Rabu, 28 Oktober 2026
16:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bangunan stasiun

Bangunan stasiun

Bagikan:
250px-Image-Grand_central_Station_Outside_Night_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Grand_Central_Terminal_ceiling_view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangunan stasiun (kiri) dari Grand Central Terminal, New York dan hall-nya (kanan)

Bangunan stasiun merupakan bangunan utama dari stasiun kereta api penumpang. Bangunan stasiun dibangun untuk menyediakan semua fasilitas penumpang.[1][2][3] Bangunan stasiun merupakan komponen yang juga menyertakan jalur, peron, area penyeberangan antarperon, dan depot (depo) kereta.

Ukuran bangunan stasiun cukup beragam bergantung fasilitas yang akan diakomodasi, mulai dari bangunan sederhana dengan pelayanan sangat minimum hingga bangunan megah yang menyediakan bermacam-macam pelayanan. Proporsi dan gaya bangunan stasiun dapat bersifat monumental. Bahkan sampai era kereta cepat sekalipun, bangunan stasiun menjadi salah satu masterpiece di bidang arsitektur.

Biasanya stasiun memiliki hall yang berfungsi sebagai pintu keberangkatan, umumnya menghadap jalan atau lapangan/alun-alun kota. Saat masuk, penumpang akan diarahkan menuju loket, mesin tiket, dan cetak tiket (check-in). Saat penumpang sudah boarding, penumpang diarahkan menuju ruang tunggu, yang terkadang memiliki kelas VIP dan bahkan menyediakan fasilitas berupa sofa dan rak bagasi. Saat kereta api datang, penumpang akan diarahkan ke peron. Bangunan stasiun berukuran sedang hingga besar juga menyediakan ruang pegawai KA yang terlibat dalam manajemen dan pengoperasian kereta api. Terkadang stasiun yang berlokasi di wilayah pedesaan memiliki bangunan yang kecil atau bahkan tanpa bangunan sama sekali.[4]

Unsur-unsur

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Bab atau bagian ini akan dihapus bila tidak tersedia referensi ke sumber tepercaya dalam bentuk catatan kaki atau pranala luar.
250px-Liverpool_Road.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun kereta Manchester Liverpool Road, dibuka tahun 1830, adalah stasiun terminus tertua yang masih beroperasi
250px-MannheimBahnhof1840.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun di Mannheim, Jerman, beroperasi dari tahun 1840 hingga 1879

Perlu memakan waktu berpuluh-puluh tahun untuk merancang arsitektur stasiun yang bisa dikenali dalam tata ruang kota, seperti halnya gereja dan balai kota. Bangunan pertama stasiun kurang menekankan segi fungsi, karena arsitektur awalnya justru mirip dengan rumah atau kantor. Hal ini akan sulit mengidentifikasi fungsinya sebagai bangunan stasiun, misalnya bangunan pertama Stasiun Terminus Manchester di Liverpool dan Manchester Railway.Sering kali bangunan stasiun pertama justru sederhana sehingga unsur utamanya adalah depo keretanya, misalnya stasiun pertama di Mannheim, Jerman.

Kemudian, sejumlah tim arsitek bangunan stasiun mulai mengembangkan karakteristik yang representatif. Mulanya menggunakan gaya arsitektur tradisional, misalnya bentuk-bentuk "gerbang", seperti portico, pelengkung kemenangan atau Propylaea. Namun tidak ada satupun dari ketiganya (kecuali mungkin pelengkung kemenangan) terbukti cocok untuk mengekspresikan fungsi stasiun kereta api. Salah satu idenya adalah menonjolkan portico bangunan stasiun untuk pintu keberangkatan dan memperbesar ukuran dominan fasad bangunan. Motif ini digunakan pada bangunan Stasiun Newcastle Central (1850), kemudian digunakan serentak di stasiun-stasiun lainnya di Britania Raya. Motif ini sangat menonjol pada abad ke-20, dan membentuk fasad stasiun kereta api besar Milano Centrale .

Di stasiun kereta api Britania Raya, tempat—berkat pergerakan kereta yang konstan—naik-turun penumpang sangat cepat, justru tidak menekankan ukuran bangunan stasiun yang besar. Hingga batas tertentu, bangunan hotel stasiun (atau kadang-kadang kantor pimpinan perusahaan KA) justru mendominasi fungsi stasiun. Namun struktur semacam ini tidak mengungkapkan ciri khas fasilitas stasiun kereta api. Fitur-fitur yang umum di banyak stasiun di seluruh dunia adalah kanopi di atas tempat turun umumnya terbuat dari besi (misalnya bagian dari bekas stasiun London Victoria di jalur LBSCR).

Dari semua ciri khas stasiun, akan sulit mengidentifikasi unsur-unsur stasiun selain dari jam stasiun. Mengingat tidak semua orang mengenakan jam tangan, jam stasiun wajib ada di bangunan stasiun. Penempatannya berada di luar dan dalam bangunan.

Di negara-negara yang tidak selalu menekankan arsitektur klasik, arsitek banyak memanfaatkan gaya menara jam, terilhami dari bangunan balai kota atau gereja. Tema tersebut cenderung mengedepankan nilai kegunaan bangunan—termasuk juga beberapa menara air. Menara jam menjadi sangat populer di sekitar awal abad ke-20. Bersama dengan jalan masuk tertutup, hal itu kelak menjadi ciri khas bangunan stasiun kereta api.

Seiring waktu, peningkatan kapasitas lintas yang makin besar mendorong pembangunan stasiun kereta api dalam jumlah besar. Banyaknya stasiun menggambarkan kekuatan citra dari sebuah kota, perusahaan KA, dan bahkan negara dengan jaringan kereta api sekalipun.

Sekitar awal abad ke-20, penggunaan gaya arsitektural klasik yang memerlukan ruang besar dan tinggi, biasanya dimodelkan menurut arsitektur Romawi kuno.

Elemen lain dari arsitektur stasiun

Artikel utama: Stasiun kereta api
Komponen stasiun di Inggris dan Jerman
250px-Tynemouth_Metro_station_March_2005_general_view.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peron dan kanopi
120px-Crawley-signalbox-2008.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumah sinyal
120px-Oldenburg_Wasserturm_Hafen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menara air

Tidak hanya bangunan utama stasiun, arsitektur stasiun melibatkan peron, kanopi (overcapping), atau depot kereta api, jika ada. Bahkan emperan stasiun juga memberikan wajah khas stasiun serta lebih dari sekadar nilai kegunaan.

Arsitek juga dapat merancang menara stasiun serta bangunan untuk mendukung peralatan persinyalan yang terkadang ditempatkan pada peron stasiun (ruang PPKA, rumah sinyal). Keberadaan objek-objek ini terkadang berisiko ketika teknologi keselamatan lalu lintas diperbarui.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Meeks, Carroll L.V. The railroad station: An architectural history (1956).
  2. ↑ Middleton, William D., George M. Smerk, and Roberta L. Diehl, eds. Encyclopedia of North American Railroads. (Indiana University Press, 2007). pp 126-44
  3. ↑ Jeffrey Richards, and John M. MacKenzie. The Railway Station: A social History (1986).
  4. ↑ Middleton, Encyclopedia of North American Railroads. (2007). pp 126-44

Pranala luar

Prasarana perkeretaapian
Jalur rel
Struktur jalan rel
Persinyalan dan keselamatan
Bangunan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan