Kamis, 05 November 2026
20:30 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Badai

Badai

Bagikan:
500px-Storm_Approaching_Anna_Bay.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Awan kumulonimbus yang dapat disertai Badai di Anna Bay, Australia

Badai[1] adalah keadaan apa pun yang terganggu pada lingkungan alam atau atmosfer suatu benda astronomi.[butuh rujukan] Hal ini dapat ditandai dengan gangguan signifikan terhadap kondisi normal seperti angin kencang, Angin puting beliung, hujan es, guntur, dan petir ( badai petir), presipitasi lebat (badai salju, hujan badai), hujan beku lebat (badai es), angin kencang (siklon tropis, badai angin), angin yang mengangkut beberapa zat melalui atmosfer seperti dalam badai debu, di antara bentuk-bentuk lain dari cuaca buruk.

Badai berpotensi membahayakan nyawa dan harta benda melalui gelombang badai, hujan lebat atau salju yang menyebabkan banjir atau jalan tidak dapat dilalui, petir, kebakaran hutan, dan geser angin vertikal dan horizontal. Sistem dengan curah hujan dan durasi yang signifikan membantu mengurangi kekeringan di tempat-tempat yang dilaluinya. Hujan salju lebat dapat memungkinkan kegiatan rekreasi khusus berlangsung yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya, seperti bermain ski dan mobil salju.

Kata dalam bahasa Inggris berasal dari Proto-Jermanik *sturmaz yang berarti "suara, keributan".[2]

Badai terbentuk ketika pusat tekanan rendah terbentuk dengan sistem tekanan tinggi di sekitarnya. Kombinasi kekuatan yang berlawanan ini dapat menciptakan angin dan mengakibatkan terbentuknya awan badai seperti awan kumulonimbus. Daerah bertekanan rendah yang kecil dan terlokalisasi dapat terbentuk dari udara panas yang naik dari tanah yang panas, sehingga mengakibatkan gangguan yang lebih kecil seperti pusaran debu dan angin puting beliung.

Etimologi

Kata "badai" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata "வாடை" (vāṭai/vadai) bahasa Tamil. Secara harfiah kata ini punya beberapa makna: angin utara; angin dingin; angin secara umum; asap atau aroma; dan api bawah laut.[3][4]

Penyebab Terjadinya Badai

Penyebab badai adalah tingginya suhu permukaan laut.[5] Perubahan di dalam energi atmosfer mengakibatkan petir dan badai.[6] Badai tropis ini berpusar dan bergerak dengan cepat mengelilingi suatu pusat, yang sumbernya berada di daerah tropis.[5] Pada saat terjadi angin ribut ini, tekanan udara sangat rendah disertai angin kencang dengan kecepatan bisa mencapai 250 km/jam.[5] Hal ini bisa terjadi di Indonesia maupun negara-negara lain.[5] Di dunia, ada tiga tempat pusat badai, yaitu di Samudera Atlantik, Samudra Hindia, dan Samudera Pasifik.[5]

250px-Chaparral_Supercell_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Badai datang secara tiba-tiba

Referensi

  1. ↑ "KBBI-V "badai"". kbbi.kemdikdasmen.go.id. Diakses tanggal 25 Maret 2026.
  2. ↑ "Storm". Online Etymology Dictionary. Diakses tanggal 5 Februari 2018.
  3. ↑ "Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia" (PDF). Repositori Kemdikbud. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. hlm. 90. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 06 Agustus 2025. Diakses tanggal 09 Agustus 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |archive-date=
  4. ↑ "Tamil Lexicon "வாடை". University of Madrash. Diarsipkan dari asli tanggal 09 Agustus 2025. Diakses tanggal 09 Agustus 2025.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |archive-date=
  5. 1 2 3 4 5 "Ayo Belejar", Kanisius, 9792118225, 9789792118223.
  6. ↑ Masaru Emoto, "The hidden messages in water", Gramedia Pustaka Utama, 2006, 979222324X, 9789792223248.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan