Kamis, 01 Oktober 2026
18:29 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Gandaria

Gandaria

Buah-buahan

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang tumbuhan bernama gandaria. Untuk penggunaan lain nama "Gandaria", lihat Gandaria (disambiguasi).
Gandaria
250px-Gandaria_-_whole_and_halved.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gandaria muda
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Anacardiaceae
Genus: Bouea
Spesies:
B. macrophylla
Nama binomial
Bouea macrophylla
Griff.
Sinonim

Bouea gandaria Bl.

Gandaria / Ramania (Bouea macrophylla Griff.) atau nama lokal lainnya jatake atau kundang adalah tanaman yang berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis, dan banyak dibudidayakan di Kalimantan Selatan Sumatra dan Thailand.

Nama Gandaria juga memiliki arti dalam bahasa Majapahit yaitu ganda berarti hujan dan ria adalah sering sehingga Gandaria berarti sering hujan sementara' di Kalimantan Selatan disebut dengan nama Ramania

Gandaria dimanfaatkan buah, daun, dan batangnya. Buah gandaria berwarna hijau saat masih muda, dan sering dikonsumsi sebagai rujak atau campuran sambal gandaria.[1] Buah gandaria yang matang berwarna kuning, memiliki rasa kecut-manis dan dapat dimakan langsung.[1] Daunnya digunakan sebagai lalap. Batang gandaria dapat digunakan sebagai papan. Gandaria adalah flora identitas Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.[2]

Deskripsi

Buah gandaria menyerupai mangga bulat yang kecil. Pohonnya sedang, tetapi tinggi.[3] Tingginya dapat mencapai 25 m.[2] Tajuknya rapat. Dahannya berbentuk lebar memanjang, dengan ujung yang tumpul. Perbungaannya malai, bunganya menyerupai bunga mangga yang berwarna kuning, dan muncul di ketiak daun.[4] Berbunga pada bulan September-Desember. Buahnya bulat,[3] seperti kelereng. Tipenya seperti buah batu, mengeluarkan cairan kental dan bau khas seperti terpentin.[4] Sewaktu masih muda, warnanya hijau, dan kalau sudah matang, berwarna kuning oranye. Bijinya berwarna ungu.[2] Daunnya tunggal, berbentuk bundar telur-lonjong sampai bentuk lanset atau jorong. Waktu muda berwarna putih, kemudian berangsur ungu tua, lalu menjadi hijau tua.[4]

Persebaran dan habitat

Buah ini berasal di daerah-daerah Asia Tenggara, sekarang menyebar ke pulau-pulau di sebelah timurnya dan juga sampai ke India.[3] Di Indonesia, gandaria memiliki persebaran yang sempit. Yakni di Pulau Sumatra, sebagian Jawa, Maluku, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara,[2] dan Papua.[5] Ia tumbuh di hutan-hutan, atau ditanam di desa-desa sebagai tanaman buah. Ia tumbuh dengan baik dari ketinggian 5-800 mdpl.[3] Pembudidayaan tumbuhan ini sudah dilakukan di Sumatra.[6]

Sementara itu, ia tumbuh baik di Ambon dengan pemukiman baik dataran rendah ataupun dataran tinggi.[5] Di hutan dataran rendah, dapat hidup di bawah 300 mdpl, tetapi dalam pembudidayaan telah berhasil ditanam pada ketinggian sekitar 850 m dpl.[4]

Pemanfaatan

Daunnya yang masih muda digunakan untuk sayuran, khususnya untuk lalap. Buahnya berair, rasanya manis-masam.[3] Tumbuhan ini bisa langsung dimakan seusai dipetik dari pohonnya.[2] Sedangkan sewaktu masih muda, buahnya bisa dibuat sambal, rujak, dimakan langsung[6] atau untuk lalap.[7] Kayunya dapat digunakan untuk membuat sarung keris dan daunnya digunakan untuk obat.[3]

Referensi

  1. 1 2 Stephanie, Maria (2024). Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita. Yogyakarta: Guru Bumi.
  2. 1 2 3 4 5 Kurniawan & Pratama 2010, hlm. 68. sfn error: tanpa target: CITEREFKurniawan_&_Pratama2010 (bantuan)
  3. 1 2 3 4 5 6 Sastrapradja dkk. 1981, hlm. 27. sfn error: tanpa target: CITEREFSastrapradja_dkk.1981 (bantuan)
  4. 1 2 3 4 "Gandaria (Bouea macrophylla griffith)". IWF. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2012-12-24. Diakses tanggal 24 Desember 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 Sinay 2011, hlm. 15.
  6. 1 2 Achdiat 2007, hlm. 10.
  7. ↑ Sinay 2011, hlm. 16.

Bacaan

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan