2018 s.d 30 Juli 2019)
- Letkol Pas Pratomo Sariadi Darwan, S.E., M.Han., MMgtStud. (30 Juli 2019 s.d 10 April 2021)
- Letkol Pas Renry Adipaty ER, M.Han. (10 April 2021 s.d 31 Oktober 2023)
- Letkol Pas Binsar Setiadi Purba, S.H., M.Tr.SOU. (31 Oktober 2023 s.d. 08 Oktober 2024)
- Letkol Pas M. Yoga Gautama Anwar (08 Oktober 2024 s.d. Sekarang)