Kamis, 01 Oktober 2026
12:55 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Penampang rel

Penampang rel

Bagikan:
Penampang rel tipe R54 era PJKA buatan tahun 1987.
Penampang rel tipe R54 era PJKA buatan tahun 1987.
250px-Rail_profile.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Irisan melintang dari rel flat-bottomed yang dapat menempel langsung pada bantalan rel, dan rel bullhead yang ditambat pada penambat rel (tidak ditampilkan).
250px-Rail_profiles_19th_c_US.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rel di AS pada zaman dahulu

Penampang rel adalah potongan melintang pada jalan rel yang tegak lurus dengan sumbu sepur.[1]

Awalnya, rel terbuat dari kayu, besi cor, atau besi tempa. Semua rel zaman modern terbuat dari baja hot rolling. Biasanya penampang tersebut berbentuk I-beam tetapi asimetris terhadap sumbu horizontal (lihat rel beralur di bawah). Kepala diprofilkan untuk mencegah keausan dan untuk memberikan kenyamanan saat perjalanan, sementara kaki diprofilkan agar sesuai dengan tata cara pemasangannya

Tidak seperti kegunaan lain dari besi dan baja, rel kereta api dibuat untuk menghadapi tekanan gandar yang sangat tinggi dan terbuat dari baja berkualitas sangat tinggi. Perlu beberapa dasawarsa untuk meningkatkan kualitas bahan, termasuk perpindahan dari besi ke baja. Kesalahan kecil dalam pembuatan baja mungkin tidak menimbulkan masalah yang berarti; tetapi di sisi lain dapat menyebabkan rel rusak dan mengakibatkan anjlokan ketika digunakan pada rel kereta api.

Oleh sebab itulah, semakin berat rel dan semakin baik perawatannya, semakin cepat dan kuat kereta api yang berjalan di atasnya.

Biaya perawatan jalur kereta api sebagian besar berasal dari perawatan rel. Peran industri baja dalam pengukuran rel sangat kecil, sehingga kereta api harus berjalan di atas ukuran rel yang sesuai. Rel yang berat dan aus dari lintas utama terkadang dicabut dan diturunkan fungsinya untuk digunakan kembali pada lintas cabang, sepur simpang, atau halaman langsir.

Ukuran dan berat

250px-Rail_profile_nmbs.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua penampang rel yang sering digunakan: rel aus 50-kg/m dan rel baru 60-kg/m

Berat rel per satuan panjang merupakan faktor penting dalam menentukan kekuatan rel dan memengaruhi beban gandar dan kecepatan.

Berat per satuan panjang diukur dalam pound per yar atau kilogram per meter; nilai pound per yar ini hampir dua kali lipat nilai kilogram per meter. Rel di Kanada, Inggris Raya, dan Amerika Serikat diukur menggunakan satuan imperial. Di Australia dan Asia, satuan metriklah yang biasa digunakan seperti di daratan Eropa.

Umumnya, dalam terminologi perkeretaapian pound adalah istilah untuk menyebut pound per yar; jadi "rel 132 pound" dapat diartikan juga "rel 132 pound per yar".

Indonesia

Dalam Peraturan Dinas 10 PT Kereta Api Indonesia tentang Perencanaan Konstruksi Jalan Rel, Indonesia mempergunakan rel berbentuk flat-bottomed (kaki datar) untuk rel dengan berat per satuan panjang sebesar 42,59 kg/m, 50,40 kg/m, 54,43 kg/m, dan 60,34 kg/m.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Peraturan Dinas 10 PT Kereta Api Indonesia tentang Perencanaan Konstruksi Jalan Rel" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-05-17. Diakses tanggal 2016-12-19.
Prasarana perkeretaapian
Jalur rel
Struktur jalan rel
Persinyalan dan keselamatan
Bangunan


Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan