| Bahasa Tutong
Tutong | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Wilayah | Brunei Darussalam, Sarawak | ||||
Penutur | 17.000 (2006)[1] | ||||
| |||||
| Kode bahasa | |||||
| ISO 639-3 | ttg | ||||
| Glottolog | tuto1241 | ||||
| IETF | ttg | ||||
| |||||
| Lokasi penuturan | |||||
Lokasi penuturan Bahasa Tutong | |||||
| L •B •PW | |||||
Bahasa Tutong adalah bahasa yang dituturkan sebanyak 17.000 jiwa di Brunei Darussalam. Bahasa ini merupakan bahasa utama dari Suku Tutong, mayoritas suku di Daerah Tutong.[3]
Klasifikasi
Tutong adalah bahasa Austronesia dan termasuk dalam rumpun Rejang-Baram yang dituturkan di Brunei, Kalimantan Indonesia, dan Sarawak Malaysia.[4] Tutong berhubungan dengan Belait dan sekitar 54% kosakata berasal dari akar bahasa yang sama.[5]
Penggunaan bahasa
Saat ini, banyak penutur Tutong yang beralih dari bahasa tradisional dan campur kode atau alih kode terhadap bahasa Melayu Brunei, Melayu Baku, dan Inggris.[6] Bahasa tersebut telah diberi peringkat vitalitas sebesar 2,5 berdasarkan skala 0-6 yang menggunakan ukuran laju pelestarian bahasa ke generasi mendatang, tingkat dukungan resmi, dan konsentrasi geografis penutur,[4][7] yang berarti dikategorikan sebagai bahasa terancam.
Meskipun demikian, ada minat untuk melestarikan bahasa Tutong 2. Sejak tahun 2012, ada kurikulum pengajaran bahasa Tutong 2 di Universitas Brunei Darussalam (UBD).[8] Demikian pula, Dewan Bahasa dan Pustaka menerbitkan kamus Bahasa Tutong-Melayu, kamus Melayu-Tutong pada tahun 1991 dan daftar kata dari beberapa bahasa Brunei pada tahun 2011.[4][8]
Referensi
- ↑ Tutong di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
- ↑ "Bahasa Tutong". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
- ↑ https://web.archive.org/web/20121114055255/http://www.indonesianhistory.info/map/borneolang.html?zoomview=1
- 1 2 3 Martin, Peter W. (1995). "Whiter the Indigenous Languages of Brunei Darussalam?". Oceanic Linguistics. 34 (1): 27. doi:10.2307/3623110.
- ↑ Nothofer, Bernd. 1991 . The languages of Brunei Darussalam. In H. Steinhauer (ed.) Papers in Austronesian Linguistics. Pacific Linguistics A-81:1
- ↑ Clynes, Adrian. "Dominant Language Transfer in Minority Language Documentation Projects: Some Examples from Brunei". Language Documentation and Conservation. 6: 253–267. hdl:10125/4539.
- ↑ Coluzzi, Paolo (2010). "Endangered Languages in Borneo: A Survey among the Iban and Murut (Lun Bawang) in Temburong, Brunei". Oceanic Linguistics. 49 (1): 119–143. doi:10.1353/ol.0.0063.
- 1 2 McLellan, James (2014). "Strategies for revitalizing endangered Borneo languages: A comparison between Negara Brunei Darussalam and Sarawak, Malaysia" (PDF). Southeast Asia: A Multidisciplinary Journal. 14: 14–22.
Sumber
- Haji Ramlee Tunggal. 2005. Struktur Bahasa Tutong. Bandar Seri Begawan: Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei.
- Noor Azam OKMB Haji-Othman. 2005. Changes in the linguistic diversity of Negara Brunei Darussalam: An ecological perspective. Leicester: University of Leicester dissertation.
Rumpun bahasa Kalimantan | |
|---|---|
|
| Bahasa nasional | |
|---|---|
| Bahasa resmi | |
| Basantara | |
| Bahasa minoritas | |
| Utama |
| ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Minoritas signifikan |
| ||||||
| Keluarga | |||||||
| Kreol | |||||||
| Asli & Pribumi |
| ||||||
| Campuran | |||||||
| Imigran | |||||||
| Isyarat |
| ||||||
1 Bahasa mati. 2 Bahasa yang hampir mati. | |||||||
| Basis data pengawasan otoritas: Nasional |
|---|
Artikel bertopik bahasa Austronesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |