Selasa, 29 September 2026
02:39 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Badai es

Badai es

Bagian dari seri alam
Cuaca
250px-Global_tropical_cyclone_tracks-edit2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Badai es adalah jenis badai musim dingin yang ditandai dengan pembekuan air hujan. Badai es terjadi ketika terbentuknya lapisan udara hangat di antara dua lapisan udara dingin.

250px-Tree_branch_after_ice_storm.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah penumpukan es pada ranting setelah terjadinya badai es

Air hujan yang membeku meleleh saat jatuh ke dalam lapisan udara hangat, yang kemudian dilanjutkan dengan pembekukan ulang dalam lapisan dingin di atas tanah. Jika sebagian endapan meleleh, maka akan menimbulkan hujan es. Namun, jika lapisan hangat benar-benar mencair menjadi hujan, tetesan cairanpun akan turun, dan melewati lapisan tipis udara dingin di atas permukaan tanah.

Lapisan tipis udara ini kemudian mendinginkan hujan sampai suhu di bawah titik beku (0 °C). Namun, air hujan tidak membeku ketika turun, dan fenomena ini disebut dengan fenomena pendinginan. Ketika tetes dingin mencapai permukaan tanah di bawah 0 °C atau apa pun di bawah 0 °C, kabel listrik, ranting pohon, pesawat akan langsung membeku dan membentuk endapan es yang tipis. Badai es sendiri sering terjadi diwilayah-wilayah yang memiliki empat musim.[1][2][3]

Galeri

  • Sebuah jalan di Elora, Ontario, Kanada setelah terjadinya badai es
    Sebuah jalan di Elora, Ontario, Kanada setelah terjadinya badai es
  • Pohon pinus yang tertutup oleh es
    Pohon pinus yang tertutup oleh es

Referensi

  1. ↑ Gay, David A. (1993-12-30). "Freezing rain and sleet climatology of the southeastern USA" (PDF). Climate Research. 3 (1): 209–220. doi:10.3354/cr003209.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. ↑ "Ice Storms". City of Savannah, Georgia. Diakses tanggal 2009-01-08.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  3. ↑ University of Illinois. "Cyclones and Fronts: the definition of freezing rain". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-22. Diakses tanggal 2009-01-09.


Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan