Kamis, 24 September 2026
10:28 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kota Batam

Kota Batam

kota di Provinsi Kepulauan Riau

Untuk pulau yang bernama-sama, lihat Pulau Batam.
Kota Batam
Transkripsi bahasa daerah
  Abjad Jawiباتم
250px-Welcome_to_Batam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikon "Welcome to Batam"
250px-Vue_de_batam2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Panorama Kota Batam
250px-Gereja_Katolik_Nha_Tho_Duc_Me_Vo_Nhiem_-_Eksterior.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gereja Nha Tho Duc Me Vo Nhiem
120px-Lambang_Kota_Batam.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 120px-Badan_Pengusahaan_Batam.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang
Julukan: 
osm-intl,a,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kota_Batam&revid=29845573&groups=_eec1081539941012bc047175556e66b8307c2a56&parser=parsoid
Peta Kota Batam
Kota Batam di Sumatra
Kota Batam
Kota Batam
Peta Kota Batam
Tampilkan peta Sumatra
Kota Batam di Indonesia
Kota Batam
Kota Batam
Kota Batam (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 1°07′48″N 104°03′11″E / 1.13°N 104.0531°E / 1.13; 104.0531
Negara Indonesia
ProvinsiKepulauan Riau
Dasar hukumPP No. 34 Tahun 1983
Hari jadi18 Desember 1829;196 tahun lalu (1829-12-18)
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 12
  • Kelurahan: 64
Pemerintahan
  JenisWali kota—dewan ex-officio Lembaga Non Struktural [a]
  BadanPemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam
  Wali KotaAmsakar Achmad[b]
  Wakil Wali KotaLi Claudia Chandra[c]
  Sekretaris DaerahJefridin Hamid
  Ketua DPRDNuryanto
Luas
  Total1.034,76 km2 (399,52 sq mi)
  Luas daratan715 km2 (276 sq mi)
Peringkat8
Populasi
 (31 Desember 2025)[5]
  Total1.394.459
  Peringkat17
  Kepadatan1,300/km2 (3,500/sq mi)
Demografi
  Agama
  BahasaIndonesia (resmi)
- Melayu (dominan)
- Batak
- Jawa
- Tionghoa
- Minang
- Lainnya
  IPMKenaikan 83,80 (2025)
sangat tinggi[6]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
294xx
Kode BPS
2171 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon(+62) 0778
Pelat kendaraanBP
Kode Kemendagri21.71 Suntingan nilai di Wikidata
APBDRp 102.059.976.700 (2018)
DAURp 691.627.204.000,00- (2020)
Situs web
  1. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam Ex-officio Lembaga Non Struktural.[1]
  2. Wali Kota Batam Dilantik sebagai Kepala Badan Pengusahaan Batam.[2]
  3. Wakil Walikota Batam Dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam.[3]

Kota Batam adalah kota terbesar di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Wilayah Kota Batam terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang dan pulau-pulau kecil lainnya di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka. Pulau Batam, Rempang, dan Galang terkoneksi oleh Jembatan Barelang. Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam, pada semester kedua tahun 2025 jumlah penduduk Batam mencapai 1.394.459 jiwa, dengan kepadatan 1.300 jiwa/km².[5][4][7] Kota Batam merupakan bagian dari kawasan ekonomi khusus perdagangan bebas Batam Raya.

Batam merupakan salah satu kota dengan letak yang sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang sangat dekat dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Sebagai kota terencana, Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Ketika dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat.

Sejarah

Pulau Batam dihuni pertama kali oleh orang Melayu dengan sebutan orang selat sejak tahun 231 Masehi. Pulau yang pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah ini digunakan oleh pemerintah pada dekade 1960-an sebagai basis logistik minyak bumi di Pulau Sambu.

Batam adalah salah satu pulau dalam gugusan Kepulauan Riau dan merupakan sebuah pulau di antara 329 pulau yang terletak antara Selat Malaka dan Singapura yang secara keseluruhan membentuk wilayah Batam. Langkanya catatan tertulis tentang pulau ini, di mana hanya ada satu literatur yang menyebut nama Batam, yaitu Traktat London yang mengatur pembagian wilayah kekuasaan antara Belanda dan Inggris. Namun, menurut para pesiar dari China, pulau ini sudah dihuni sejak 231 Masehi ketika Singapura masih disebut Pulau Ujung.

Sebelum mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, Batam merupakan sebuah pulau kosong berupa hutan belantara yang nyaris tanpa denyut kehidupan. Namun, terdapat beberapa kelompok penduduk yang lebih dahulu mendiami pulau ini. Mereka berprofesi sebagai penangkap ikan dan bercocok tanam. Mereka sama sekali tidak banyak terlibat dalam mengubah bentuk fisik pulau ini yang merupakan hamparan hutan belantara.

Pada dekade 1970-an, Batam mulai dikembangkan sebagai basis logistik dan operasional untuk industri minyak dan gas bumi oleh Pertamina. dengan tujuan awal menjadikan Batam sebagai Singapura-nya Indonesia, maka kemudian berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 41 Tahun 1973, pembangunan Batam didukung dan dipercayakan kepada lembaga pemerintah yang bernama Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam atau sekarang dikenal dengan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) sebagai penggerak pembangunan Batam.[8]

Seiring pesatnya perkembangan Pulau Batam, pada dekade 1980-an, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1983, wilayah Kecamatan Batam yang merupakan bagian dari Kabupaten Kepulauan Riau, ditingkatkan statusnya menjadi Kotamadya Batam yang memiliki tugas dalam menjalankan administrasi pemerintahan dan kemasyarakatan serta mendudukung pembangunan yang dilakukan Otorita Batam (BP Batam).

Di era reformasi pada akhir dekade tahun 1990-an, dengan Undang-Undang nomor 53 tahun 1999, maka Kotamadya administratif Batam berubah statusnya menjadi daerah otonomi Pemerintah Kota Batam untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pembangunan dengan mengikutsertakan Badan Otorita Batam (BP Batam).

Geografi

Kota yang merupakan bagian dari Provinsi Kepulauan Riau ini, memiliki luas wilayah daratan seluas 715 km², sedangkan luas wilayah keseluruhan mencapai 1.575 km². Kota ini memiliki dataran yang berbukit dan berlembah. Tanahnya berupa tanah merah yang kurang subur dan cuaca yang sering berubah sehingga untuk dijadikan lahan pertanian hanya tanaman yang dapat tumbuh tanpa mengikuti musim.

Batas wilayah

Batas-batas Kota Batam:

Utara Selat Singapura dan Singapura
Timur Pulau Bintan dan Tanjung Pinang
Selatan Kabupaten Lingga
Barat Kabupaten Karimun

Iklim

Kota Batam beriklim tropis dengan suhu rata-rata 26° sampai 34 °C. Oleh karena wilayahnya yang dekat dengan garis khatulistiwa, wilayah kota ini memiliki curah hujan yang cenderung tinggi sepanjang tahunnya dengan rerata tahunan berkisar antara 1.700 mm hingga 2.700 mm per tahun.

Data iklim Kota Batam, Kepulauan Riau, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.3
(88.3)
31.7
(89.1)
32.7
(90.9)
33.1
(91.6)
33.2
(91.8)
32.7
(90.9)
32.3
(90.1)
32.2
(90)
32.7
(90.9)
32.9
(91.2)
32.2
(90)
31.5
(88.7)
32.37
(90.29)
Rata-rata terendah °C (°F) 25.7
(78.3)
25.7
(78.3)
26.3
(79.3)
26.9
(80.4)
27.3
(81.1)
27.1
(80.8)
27.0
(80.6)
27.0
(80.6)
27.2
(81)
27.0
(80.6)
26.5
(79.7)
26.2
(79.2)
26.66
(79.99)
Curah hujan mm (inci) 253
(9.96)
105
(4.13)
170
(6.69)
195
(7.68)
198
(7.8)
174
(6.85)
172
(6.77)
168
(6.61)
163
(6.42)
224
(8.82)
292
(11.5)
318
(12.52)
2.432
(95,75)
Rata-rata hari hujan 11 6 10 11 12 11 11 10 10 12 13 15 132
% kelembapan 79 78 77 76 75 75 74 73 72 73 75 77 75.3
Rata-rata sinar matahari harian 7.5 8.2 8.5 9.7 10.4 9.8 8.6 8.7 9.9 8.6 7.7 7.3 8.74
Sumber #1: Weather Atlas[9]
Sumber #2: BMKG[10]

Pemerintahan

Kota Batam memiliki dua macam pemerintahan yaitu Pemerintah Kota dan Badan Pengusahaan. Namun pada tanggal 17 September 2019 berakhirnya pemerintahan dualisme sehingga Badan Pengusaha Batam diberikan kepada Pemerintahan Wali kota Batam berdasarkan Pada Kebijakan tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PP 46/2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam

Kepala daerah

Artikel utama: Daftar Wali Kota Batam

Pasangan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, menang pada pemilihan umum wali kota dan wakil wali kota Batam 2024. Mereka kemudian dilantik oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta pada 20 Februari 2025, untuk periode 2025-2030.[11] Sebelumnya, Amsakar sudah menjabat sebagai wakil wali kota Batam untuk periode 2016–2021, dan periode 2021-2024.

No Wali Kota Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Wali kota
4 120px-Amsakar_Achmad_ok_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Amsakar Achmad 20 Februari 2025 Petahana 120px-Wakil_Wali_Kota_Batam_Li_Claudia_Chandra_%28cropped%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Li Claudia Chandra

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Batam dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[12] 2019–2024[13] 2024–2029
PKB 3 Steady 3 Kenaikan 4
Gerindra 6 Steady 6 Kenaikan 7
PDI-P 8 Steady 8 Penurunan 7
Golkar 7 Steady 7 Penurunan 6
NasDem 4 Kenaikan 7 Kenaikan 10
PKS 4 Kenaikan 5 Kenaikan 6
PKN (baru) 1
Hanura 4 Steady 4 Penurunan 2
PAN 5 Steady 5 Penurunan 3
Demokrat 5 Penurunan 3 Penurunan 2
PSI (baru) 1 Steady 1
PPP 3 Penurunan 1 Steady 1
PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 11 Steady 11 Kenaikan 12

Pembagian wilayah administratif

Kota Batam memiliki 12 kecamatan dan 64 kelurahan (dari total 70 kecamatan, 141 kelurahan dan 275 desa di seluruh Kepulauan Riau). Pada tahun 2017, jumlah penduduk sebesar 1.062.250 jiwa dengan luas wilayah 960,25 km² dan sebaran penduduk 1.106 jiwa/km².[14][15]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Batam, adalah sebagai berikut :

Kode Kemendagri KecamatanJumlah Kelurahan Daftar Kelurahan
21.71.10 Batam Kota 6
21.71.12 Batu Aji 4
21.71.02 Batu Ampar 4
21.71.01 Belakang Padang 6
21.71.09 Bengkong 4
21.71.05 Bulang 6
21.71.08 Galang 8
21.71.06 Lubuk Baja 5
21.71.04 Nongsa 4
21.71.11 Sagulung 6
21.71.07 Sei Beduk 4
21.71.03 Sekupang 7
TOTAL 12 Kecamatan dan 64 Kelurahan

Demografi

Komposisi etnis Kota Batam
Etnis Jumlah (%)
Melayu26,78
Jawa17,61
Batak14,97
Minangkabau14,93
Tionghoa6,28
Bugis2,29
Madura0,67
Lain-lain16,47
Sumber: Sensus Penduduk Tahun 2000[16]

Suku bangsa

250px-Museum_raja_ali_haji_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Museum Raja Ali Haji Batam

Masyarakat Kota Batam merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari beragam suku dan golongan. Suku yang dominan antara lain Melayu, Jawa, Batak, Minangkabau, dan Tionghoa. Dengan berpayungkan Budaya Melayu dan menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, Batam menjadi kondusif dalam menggerakan kegiatan ekonomi, sosial politik serta budaya dalam masyarakat. Hingga pertengahan tahun 2023, jumlah penduduk Batam mencapai 1.240.792 jiwa dan memiliki laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, menjadikan kota Batam merupakan kota terbesar kedelapan di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Palembang, Semarang, dan Makassar.[7] Dalam kurun waktu tahun 2001 hingga April 2012 memiliki angka pertumbuhan penduduk rata-rata lebih dari 8% per tahun.

Agama

Berdasarkan data kependudukan tahun 2025, Islam adalah agama mayoritas di Kota Batam, dengan jumlah penganut sebanyak 72,44%. Diikuti oleh penganut Kristen sebanyak 21,12%, dengan rincian Protestan sebanyak 17,65% dan Katolik sebanyak 3,47%). Sebagian lagi beragama Buddha sebanyak 6,27%, dan sebagian kecil menganut agama Konghucu sebanyak 0,09%, Hindu 0,05% dan kepercayaan 0,03%.[5][17] Masjid Raya Batam yang terletak di tengah kota, berdekatan dengan alun-alun, kantor wali kota dan kantor DPRD menjadi simbol masyarakat Batam yang agamais. Agama Kristen Protestan dan Katolik banyak dianut oleh masyarakat Batam, terutama yang berasal dari Suku Batak, Ambon, Minahasa, Flores dan Tionghoa. Agama Buddha kebanyakan dianut oleh warga Tionghoa. Batam memiliki Vihara yang konon terbesar di Asia Tenggara, yaitu Vihara Duta Maitreya.

Bahasa

Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Bahasa daerah juga digunakan oleh para penduduk yang berasal dari daerah lain, seperti Bahasa Melayu, Minangkabau, Batak, dan Jawa serta berbagai dialek etnis Tionghoa. Hal demikian terjadi karena Batam adalah tempat berbagai suku bangsa bertemu.

Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional menjadikan wilayah ini andalan bagi pemacu pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun bagi Provinsi Kepulauan Riau. Beragam sektor penggerak ekonomi meliputi sektor komunikasi, sektor listrik, air dan gas, sektor perbankan, sektor industri dan alih kapal, sektor perdagangan dan jasa merupakan nadi perekonomian kota batam yang tidak hanya merupakan konsumsi masyarakat Batam dan Indonesia tetapi juga merupakan komoditas ekspor untuk negara lain. Keberadaan kegiatan perekonomian di Kota ini juga dalam rangka meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Batam sebagai pelaksana pembangunan Kota Batam bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat daerah Kota Batam serta keikutsertaan Badan Otorita Batam dalam meneruskan pembangunan, memiliki komitmen dalam memajukan pertumbuhan investasi dan ekonomi Kota Batam, hal ini dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman ketiga instansi tersebut, yang kemudian diharapkan terciptanya pembangunan Kota Batam yang berkesinambungan. Batam, bersama dengan Bintan dan Karimun kini telah berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus(KEK). Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi di Batam yang pada akhirnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pariwisata

250px-Sekupang_Ferry_Terminal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terminal Ferry Internasional Sekupang, yang menghubungkan Batam dengan Singapura

Pada tahun 2010, Kota Batam menggelar tahun kunjungan wisata bertajuk Visit Batam 2010 – Experience it. Didukung oleh fasilitas hotel dan resort berstandar internasional serta aneka kegiatan wisata yang disusun dalam Kalender Kegiatan Kepariwisataan Kota Batam, diharapkan dapat menjamin kenyamanan dan kepuasan wisatawan domestik dan mancanegara saat berkunjung ke Kota Batam.

Industri

Industri di Batam terbagi menjadi industri berat dan industri ringan. Industri berat didominasi oleh industri galangan kapal, industri fabrikasi, industri baja, industri logam dan lainnya. Sedangkan industri ringan meliputi industri manufacturing, industri elektronika, industri garment, industri plastik dan lainnya. Selain itu, Batam juga dikenal memiliki produksi galangan kapal terbesar di Indonesia.[18]

Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia

Kawasan Perdagangan Bebas Indonesia (Indonesia Free Trade Zone) merupakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan dilaksanakan oleh BP Batam (Badan Pengusahaan Batam) menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas di mana pelabuhan di Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun memiliki izin bebas pajak barang ekspor-impor yang berlaku mulai 1 April 2009 oleh Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. Hal ini membuat barang elektronik di Kota Batam atau kendaraan dibebaskan dari PPN, dan menyebabkan barang elektronik yang akan keluar dari Batam dikenakan Pajak Tambahan, serta mobil yang saat dibeli tidak dibayar PPN-nya, tidak bisa dibawa keluar Batam, sebelum membayar PPN 10%.[19]

Pendidikan

Ada banyak sekolah negeri dan swasta mulai dari tingkat PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)/PG (Play Group), TK (Taman Kanak-Kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), dan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, seperti Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau,Poltekkes Kemenkes Tanjung Pinang,[20] Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Internasional Batam.

Kesehatan

Transportasi

Darat

Di Kota Batam terdapat jalan raya yang menghubungkan antar kawasan di Pulau Batam yang merupakan jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kota.

Angkutan Umum

Angkutan menggunakan Taksi, bus kota, selain itu dengan biaya yang relatif murah menggunakan Angkutan Kota dan Ojek.

Bus Rapid Transit (BRT)

Sistem bus rapid transit (BRT) di Kota Batam atau yang dikenal dengan Trans Batam mulai dioperasikan sejak tahun 2005. Sistem ini menjadi sistem BRT kedua di Indonesia setelah TransJakarta. Bus Trans Batam beroperasi dari pukul 05.30 hingga 19.00 WIB. Harga tiket Trans Batam adalah Rp. 2.000,- untuk pelajar, dan Rp. 4.000,- untuk umum.

Saat ini, Trans Batam melayani 8 koridor rute:

Koridor #Asal-Tujuan
1Sekupang-Batam Centre
2Tanjung Uncang-Batam Centre
3Sekupang-Jodoh
4Sagulung-Sekupang
5Jodoh-Batam Centre
6Tanjung Piayu-Batam Centre
7Nongsa-Batam Centre
8Punggur-Jodoh
Sumber: Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Batam[21]

Laut

Pelabuhan logistik dan pelabuhan penumpang yang mempercepat akses pertumbuhan ekonomi di batam dan memudahkan akses dari dan ke domestik dan internasional.

  • Pelabuhan Internasional Logistik yang menghubungkan Kota Batam dengan Singapura dan Malaysia: Sekupang, Batu Ampar, dan Kabil.
  • Pelabuhan Internasional Penumpang: Batam Centre, Harbour Bay, Nongsa, Waterfront dan Sekupang.
  • Pelabuhan Domestik Penumpang: Harbour Bay, Sekupang, dan Telaga Punggur.

Udara

Melalui jalur udara, Batam dapat dicapai melalui Bandar Udara Internasional Hang Nadim yang melayani rute domestik dan internasional.

Bandar Udara Hang Nadim memiliki landasan pacu terpanjang di Indonesia dan salah satu yang terpanjang di Asia Tenggara, yakni 4.025 meter dan berstatus Internasional menjadikan Bandar Udara Hang Nadim Batam terbesar di Kepulauan Riau, dan kedua terbesar di Sumatra setelah Bandar Udara Internasional Kuala Namu Medan. Hang Nadim melayani rute penerbangan domestik di seluruh bandara di Kepri (Bandara Dabo, Bandara Raja Haji Fisabilillah, dan Bandara Ranai) juga melayani penerbangan domestik ke seluruh Indonesia di antaranya Aceh, Kualanamu, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Bengkulu, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Balikpapan, Makassar, Pangkalpinang, Silangit, Tanjung Pandan maupun penerbangan internasional yakni Jeddah, Madinah dan Subang.

Kota-kota yang menjadi mitra kerja sama (kota kembar) dari kota Batam adalah:

Galeri

  • Pusat Kota Pelabuhan Teluk Batam
    Pusat Kota Pelabuhan Teluk Batam
  • Panorama kota Batam
    Panorama kota Batam
  • Pemandangan kota Batam
    Pemandangan kota Batam
  • Salah satu perempatan di Lubuk Baja, Batam
    Salah satu perempatan di Lubuk Baja, Batam
  • International ferry terminal, batam center
    International ferry terminal, batam center

Lihat pula

Referensi

  1. "Dewan Kawasan Batam Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam sebagai Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam". bpbatam.go.id. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 11 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Dewan Kawasan Batam Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam sebagai Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam". bpbatam.go.id. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 11 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Dewan Kawasan Batam Lantik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam sebagai Kepala BP Batam dan Wakil Kepala BP Batam". bpbatam.go.id. 20 Februari 2025. Diakses tanggal 11 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "DKB Semester 1 2025" (pdf). www.dukcapil.batam.go.id. hlm. 3, 51. Diakses tanggal 9 Oktober 2025.
  5. 1 2 3 4 "Agregrat Penduduk Berdasarkan Pemeluk Agama Provinsi Kepulauan Riau Semester II Tahun 2025". ppid.kepriprov.go.id. Diakses tanggal 3 Mei 2026.
  6. "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, 2025". www.kepri.bps.go.id. Diakses tanggal 3 Mei 2026.
  7. 1 2 "Kota Batam Dalam Angka 2023" (pdf). www.batamkota.bps.go.id. Diakses tanggal 14 Oktober 2023.
  8. "Sejarah Batam". BP Batam. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-26. Diakses tanggal 26 Desember 2021.
  9. "Batam, Riau Kepulauan, Indonesia". Weather Atlas. Diakses tanggal 30 Juni 2025.
  10. "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 69 & 134. Diakses tanggal 30 Juni 2025.
  11. "Amsakar – Li Claudia Resmi Menjabat Walikota dan Wakil Walikota Batam, Dilantik Presiden di Istana". dinkes.batam.go.id. Diakses tanggal 9 Oktober 2025.
  12. Perolehan Kursi DPRD Kota Batam 2014-2019
  13. Perolehan Kursi DPRD Kota Batam 2019-2024
  14. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  15. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  16. Leo Suryadinata, Evi Nurvidya Arifin, Aris Anan; Indonesia's population: ethnicity and religion in a changing political landscape, 2003
  17. ""Provinsi Kepulauan Riau Dalam Angka 2016"". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-07-28. Diakses tanggal 2017-07-08.
  18. Rusdianto (5 Juni 2012). "Kawasan Galangan Kapal Batam Terbesar di Indonesia". Kepri.Antaranews.Com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-21. Diakses tanggal 21 Desember 2022.
  19. Yonavilbia, Eka (21 September 2018). "Syarat Mutasi Kendaraan di Kepri". InfoPublik.Id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-21. Diakses tanggal 21 Desember 2022.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  20. Universitas123; Universitas123 (2021-07-15). "4 Universitas Negeri Terbaik di Batam". Universitas123 (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-12-30. Diakses tanggal 2022-12-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  21. Hubungan Masyarakat Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Batam (11 Agustus 2020). "Jadwal Keberangkatan Bus Trans Batam di Semua Koridor (Masa Pandemi Covid-19)". Dishub.Batam.go.id. Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Batam. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-01-20. Diakses tanggal 10 Oktober 2020.

Pranala luar

  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11.038.216 Kota Batam
Kota Batam
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.482.354
2 Surabaya Jawa Timur 3.018.022 8 Batam Kepulauan Riau 1.342.038
3 Bandung Jawa Barat 2.591.763 9 Pekanbaru Riau 1.167.599
4 Medan Sumatera Utara 2.546.452 10 Bandar Lampung Lampung 1.077.664
5 Palembang Sumatera Selatan 1.801.367 11 Padang Sumatera Barat 946.982
6 Semarang Jawa Tengah 1.703.799 12 Malang Jawa Timur 889.359
Sumber: Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (per 30 Juni 2026). Catatan: Tidak termasuk kota satelit.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan